Henry Yoso PDIP Ancam Pukuli Andi Arief, Jansen PD: Tidak Pancasilais

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 10 Desember 2019 | 17:39 WIB
Henry Yoso PDIP Ancam Pukuli Andi Arief, Jansen PD: Tidak Pancasilais
Andi Arief (tengah). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]

Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menanggapi kisruh antara politikus Partai Demokrat Andi Arief dengan politisi PDIP Henry Yosodiningrat. Ia menyarankan keduanya untuk berdamai.

Hal ini disampaikan Jansen dalam kicauan yang diunggah ke akun Twitter pibadinya, @jansen_jsp, pada Selasa (10/12/2019).

Menurut Jansen, ancaman Henry Yosodiningrat kepada Andi Arief termasuk dalam tindak pidana yang bisa dilaporkan ke polisi.

"Bukan lagi sekedar tidak 'Pancasilais', ancaman kekerasan serangan fisik begini jelas sudah pidana. Apalagi disampaikan di depan orang ramai," ujarnya.

Ia juga menyebut Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bisa menjadi saksi atas ancaman yang dikeluarkan oleh Henry.

"Bang Zulkifli Hasan sebagai tuan rumah bisa jadi saksi ini. Karena disampaikan di acara dia. Itupun kalau Andi Arief mau memperkarakan ini ke polisi," kata Jansen.

Namun Jansen merasa keributan ini tidak perlu diperpanjang karena bahaya jika sampai merambat ke berbagai hal. Ia meminta Andi dan Henry untuk berdamai.

"Menurut saya, ketimbang berkepanjangan saling berganti delik pidana tersaji ke kantor polisi dan publik, karena persoalan ini bermula di level elite, lebih baik semua duduk bareng. Jika sampai mengalir ke grassroot kita semua elite ini yang salah! Mari kita sudahi pertikaian ini," ucap Jansen.

Jansen Sitindaon minta Henry Yoso dan Andi Arief berdamai (twitter @jansen_jsp)
Jansen Sitindaon minta Henry Yoso dan Andi Arief berdamai (twitter @jansen_jsp)

Untuk diketahui, Andi Arief awalnya membuat kicauan yang menyindir Henry Yosodiningrat yang hendak melaporkan Rocky Gerung ke polisi lantaran menyebut Presiden Jokowi tak paham Pancasila. Henry kemudian merespon dan memberikan ancaman.

"Saya sayangkan lagi putra daerah Lampung mencuit di dalam Twitternya, mengatakan politikus PDI Perjuangan sekarang faksi otot, meninggalkan faksi otak sehat, makanya preman seperti Henry Yosodiningrat. Astagfirullahalazim, saya sempat istigfar, gua samperin ke rumahnya gua gebukin di depan anak bininya nih orang," ujar Henry Yoso dalam acara Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP).

Andi Arif kemudian membalas ancaman itu dengan menulis, "Saya tidak ahli baku hantam, tapi saya menanti kedatangan Henry Yosodiningrat yang mengancam akan menggebuk saya di depan anak istri. Kabarkan saja jam berapa. Saya tunggu. Saya tidak akan lapor polisi".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diancam Mau Dipukuli Henry Yoso depan Anak Istri, Andi Arief: Saya Tunggu!

Diancam Mau Dipukuli Henry Yoso depan Anak Istri, Andi Arief: Saya Tunggu!

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 13:56 WIB

Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang

Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang

News | Senin, 09 Desember 2019 | 16:23 WIB

Perihal Rocky Gerung, Andi Arief: PDIP Dikuasai Faksi Otot

Perihal Rocky Gerung, Andi Arief: PDIP Dikuasai Faksi Otot

News | Senin, 09 Desember 2019 | 15:06 WIB

Terkini

Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra

Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:43 WIB

Legislator PKB: Pemotongan Gaji Pejabat adalah Pesan Kepemimpinan Moral di Tengah Krisis Global

Legislator PKB: Pemotongan Gaji Pejabat adalah Pesan Kepemimpinan Moral di Tengah Krisis Global

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:36 WIB

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:32 WIB

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:30 WIB

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:27 WIB

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Lee Kah Hin, Status Tersangka Direktur PT WKM Gugur

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Lee Kah Hin, Status Tersangka Direktur PT WKM Gugur

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:27 WIB

Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit

Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:19 WIB

Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal

Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:58 WIB

Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran

Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:49 WIB