WNI Terduga Teroris Ingin Pulang, Mahfud MD Khawatir Bahayakan Negara

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir | Suara.com

Selasa, 28 Januari 2020 | 15:54 WIB
WNI Terduga Teroris Ingin Pulang, Mahfud MD Khawatir Bahayakan Negara
Menkopolhukam Mahfud MD saat ditemui wartawan di kantornya. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah hingga aat ini masih mempertimbangkan terkait rencana pemulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi teroris pelintas batas atau foreign terrorist fighters (FTF).

Mahfud menuebut pemerintah Indonesia masih memerlukan pertimbangan yang matang agar rencana pemulangan ratusan WNI terduga teroris FTF itu tidak lantas membahayakan negara.

Berdasarkan pertimbangan konstitusi, ratusan WNI terduga teroris FTF itu memiliki hak untuk pulang ke tanah air. Hanya, berdasar pertimbangan lain ada pula kekhawatiran pemulangan mereka akan menularkan paham terorisme.

"Oleh sebab itu sedang dipertimbangkan caranya agar tidak melanggar hukum dan HAM, juga tidak membahaykan negara, tidak membiarkan virus-virus teror tumbuh di sini," kata Mahfud usai mengahdiri acara Penandatanganan Perjanjian Kinerja BNPT di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengungkapkan kekinian pemerintah dibawah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tengah merumuskan cara dan menganalisa dampak terkait rencana pemulangan ratusan WNI terduga teroris FTF tersebut.

Menurutnya, pemerintah akan segera menyampaikan keputusannya setelah melakukan analisa.

"Nanti kalau dipulangkan apa langkahnya, kalau tidak dipulangkan apa alasannya. Nanti semua akan dianalisis lalu, akan diputuskan oleh pemerintah," katanya.

Sebelumnya, Mahfud menyebutkan ada sekitar 660 WNI yang diduga teroris FTF tersebar dibeberapa negara. Mahfud menyampaikan bahwa beberapa WNI terduga FTF tersebut ada yang meminta dipulangkan, disisi lain ada pula negara yang bersangkutan memintanya pulang ke Indonesia.

"WNI jumlanya kira-kira 660 begitu yah. Ini kan sekarang persoalannya mereka ini ada yang minta pulang, ada yang menyuruh dipulangkan," kata Mahfud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD: Aparat Penegak Hukum Masih Dianggap Musuh Oleh Pelaku Teror

Mahfud MD: Aparat Penegak Hukum Masih Dianggap Musuh Oleh Pelaku Teror

News | Selasa, 28 Januari 2020 | 14:18 WIB

Bareskrim Polri Bentuk Tim Khusus Tangani Dugaan Korupsi Asabri

Bareskrim Polri Bentuk Tim Khusus Tangani Dugaan Korupsi Asabri

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2020 | 05:25 WIB

Mahfud MD: Haram Dirikan Negara Seperti di Zaman Nabi

Mahfud MD: Haram Dirikan Negara Seperti di Zaman Nabi

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 06:28 WIB

Mahfud MD Mau ke Malaysia Bahas Cara Atasi Gerombolan Abu Sayyaf

Mahfud MD Mau ke Malaysia Bahas Cara Atasi Gerombolan Abu Sayyaf

News | Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:42 WIB

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:38 WIB