Stafsus Milenial Jokowi Berharap Nadiem Terapkan Sistem Link and Match

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Sabtu, 14 Desember 2019 | 18:26 WIB
Stafsus Milenial Jokowi Berharap Nadiem Terapkan Sistem Link and Match
Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi, Aminudin Ma’ruf dalam acara MilenialFest di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12/2019). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Sistem pendidikan nasional di Indonesia tampaknya masih memakai paradigma lama, meski Presiden Jokowi sudah mengangkat staf khusus dari kalangan milenial.

Setidaknya, hal tersebut tampak dari pernyataan Staf Khusus Presiden Jokowi, Aminudin Ma’ruf. Ia menuturkan, perlu ada perbaikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

Namun, alasannya adalah, tidak ada kecocokan antara sistem pendidikan dengan dunia industri yang akan dimasuki para pelajar seusai bersekolah.

Dalam acara MilenialFest di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12/2019), Aminudin mengatakan sistem pendidikan nasional selama ini tidak menerapkan konsep link and match.

“Selama ini tidak ada link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Jadi kita sudah tidak kaget lagi kalau teman-teman, jangankan lulusan SMA, lulusan SMK saja itu masih perlu pelatihan-pelatihan untuk masuk dunia kerja,” kata Aminudin.

Untuk itu, kata Aminudin, perlu ada perbaikan agar ada kecocokan antara dunia pendidikan dan dunia tenaga kerja tersebut.

Ia berharap perbaikan tersebut dapat dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

“Artinya apa? Perlu perbaikan dalam sistem pendidikan kita dan mudah-mudahan adanya Mas Nadiem yang mewakili generasi kita, generasi anak muda, generasi milenial ini menjadi jawaban, terutama soal ketiadaan link and match.”

Untuk diketahui, sistem pendidikan Link and Match kali pertama diperkenalkan pada masa Orde Baru. Kala itu, pendidikan selalu dihubungkan dengan dunia kerja.

baca juga

Artinya, pendidikan diarahkan guna menyiapkan tenaga-tenaga kerja siap pakai dalam beragam industri.

Jacques Delors (1996), secara teoritis menilai sistem pendidkan Link and Match secara praktis menempatkan pendidikan hanya pada proses belajar untuk mengetahui atau learning to know serta menguasai keahlian tertentu (learning to do).

Alhasil, pendidikan di Indonesia kalah jauh dengan negara-negara lain bahkan di kawasan ASEAN. Hal ini yang juga mendapat kritik dari berbagai pemerhati pendidikan.

Mereka menilai, pendidikan di Indonesia tidak diposisikan sebagai proses pembelajaran yang kritis, ilmiah, dan komprehensif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Dihapus, Kemendikbud: Ujian Nasional Cuma Untungkan Lembaga Bimbel

Bakal Dihapus, Kemendikbud: Ujian Nasional Cuma Untungkan Lembaga Bimbel

News | Sabtu, 14 Desember 2019 | 14:23 WIB

Wacana Mendikbud Hapus UN Didukung Akademisi Unsoed

Wacana Mendikbud Hapus UN Didukung Akademisi Unsoed

Jawa Tengah | Sabtu, 14 Desember 2019 | 02:30 WIB

Nadiem Hapus Ujian Nasional, Sudjiwo Tedjo: Ya Tuhan, Kok Enak Banget

Nadiem Hapus Ujian Nasional, Sudjiwo Tedjo: Ya Tuhan, Kok Enak Banget

News | Kamis, 12 Desember 2019 | 10:58 WIB

Mendikbud Nadiem Tambah Kuota Jalur Prestasi PPDB Jadi 30 Persen

Mendikbud Nadiem Tambah Kuota Jalur Prestasi PPDB Jadi 30 Persen

News | Rabu, 11 Desember 2019 | 18:56 WIB

Resmi Hapus UN, Mendikbud Nadiem Makarim Ganti Jadi ASM dan SK, Apa Itu?

Resmi Hapus UN, Mendikbud Nadiem Makarim Ganti Jadi ASM dan SK, Apa Itu?

Video | Rabu, 11 Desember 2019 | 15:10 WIB

Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim Soal Ujian Pengganti UN

Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim Soal Ujian Pengganti UN

News | Rabu, 11 Desember 2019 | 12:37 WIB

Terkini

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

×