Pakar: Dewas KPK Bisa jadi Jebakan Batman Bagi Lembaganya Sendiri

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 21 Desember 2019 | 15:41 WIB
Pakar: Dewas KPK Bisa jadi Jebakan Batman Bagi Lembaganya Sendiri
Pertemuan Jokowi dengan Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar merespons nama lima Dewan Pengawas KPK yang sudah dilantik Presiden Joko Widodo. 

Kelima anggota Dewas KPK yang diketuai Tumpak Hatorangan Panggabean ini dianggap memiliki integritas. 

Fickar mengungkapkan bahwa narasi yang sajikan dari jajaran Dewas KPK memberikan keoptimisan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK tetap memperkuat lembaga. Namun, ia mengingatkan bahwa Dewas bukanlah orang yang melakukan tindakan penegakan hukum.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar. (Suara.com/Ria Rizki).
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar. (Suara.com/Ria Rizki).

"Narasi baik ini bisa jadi jebakan batman bagi kita, karena persoalannya bukan orangnya, tetapi lebih kepada sistemnya, itu yang jadi persoalan," kata Fickar dalam diskusi bertajuk "Babak Baru KPK" di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019).

"Dia tidak diberi status sebagai penyidik atau penuntut seperti komisioner KPK yang lalu yang statusnya sebagai penyidik atau penuntut," sambungnya.

Fickar melihat adanya potensi pelemahan sistemik dalam tubuh KPK melihat tidak ada aturan yang terlalu mengikat bagi Dewas KPK. Semisal, tidak adanya peraturan bagi Dewas KPK untuk menemui pihak-pihak tertentu.

"Tidak ada larangan apa-apa, tidak ada aturan mengenai dewas ini sebagai apa, dia hanya pengawas aja, bisa ketemu siapa aja. Artinya tidak ada sistem yang membatasi di sisi lain, dia punya kewenangan besar," katanya.

Padahal di samping itu para Komisioner KPK sudah terikat dengan aturan di mana apabila bertemu dengan orang yang berkepentingan akan kasus KPK, maka ada ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Kalau sekarang terbalik, masuk dewas tak ada aturan yang menjaganya tidak ada aturan yang membatasi dan sebagainya, karena itu kl orangnya tak punya integritas maka bukan hal mustahil Dewas bisa disalahgunakan. Bahkan, bisa jadi alat menggigit KPK ke depan."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Firli cs Dilantik, PKS Tagih Janji Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Firli cs Dilantik, PKS Tagih Janji Jokowi Terbitkan Perppu KPK

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 14:58 WIB

Gerindra: Jokowi Tunjuk Dewas KPK Rentan Conflict of Interest

Gerindra: Jokowi Tunjuk Dewas KPK Rentan Conflict of Interest

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 14:08 WIB

Syamsuddin Harris Jadi Dewas KPK, Pengamat: Dia Akan Perkuat KPK

Syamsuddin Harris Jadi Dewas KPK, Pengamat: Dia Akan Perkuat KPK

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 13:36 WIB

Beda Koleksi Kendaraan Ketua Dewas KPK Vs Ketua KPK, Jumlahnya Timpang?

Beda Koleksi Kendaraan Ketua Dewas KPK Vs Ketua KPK, Jumlahnya Timpang?

Otomotif | Sabtu, 21 Desember 2019 | 14:22 WIB

PKS: Dewan Pengawas KPK Intervensi Penyadapan Koruptor

PKS: Dewan Pengawas KPK Intervensi Penyadapan Koruptor

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 12:46 WIB

Dewan Pengawas KPK Janji Tak 'Obok-obok' Teknis Perkara Korupsi

Dewan Pengawas KPK Janji Tak 'Obok-obok' Teknis Perkara Korupsi

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 10:35 WIB

Kader Demokrat Ramai-ramai Bela SBY dan 4 Berita Populer Lainnya

Kader Demokrat Ramai-ramai Bela SBY dan 4 Berita Populer Lainnya

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 05:19 WIB

Jokowi Sebut 5 Dewas KPK yang Dilantik Orang Baik dan Memiliki Kapabilitas

Jokowi Sebut 5 Dewas KPK yang Dilantik Orang Baik dan Memiliki Kapabilitas

News | Jum'at, 20 Desember 2019 | 18:27 WIB

Jokowi Rapat Tertutup dengan Pimpinan dan Dewas KPK, Wartawan Dilarang Ikut

Jokowi Rapat Tertutup dengan Pimpinan dan Dewas KPK, Wartawan Dilarang Ikut

News | Jum'at, 20 Desember 2019 | 17:14 WIB

Lantik Firli Bahuri Cs, Presiden Jokowi Ingatkan Penguatan KPK

Lantik Firli Bahuri Cs, Presiden Jokowi Ingatkan Penguatan KPK

News | Jum'at, 20 Desember 2019 | 16:52 WIB

Terkini

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Riau | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

Mengupas Status Anime Boruto: Cerita Canon atau Sekadar Garapan Ikemoto?

Mengupas Status Anime Boruto: Cerita Canon atau Sekadar Garapan Ikemoto?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:05 WIB

Mati Suri Demokrasi Akar Rumput: Potret Pilu Suara Rakyat yang Dibeli Murah

Mati Suri Demokrasi Akar Rumput: Potret Pilu Suara Rakyat yang Dibeli Murah

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:05 WIB

4 Bahaya Menggunakan Stop Kontak T untuk Kulkas dan Rice Cooker Secara Bersamaan

4 Bahaya Menggunakan Stop Kontak T untuk Kulkas dan Rice Cooker Secara Bersamaan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:05 WIB

Berkaca dari Isu Raffi Ahmad, Kenapa Kita Susah Menegur Orang Baik?

Berkaca dari Isu Raffi Ahmad, Kenapa Kita Susah Menegur Orang Baik?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:02 WIB

MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 19:00 WIB

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:00 WIB

Rencana Pajak Digital 9 November Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Dampaknya

Rencana Pajak Digital 9 November Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Dampaknya

News | Senin, 02 November 2026 | 18:58 WIB

×