Melihat kejadian itu, Mawar pun merasa kaget bukan kepalang. Ia tak menyangka dikhianati oleh dua orang terdekatnya.
Ia lalu mengusir X dan AT dari kamarnya, lalu balik ke stasiun sambil bercucuran air mata.
"Si X dan AT sudah di kamar AT. Mereka tanpa sepatah kata. Aku teriakin ke kamarnya, kalo aku au putus dengan X. Setelah itu aku pergi. Sambil jalan aku baru bercucuran air mata, perih, sakit," katanya.
Cuitan soal kisah Mawar itupun menuai perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang memberi dukungan kepada Mawar.