Siswa Korban Banjir Diminta Beli Buku Paket, Dewan Tegur Anak Buah Anies

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 08 Januari 2020 | 12:55 WIB
Siswa Korban Banjir Diminta Beli Buku Paket, Dewan Tegur Anak Buah Anies
Ilustrasi pelajar SD (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Warga korban banjir di Kedoya, Jakarta Barat mengeluhkan adanya pungutan liar pembelian buku paket bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Mereka hanya diberi waktu selama tiga hari untuk membayar buku paket tersebut.

Keluhan warga itu diungkap oleh anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Ima Mahdiah. Melalui akun Twitter miliknya @imadya, Ima mengungkapkan adanya oknum yang tega memperdaya korban banjir.

"Salah satu warga di dapil saya yang terkena banjir awal tahun ini melaporkan bahwa diminta beli buku paket," kata Ima seperti dikutip Suara.com, Rabu (8/1/2020).

Ima mengunggah tangkapan layar percakapan ia dengan warga bernama Lestari asal Kedoya Selatan itu. Anaknya yang telah kembali masuk ke sekolah dan hanya mengenakan baju biasa karena semua seragamnya terendam banjir dipaksa untuk membeli buku paket oleh sekolahnya.

Ima langsung merespons keluhan dari warga Jakarta itu dan mengonfirmasi ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat. Ima menegaskan bahwa tidak ada penjualan buku paket sebab Dinas Pendidikan sudah memiliki anggaran untuk pengadaan buku paket.

"Soal jual buku paket tidak boleh karena sudah ada anggarannya. Kalau terbukti maka akan dicopot," ungkap Ima.

Ima juga memberikan peringatan kepada Dinas Pendidikan agar kejadian serupa tak lagi terjadi di wilayah lain. Peringatan dan teguran yang diberikan oleh Ima merupakan salah satu fungsi anggota dewan dalam hal pengawasan.

"Tidak semua bermain tapi ada saja oknum. Saya meminta ke Dinas Pendidikan DKI agar tidak terjadi lagi di wilayah lain oleh oknum-oknum," tegas Ima.

Oknum Dinas Pendidikan DKI minta siswa beli buku paket (Twitter/imadya)
Oknum Dinas Pendidikan DKI minta siswa beli buku paket (Twitter/imadya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Jakarta Disebut Surut Sepenuhnya, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Banjir Jakarta Disebut Surut Sepenuhnya, Ratusan Warga Masih Mengungsi

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 09:52 WIB

BNPB: Jumlah Pengungsi Menurun, Tapi Masih Ada Genangan Air di Jakbar

BNPB: Jumlah Pengungsi Menurun, Tapi Masih Ada Genangan Air di Jakbar

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 19:53 WIB

CEK FAKTA: Foto Anies Baca Buku 'Pedoman Menata Kata', Benarkah?

CEK FAKTA: Foto Anies Baca Buku 'Pedoman Menata Kata', Benarkah?

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 17:52 WIB

Potensi Cuaca Ekstrem, Pemotor dan Pemobil Jawa Barat Diimbau Waspada

Potensi Cuaca Ekstrem, Pemotor dan Pemobil Jawa Barat Diimbau Waspada

Otomotif | Selasa, 07 Januari 2020 | 19:00 WIB

PDIP Jakarta Dukung Pejabat DKI Dipanggil Polisi Terkait Banjir

PDIP Jakarta Dukung Pejabat DKI Dipanggil Polisi Terkait Banjir

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 16:52 WIB

Ditanya soal Gugatan Korban Banjir ke Anies, Jokowi Cuma Senyum ke Jurnalis

Ditanya soal Gugatan Korban Banjir ke Anies, Jokowi Cuma Senyum ke Jurnalis

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 16:23 WIB

Terkini

Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan

Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:23 WIB

Komisi III DPR Tekankan Sinergi Polri-TNI Tangani Kasus Andrie Yunus Sesuai KUHAP Baru

Komisi III DPR Tekankan Sinergi Polri-TNI Tangani Kasus Andrie Yunus Sesuai KUHAP Baru

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:12 WIB

Tok! Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Tok! Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:06 WIB

Angin Kencang Picu Api Mengganas, Deretan Lapak di Kalideres Ludes Terbakar

Angin Kencang Picu Api Mengganas, Deretan Lapak di Kalideres Ludes Terbakar

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:06 WIB

Kapan Lebaran 2026? Arab Saudi Ajak Umat Muslim Pantau Hilal Pakai Teropong atau Mata Telanjang

Kapan Lebaran 2026? Arab Saudi Ajak Umat Muslim Pantau Hilal Pakai Teropong atau Mata Telanjang

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:00 WIB

Masyarakat Tetap Bisa Akses Layanan Informasi KPK saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Masyarakat Tetap Bisa Akses Layanan Informasi KPK saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:57 WIB

AS dan Israel Dinilai Kewalahan Hadapi Iran, Pengamat Senior Ungkap Faktor Kunci Kekuatan

AS dan Israel Dinilai Kewalahan Hadapi Iran, Pengamat Senior Ungkap Faktor Kunci Kekuatan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:49 WIB

Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras, Disebut Jadi Langkah Proaktif Polri

Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras, Disebut Jadi Langkah Proaktif Polri

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:39 WIB

Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran

Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:38 WIB

Identitas 4 Anggota BAIS TNI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Ada Kapten

Identitas 4 Anggota BAIS TNI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Ada Kapten

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:32 WIB