Permukaan Air Laut di Jakarta Meninggi, Waspada Terjangan Banjir Rob

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 08 Januari 2020 | 06:06 WIB
Permukaan Air Laut di Jakarta Meninggi, Waspada Terjangan Banjir Rob
Genanangan banjir rob yang meluap di kawasan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Kamis (19/1/2017). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Banjir yang melanda beberapa wilayah di Ibu Kota rupanya tak selesai sampai disitu saja. Meski intensitas curah hujan mulai berkurang dan genangan banjir mulai surut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali memberikan peringatan potensi banjir rob.

BMKG meminta warga DKI Jakarta untuk mewaspadai banjir rob dan hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi lebih sering terjadi pada malam hari.

"Pada musim hujan di Jakarta akan lebih sering terjadi pada periode dini hari, malam hari," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin dalam konferensi pers di Kantor BMKG Jakarta, Selasa (8/1/2020) kemarin.

Ia menyebutkan hujan di Jakarta akan lebih sering terjadi pada malam hari, sedangkan pada siang hari karakteristik cuaca relatif berawan.

"Kemudian hujan lagi antara sore menjelang malam dan dini hari menjelang pagi," ujarnya.

Untuk wilayah DKI, katanya, hujan pada malam hari akan cukup tinggi terjadi di wilayah utara.

Hujan dengan intensitas tinggi pada malam hari tersebut, katanya, seiring dengan permukaan laut Jakarta yang juga akan mencapai ketinggian maksimum.

"Ini berbarengan dengan tinggi maksimum (di perairan). Itu yang harus diwaspadai," katanya.

Terutama dalam dua hari ke depan, kata dia, intensitas hujan pada malam hari dan dini hari di wilayah Jakarta akan lebih tinggi.

Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai hujan lebat yang akan dapat menyebabkan kemungkinan ketinggian banjir rob yang cukup signifikan.

"Ketinggian banjir robnya harus diwaspadai cukup signifikan," katanya.

Upaya kewaspadaan tersebut dapat dilakukan dengan memantau perkembangan situasi cuaca yang terjadi setiap hari.

"Setiap hari memantau seperti apa kondisinya. Apakah hujan cukup signifikan tetap terjadi di wilayah Jabodetabek," katanya.

Selain di Jakarta, kata dia, wilayah perairan yang akan mencapai ketinggian maksimum adalah di perairan Semarang dan pantai utara.

"Secara umum memang di pantai utara," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan BMKG: Awas Hujan Intensitas Tinggi di 8 - 9 Januari

Peringatan BMKG: Awas Hujan Intensitas Tinggi di 8 - 9 Januari

Tekno | Selasa, 07 Januari 2020 | 21:28 WIB

BMKG: Hampir Seluruh Indonesia Diguyur Hujan Lebat Hingga 12 Januari 2020

BMKG: Hampir Seluruh Indonesia Diguyur Hujan Lebat Hingga 12 Januari 2020

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 20:53 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrim, Kemenhub Terus Koordinasi dengan BMKG

Antisipasi Cuaca Ekstrim, Kemenhub Terus Koordinasi dengan BMKG

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 19:50 WIB

Terkini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB