Virus Corona, Begini Cara China Bangun Rumah Sakit Dalam Waktu 6 Hari

Bangun Santoso

Senin, 27 Januari 2020 | 14:36 WIB
Virus Corona, Begini Cara China Bangun Rumah Sakit Dalam Waktu 6 Hari
Sejumlah alat berat dikumpulkan untuk membangun rumah sakit di Kota Wuhan, China dalam waktu 6 hari terkait virus corona. (Foto: AFP)

Suara.com - Kota Wuhan di China akan membangun rumah sakit dalam enam hari untuk mengobati pasien yang diduga tertular virus corona. Saat ini ada setidaknya 2.000 kasus yang dikonfirmasi di China, 56 di antara mereka telah meninggal dunia.

Wabah dimulai di Wuhan, kota yang dihuni sekitar 11 juta orang. Rumah sakit di kota itu telah dibanjiri warga yang khawatir dan sejumlah apotek kehabisan obat-obatan.

Saat ini, pemerintah China sedang membangun rumah sakit baru di Wuhan, yang disiapkan untuk dapat menampung sekitar 1.000 tempat tidur.

Rekaman video yang diunggah secara online oleh media pemerintah China memperlihatkan proses penggalian di lokasi calon bangunan rumah sakit, yang memiliki luas 25.000 meter persegi.

Hal ini didasarkan pada rumah sakit serupa yang didirikan di Beijing untuk membantu mengatasi virus Sars pada 2003.

"Ini adalah rumah sakit untuk karantina bagi warga yang terpapar penyakit menular sehingga memiliki alat keselamatan dan perlindungan," kata Joan Kaufman, dosen kesehatan global dan kedokteran sosial di Harvard Medical School.

Bagaimana Proses Pembangunannya?

Para pekerja dan alat berat di lokasi pembanguan rumah sakit di Kota Wuhan, China. (Foto: AFP)
Para pekerja dan alat berat di lokasi pembanguan rumah sakit di Kota Wuhan, China. (Foto: AFP)

"China berpengalaman menyelesaikan berbagai hal dengan cepat bahkan untuk proyek-proyek besar seperti ini," kata Yanzhong Huang, salah-satu pejabat yang bertanggung jawab untuk kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri.

Dia menunjukkan rumah sakit di Beijing yang dibangun dalam tujuh hari pada 2003, dan tim konstruksi saat ini kemungkinan berusaha untuk mengalahkan rekor itu.

baca juga

Mirip rumah sakit di Beijing, rumah sakit di Wuhan akan dibuat dari bahan bangunan yang sudah disiapkan terlebih dahulu (prefabricated).

"Negara otoriter ini mengandalkan pendekatan mobilisasi dari atas. Mereka dapat mengatasi masalah birokrasi dan kendala keuangan dan mampu memobilisasi semua sumber daya," katanya.

Huang mengatakan bahwa tenaga insinyur akan didatangkan dari seluruh negeri untuk menyelesaikan konstruksi tepat waktu.

"Pekerjaan teknik adalah keahlian rakyat China. Mereka memiliki pengalaman membangun gedung pencakar langit dengan cepat. Ini sangat sulit bagi orang Barat untuk membayangkannya. Kami mampu melakukannya," tambahnya.

Untuk pasokan kebutuhan medis, Wuhan dapat mengambil persediaan dari rumah sakit lainnya atau dapat dengan mudah memesannya dari pabrikan.

Pada Jumat, Global Times telah mengkonfirmasi 150 orang tenaga medis dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah tiba di Wuhan. Namun media itu tidak mengonfirmasi apakah mereka akan bekerja di rumah sakit baru tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien yang Diduga Kena Virus Corona di Cirebon adalah TKI dari Taiwan

Pasien yang Diduga Kena Virus Corona di Cirebon adalah TKI dari Taiwan

Jabar | Senin, 27 Januari 2020 | 14:34 WIB

Satu Lagi, Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona Dirawat di Cirebon

Satu Lagi, Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona Dirawat di Cirebon

Jabar | Senin, 27 Januari 2020 | 14:23 WIB

Teror Corona, Perawat RS Hasan Sadikin Bandung Pakai APD

Teror Corona, Perawat RS Hasan Sadikin Bandung Pakai APD

Jabar | Senin, 27 Januari 2020 | 14:17 WIB

Ramai Virus Corona, Sultan Komentar Soal Kunjungan Turis China ke Jogja

Ramai Virus Corona, Sultan Komentar Soal Kunjungan Turis China ke Jogja

Jogja | Senin, 27 Januari 2020 | 14:10 WIB

Berawal Sakit Flu, Kisah Guru Mandarin yang Kini Diisolasi RSUD Soetomo

Berawal Sakit Flu, Kisah Guru Mandarin yang Kini Diisolasi RSUD Soetomo

Jatim | Senin, 27 Januari 2020 | 13:57 WIB

Cegah Corona, Kapal China yang Masuk ke Kalimantan Diberhentikan

Cegah Corona, Kapal China yang Masuk ke Kalimantan Diberhentikan

News | Senin, 27 Januari 2020 | 13:28 WIB

Ada Wabah Corona, Kepala Imigrasi DIY Imbau Warga Tak ke Luar Negeri Dulu

Ada Wabah Corona, Kepala Imigrasi DIY Imbau Warga Tak ke Luar Negeri Dulu

Jogja | Senin, 27 Januari 2020 | 13:50 WIB

Terisolasi Virus Corona, Khofifah: Mahasiswa Jatim di Wuhan Aman

Terisolasi Virus Corona, Khofifah: Mahasiswa Jatim di Wuhan Aman

Jatim | Senin, 27 Januari 2020 | 13:06 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×