Eks Komjak RI Kaspudin: Tugas Dewas KPK Absurd, Tidak Jelas!

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 21 Desember 2019 | 17:50 WIB
Eks Komjak RI Kaspudin: Tugas Dewas KPK Absurd, Tidak Jelas!
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik lima Dewan Pengawas KPK periode 2019-2023. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara Jakarta. (Suara.com/Ummay Saleh)

Suara.com - Mantan Komisioner Komisi Kejaksaan RI Kaspudin Nor mempertanyakan kewenangan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuat aturan kode etik internal lembaga antirasuah itu.

Menurutnya, semestinya Dewas KPK hendaknya membuat kode etik atas kesepakatan seluruh anggota KPK.

Sebagai pengawas kode etik advokat, Kaspudin memahami bagaimana pembuatan dari sebuah kode etik dalam suatu lembaga. Ia menilai kalau kode etik itu bisa lahir atas kesepakatan dari anggotanya.

 Mantan Komisioner Komisi Kejaksaan RI Kaspudin Nor (kemeja merah) saat menghadiri sebuah acara yang digelar di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019). (Suara.com/Ria Rizki).
Mantan Komisioner Komisi Kejaksaan RI Kaspudin Nor (kemeja merah) saat menghadiri sebuah acara yang digelar di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019). (Suara.com/Ria Rizki).

Karena itu, Kaspudin mengaku sempat bingung dengan rencana Dewas KPK yang ingin membuat aturan kode etik internal di lembaga yang kini dipimpin Komjen Firli Bahuri tersebut.

"Tugas daripada Dewas KPK ini saya lihat absurd. Tidak jelas," kata Kaspudin dalam sebuah diskusi bertajuk "Babak Baru KPK" di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019).

Menurutnya Dewas KPK sebaiknya menggandeng Komisaris KPK untuk memutuskan kode etik. Pasalnya ia mengkhawatirkan, kalau kode etik dibuat hanya oleh Dewas KPK malah akan menghambat kinerja dari lembaga antirasuah itu sendiri.

"Karena jangan-jangan nanti kode etiknya dibuat oleh dewan pengawas (malah) lari daripada tujuan daripada pemberantasan korupsi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Dilantik Jadi Dewas KPK, Artidjo Alkostar Dikenal Rajin ke Masjid

Baru Dilantik Jadi Dewas KPK, Artidjo Alkostar Dikenal Rajin ke Masjid

Jogja | Sabtu, 21 Desember 2019 | 17:12 WIB

Tanggapi Dilantiknya Dewas KPK, Ketua PP Muhammadiyah: Utamakan Khusnuzon

Tanggapi Dilantiknya Dewas KPK, Ketua PP Muhammadiyah: Utamakan Khusnuzon

Jogja | Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:29 WIB

Dewan Pengawas KPK Dicurigai Jadi Tempat Titip Kasus Korupsi

Dewan Pengawas KPK Dicurigai Jadi Tempat Titip Kasus Korupsi

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:03 WIB

Ketum PP Muhamaddiyah: Dewas KPK Harus Diawasi

Ketum PP Muhamaddiyah: Dewas KPK Harus Diawasi

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 15:52 WIB

Pakar: Dewas KPK Bisa jadi Jebakan Batman Bagi Lembaganya Sendiri

Pakar: Dewas KPK Bisa jadi Jebakan Batman Bagi Lembaganya Sendiri

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 15:41 WIB

Firli cs Dilantik, PKS Tagih Janji Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Firli cs Dilantik, PKS Tagih Janji Jokowi Terbitkan Perppu KPK

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 14:58 WIB

Gerindra: Jokowi Tunjuk Dewas KPK Rentan Conflict of Interest

Gerindra: Jokowi Tunjuk Dewas KPK Rentan Conflict of Interest

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 14:08 WIB

Syamsuddin Harris Jadi Dewas KPK, Pengamat: Dia Akan Perkuat KPK

Syamsuddin Harris Jadi Dewas KPK, Pengamat: Dia Akan Perkuat KPK

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 13:36 WIB

PKS: Dewan Pengawas KPK Intervensi Penyadapan Koruptor

PKS: Dewan Pengawas KPK Intervensi Penyadapan Koruptor

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 12:46 WIB

Dewan Pengawas KPK Janji Tak 'Obok-obok' Teknis Perkara Korupsi

Dewan Pengawas KPK Janji Tak 'Obok-obok' Teknis Perkara Korupsi

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 10:35 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

×