HP Hilang, Agus Pukul Ibu Kandung hingga Tewas dan Bakar Rumah

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 25 Januari 2020 | 13:28 WIB
HP Hilang, Agus Pukul Ibu Kandung hingga Tewas dan Bakar Rumah
Tega Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Rumahnya. [Kanalkalimantan]

Suara.com - Warga Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dibuat geger oleh aks Agus Iping yang membunuh ibu kandungnya hanya gara-gara tidak dibelikan ponsel.

Pemuda berusia 25 tahun tersebut, tega memukul ibu kandungnya Liling hingga tewas pada Kamis (23/1) malam.

Tidak sampai di situ, Agus juga membuat ulah lagi dengan membakar motor miliknya sendiri.

Tak hanya sepeda motornya yang hangus terbakar, tapi juga rumah ibu serta tetangganya.

Wakapolres Pulpis Komisaris Imam Riyadi dalam gelar perkara, Jumat (24/1/2020), mengatakan peristiwa itu bermula ketika Agus merasa kehilangan ponsel miliknya.

“Agus pulang ke rumah langsung marah-marah sembari mencari ponselnya yang hilang. Ibunya yang berada di rumah tetangga lantas pulang mendengar anaknya marah-marah,” kata Imam Riyadi seperti  diberitakan Kanalkalimantan.com—jaringan Suara.com.

Ketika Liling pulang, Agus yang sudah gelap mata langsung mengambil timbangan kuningan jenis dancing dan menghantamkan ke kepala sang ibu.

Liling tewas seketika setelah dipukul memakai timbangan kuningan tersebut. Bukannya merasa bersalah, Agus lantas menyulut api ke tangki bahan bakar sepeda motornya.

Dalam hitungan menit, kobaran api langsung membakar rumahnya serta satu rumah tetangga. Warga kemudian berdatangan dan mencoba memadamkan api.

“Atas laporan masyarakat dan keterangan saksi, malam itu juga pelaku kami tangkap. Pasal yang kami kenakan adalah melakukan penganiayaan dalam lingkup rumah tangga sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang Pasal 44 ayat 3 UU No 23 Tahun 2004 dengan ancaman Penjara 15 Tahun,” kata Imam.

Mudah Emosi

Kelakuan Agus Iping Warga Desa Kanamit RT 03 yang tega memukul ibu kandung hingga meninggal dunia menggegerkan masyarakat.

Pelaku Agus 25 tahun yang kesehariannya adalah kuli serabutan di Desa kanamit memang memiliki kepribadian yang mudah emosi.

 “Selain itu sosok Agus ini juga diketahui nakal di desanya suka sekali berkelahi dengan pemuda di sana. Bisa jadi karena pengaruh obat membuat emosi pelaku sulit terkontrol,” kata Imam.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengamuk, Iping Bunuh Ibunya Pakai Batu Timbangan hingga Bakar Rumah Pak RT

Mengamuk, Iping Bunuh Ibunya Pakai Batu Timbangan hingga Bakar Rumah Pak RT

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 10:41 WIB

Pakai Toa Masjid, Bujang Tua Umumkan: Saya Baru Bunuh Ibu Kandung

Pakai Toa Masjid, Bujang Tua Umumkan: Saya Baru Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 15:03 WIB

Anak Bunuh Ibunya saat Hendak Salat Tahajud, Aksinya Diumumkan di Masjid

Anak Bunuh Ibunya saat Hendak Salat Tahajud, Aksinya Diumumkan di Masjid

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 12:14 WIB

Minta Ganti Nama Tapi Dilarang, Hendriyanto Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas

Minta Ganti Nama Tapi Dilarang, Hendriyanto Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas

Jawa Tengah | Jum'at, 03 Januari 2020 | 17:46 WIB

Menpora Serahkan Aksi Lempar Botol Gubernur Kalteng kepada Mendagri

Menpora Serahkan Aksi Lempar Botol Gubernur Kalteng kepada Mendagri

Bola | Selasa, 05 November 2019 | 10:39 WIB

Lempar Botol ke Stadion, Sugianto Sabran Punya Harta Rp 112 Miliar

Lempar Botol ke Stadion, Sugianto Sabran Punya Harta Rp 112 Miliar

Bisnis | Selasa, 05 November 2019 | 08:12 WIB

Kondisi Bertelungkup, Jaini Tewas Terpanggang di Lokasi Kebakaran Lahan

Kondisi Bertelungkup, Jaini Tewas Terpanggang di Lokasi Kebakaran Lahan

News | Selasa, 22 Oktober 2019 | 10:49 WIB

Terkini

Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman

Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:50 WIB

6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak

6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:19 WIB

Studi: Panas Kendaraan Naikkan Suhu Kota Hingga 0,35 Derajat Celsius

Studi: Panas Kendaraan Naikkan Suhu Kota Hingga 0,35 Derajat Celsius

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:15 WIB

6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk

6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:11 WIB

Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan

Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:04 WIB

Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat

Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:50 WIB

Agar Produk Lokal Dilirik Dunia, Indonesia Mulai Perketat Standar Sertifikat Energi Hijau

Agar Produk Lokal Dilirik Dunia, Indonesia Mulai Perketat Standar Sertifikat Energi Hijau

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:45 WIB

ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama

ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:44 WIB

Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota untuk Magang Nasional 2026

Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota untuk Magang Nasional 2026

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:41 WIB

Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat

Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:36 WIB