Alumni Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Unggul di Pentas Olahraga

Fabiola Febrinastri
Alumni Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Unggul di Pentas Olahraga
Mensos, Juliari Batubara. (Dok : Kemensos)

Alumni dari balai ini sanggup memberikan peran berarti pada ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Suara.com - Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta meneguhkan diri sebagai pusat unggulan Kementerian Sosial (Kemensos). Alumni dari balai ini dikenal sangat terampil dan tangguh di pentas olahraga, sehingga diminati berbagai perusahaan. 

Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara menilai, pengelolaan balai ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yang akan membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Saya berjanji akan mengembangkan balai ini ke depan," katanya.

Merujuk pada catatan yang ada, para penerima manfaat (PM) yang menerima pembinaan di balai ini sudah menorehkan prestasi panjang. Di sektor dunia kerja, alumni balai ini sangat diminati berbagai perusahaan.

"Pada periode 2015-2019, sebanyak 155 orang alumni diterima bekerja di 35 perusahaan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto di Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Kemudian di bidang olahraga, alumni dari balai ini juga sanggup memberikan peran berarti pada ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta. Sebanyak 51 orang atlet yang tersebar pada 13 cabang olahraga merupakan alumni BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso.

Angka ini merujuk pada data pengurus pusat dan pelatih cabang olahraga National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Pusat.

Dari cacatan prestasi di atas, BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso mampu mentransformasikan Pemerlu Pelayanan Kesejahteaan Sosial (PPKS) tidak sekadar mampu bersosialisasi, berinteraksi, dan menunjukkan perannya dalam masyarakat, namun mereka juga mampu berbicara banyak dalam bidang dunia kerja dan olahraga.

Sepanjang 2019, BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso telah melakukan pelayanan kepada 920 PPKS disabilitas fisik dengan layanan rehabilitasi sosial sesuai progres 5.0 New Platform, antara lain terapi fisik, terapi mental spiritual, terapi psikososial, terapi penghidupan, pemberian cash transfer , pemberian alat bantu mobilitas, serta family support .

Untuk mendukung layanan tersebut, pemerintah daerah dan Korea Selatan telah melakukan kerja sama pada 2017. Sebagai unit pelaksana teknis, Kemensos bertanggung jawab langsung pada Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso memiliki tugas dan fungsi pokok melakukan rehabilitasi sosial tingkat lanjut, yang meningkatkan kapabilitas dan tanggung jawab sosial bagi PPKS disabilitas fisik dengan jangkauan wilayah seluruh Indonesia.

Dalam kunjungannya ke balai ini, Kamis (23/1/2020), Juliari sempat berinteraksi dengan PPKS dan melihat langsung fasilitas dan layanan di BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso.

Mensos bahkan bersemangat bermain tenis meja bersama atlet yang merupakan alumni BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso. Mensos berpesan agar para penerima manfaat tidak boleh patah semangat, dan tidak boleh putus asa.

“Menjaga semangat merupakan bentuk terima kasih kalian pada orangtua yang membesarkan teman-teman. Saya berjanji, pelayanan di balai ini akan ditingkatkan sesuai visi Presiden Jokowi yaitu membentuk SDM unggul untuk Indonesia maju,” katanya. (*)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS