Suara.com - Banjir melanda sejumlah kawasan di DKI Jakarta, Rabu (1/1/2020). Salah satu daerah yang terdampak ialah kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.
Pantauan Suara.com, di sana, ketinggian air banjir mencapai leher orang dewasa. Alhasil, masyarakat terpaksa mengungsi lantaran banjir tak kunjung surut.
"Warga sudah mulai mengungsi. Karena dari tadi air bukannya surut malah semakin naik," kata salah satu warga bernama Bayu Januar (29).
Bayu mengatakan, dirinya telah mengevakuasi kedua orang tuanya yang berusia lanjut.
Cara tersebut dilakukan untuk menyelamatkan keluarganya dari banjir di awal tahun 2020.
"Kayaknya ini banjir terparah yang pernah saya alami. Saat tahun 2002 dan 2007 rumah saya tidak sampai setinggi ini banjirnya," papar Bayu.
Untuk itu, Bayu meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menginstruksikan jajarannya bergerak cepat menangani banjir. Sebab, volume air terus bertambah di Cipinang Melayu dan sekitarnya.
"Saya berharap Gubernur (Anies Baswedan) bisa gerak cepat sih. Kasian warga banyak yang perlu segera dievakuasi," kata dia.
Satu Tewas
Hujan deras yang melanda kawasan DKI Jakarta mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Akibat bencana banjir itu dilaporkan menelan satu korban jiwa.
Seorang remaja bernama Arfiqo Aif Ardana (16) tewas di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat hari ini.
Diduga, ia tersengat aliran listrik. Korban diketahui merupakan warga Jalan Panca 8, RT05/RW01, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Betul ada kejadian itu," kata Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Lurah Serdang, Riska, menyebut insiden tersebut terjadi Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Sebab, di kawasan tersebut telah digenangi air sejak pukul 05.00 WIB.
"Sekitar 5 sentimeter," kata Riska.