Soal Normalisasi Kali Ciliwung, JJ Rizal Sekakmat Menteri PUPR Basuki

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 03 Januari 2020 | 00:05 WIB
Soal Normalisasi Kali Ciliwung, JJ Rizal Sekakmat Menteri PUPR Basuki
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Anies Baswedan menyampaikan hasil pantauannya di Monas pada Rabu (1/1/2020). [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Sejarawan dan budayawan JJ Rizal tidak setuju dengan konsep normalisasi Kali Ciliwung seperti yang disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Basuki mempersoalkan belum terselesaikannya program normalisasi Kali Ciliwung, sehingga turut mengakibatkan banjir di DKI Jakarta, Rabu (1/1/2020).

"Namun mohon maaf Bapak Gubernur, selama penyusuran Kali Ciliwung, ternyata sepanjang 33 kilometer itu, yang sudah ditangani, dinormalisasi, 16 km. Pada 16 km itu, kita lihat Insya Allah aman dari luapan," kata Basuki di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/1/2020).

Rizal menanggapi pernyataan Basuki tersebut. Menurutnya, jika normalisasi sungai yang dilakukan PUPR adalah betonisasi maka dapat semakin menambah parah banjir.

Hal ini disampaikan Rizal dalam cuitan yang diunggah ke akun Twitter pribadinya, @JJRizal pada Kamis (2/2/2020).

"Kalau normalisasi yang bapak maksud adalah betonisasi, maka bapak bukan saja sudah menurunkan derajat sungai jadi got raksasa, tapi juga tak memberi kesempatan Ciliwung menjalankan fungsi sempadannya untuk menampung meresapkan luapannya dan hanya mempercepat laju air yang memperparah banjir," tulis Rizal, seperti dikutip Suara.com.

Cuitan JJ Rizal menanggapi normalisasi sungai Ciliwung (twitter @JJRizal)
Cuitan JJ Rizal menanggapi normalisasi sungai Ciliwung (twitter @JJRizal)

Cuitan tersebut mendapatkan banyak respon warganet. Lebih dari 1.200 like dan 700 retweet diberikan warganet.

Warganet kemudian berdebat atas cuitan Rizal itu. Sebagian mendukung upaya normalisasi sungai Ciliwung, sementara yang lain tidak.

Untuk diketahui, normalisasi sungai Ciliwung baru digarap sepanjang 16 kilometer dari total 33 km.

Proyek normalisasi Kali Ciliwung telah berlangsung sejak 2013. Namun proyek yang memakan biaya Rp 800 miliar itu mandek pada 2017, dan hingga kekinian belum kembali dikerjakan.

Menurut Menteri Basuki, mandeknya normalisasi Kali Ciliwung disebabkan masalah pembebasan lahan yang belum rampung. Padahal, normalisasi Kali Ciliwung harus dilakukan untuk menghilangkan banjir di Jakarta.

Basuki akan kembali berdiskusi dengan Anies terkait upaya normalisasi Kali Ciliwung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Jakarta 2020, Rustam: Kita Tunggu Kata Mutiara Anies Baswedan

Banjir Jakarta 2020, Rustam: Kita Tunggu Kata Mutiara Anies Baswedan

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 12:39 WIB

Jakarta Dilanda Banjir, Begini Kondisi Terkini Kali Ciliwung di Pasar Baru

Jakarta Dilanda Banjir, Begini Kondisi Terkini Kali Ciliwung di Pasar Baru

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 08:21 WIB

Usai Pantau Banjir, Menteri Basuki Sebut Kali Ciliwung Masih Banyak Sampah

Usai Pantau Banjir, Menteri Basuki Sebut Kali Ciliwung Masih Banyak Sampah

News | Rabu, 01 Januari 2020 | 20:33 WIB

Usai Keliling Bareng Anies, Menteri Basuki Sampaikan Permintaan Maaf

Usai Keliling Bareng Anies, Menteri Basuki Sampaikan Permintaan Maaf

News | Rabu, 01 Januari 2020 | 18:07 WIB

Keliling Pantau Banjir Bareng Anies, Menteri Basuki Bikin Catatan Ini

Keliling Pantau Banjir Bareng Anies, Menteri Basuki Bikin Catatan Ini

News | Rabu, 01 Januari 2020 | 17:48 WIB

Jalan Bawah Tanah YIA Dibuka PUPR Januari 2020

Jalan Bawah Tanah YIA Dibuka PUPR Januari 2020

Jogja | Selasa, 31 Desember 2019 | 18:38 WIB

Resmikan Bendung Kamijoro, Jokowi: Sangat Penting untuk Ketahanan Pangan

Resmikan Bendung Kamijoro, Jokowi: Sangat Penting untuk Ketahanan Pangan

Jogja | Selasa, 31 Desember 2019 | 12:57 WIB

Jepang Bakal Kirim Ahli Banjir untuk Benahi Jakarta dan Wilayah Lainnya

Jepang Bakal Kirim Ahli Banjir untuk Benahi Jakarta dan Wilayah Lainnya

Bisnis | Jum'at, 27 Desember 2019 | 09:43 WIB

Menteri Basuki: AS Punya White House, Kita Nanti Bikin Stone House Ha-ha-ha

Menteri Basuki: AS Punya White House, Kita Nanti Bikin Stone House Ha-ha-ha

Bisnis | Senin, 23 Desember 2019 | 15:36 WIB

Terkini

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:59 WIB

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:44 WIB