Mensos Ingin Kemensos Penuhi Hak-hak Penyandang Disabilitas

Fabiola Febrinastri

Selasa, 28 Januari 2020 | 10:50 WIB
Mensos Ingin Kemensos Penuhi Hak-hak Penyandang Disabilitas
Mensos, Juliari Batubara. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara minta jajarannya memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi yang terdepan dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Selain pemenuhan kuota penyediaan pekerjaan, Mensos juga minta kepastian bahwa fasilitas di lingkungan Kemensos sudah ramah disabilitas.

“Saya ingatkan kembali adanya kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas 1 persen untuk swasta dan 2 persen untuk instansi pemerintah. Kalau perlu, Kemensos bisa lebih dari 2 persen,” katanya, dalam kunjungan kerjanya ke Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Mensos mengingatkan pentingnya memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas, sekaligus mengimplementasikan Indonesia ramah disabilitas. Adapun jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 21,84 juta orang, atau sekitar 8,56 persen penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, hampir setengahnya merupakan menyandang disabilitas ganda.

Menurut Juliari, populasi itu cukup besar, karena hampir setara dengan jumlah penduduk Malaysia.

“Jumlah 20-an juta orang itu cukup besar, bisa mendirikan negara sendiri. Tapi yang tidak kalah penting, hak-hak mereka perlu diperhatikan,” katanya.

Selain itu, akomodasi para penyandang disabilitas pada sektor lapangan kerja juga merupakan amanat undang-undang. Pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sudah diatur secara jelas tentang kewajiban mengakomodasi penyandang disabilitas di lapangan kerja.

Pada pasal Pasal 53 ayat (1), diamanatkan Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Regulasi yang ada sudah cukup jelas. Bahkan Kemensos juga tengah menyusun regulasi soal ini. Juliari minta agar Kemensos menjadi pihak yang paling depan dalam pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas.

“Kalau kita mau membuat aturan, ya kita harus konsisten melaksanakan. Jadi apa yang perjuangkan itu juga yang harus kita lakukan setiap hari. Jadi kita punya integritas,” kata Mensos.

baca juga

Lebih jauh ia minta kepada jajarannya untuk memetakan bidang kerja di Kemensos yang memungkinkan akomodasi para penyandang disabilitas.

“Kita bisa menampung penyandang disabilitas di jenis-jenis pekerjaan yang tidak terlalu membutuhkan mobilitas tinggi, seperti di bagian call center atau back office. Saya kira, hal ini bisa dilakukan,” katanya.

Terkait implementasi UU No. 8/2016, khususnya kewajiban mengakomodasi para penyandang disabilitas di sektor pekerjaan, juga sudah pernah disampaikan Mensos dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, dalam kesempatan meninjau Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Ciung Wanara dan Balai Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD), di Cibinong, Bogor, beberapa waktu lalu.

“Saya berdiskusi dengan Bapak Wakil Bupati. Mohon disosialisasikan amanat UU tersebut, baik di pemerintahan maupun di kalangan dunia usaha, kan di Bogor ini banyak sekali perusahaan,” tambahnya.

Kepada wakil bupati, Mensos berharap, kesempatan kerja para alumni kedua balai bisa diperluas, khususnya di wilayah Bogor.

Dalam laporannya kepada Mensos, Kepala Badan Pendidikan Pelatihan dan Penyuluhan Sosial, Syahabuddin menyatakan, Pusdiklat Kesejahteraan Sosial adalah lembaga pemerintah yang fungsi utamanya menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kesejahteraan sosial.

Mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial, Pusdiklat Kesejahteraan Sosial merupakan salah satu bagian dari Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kemensos.

“Garis besar penyelenggaraan diklat kesejahteraan sosial difokuskan pada Pengembangan SDM Kesejahteraan Sosial melalui sistem kediklatan yang inovatif dan kompetitif,” katanya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alumni Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Unggul di Pentas Olahraga

Alumni Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Unggul di Pentas Olahraga

News | Senin, 27 Januari 2020 | 09:12 WIB

Mensos : Banyak Kota Kurang Aktif Perbaharui Data Penduduk Prasejahtera

Mensos : Banyak Kota Kurang Aktif Perbaharui Data Penduduk Prasejahtera

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 14:44 WIB

RUU Penanggulangan Bencana Diharapkan Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi

RUU Penanggulangan Bencana Diharapkan Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 09:45 WIB

Mensos Harap Balai Penelitian Kemensos Mampu Jawab Permasalahan Masyarakat

Mensos Harap Balai Penelitian Kemensos Mampu Jawab Permasalahan Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:38 WIB

Mensos : Program Sembako Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Mensos : Program Sembako Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:31 WIB

Kartu Penyandang Disabilitas Membantu Keadaan Finansial

Kartu Penyandang Disabilitas Membantu Keadaan Finansial

Your Say | Rabu, 22 Januari 2020 | 17:09 WIB

Terkini

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:42 WIB

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:41 WIB

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:05 WIB

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

×