Mahfud MD Ucap Syukur, Tak Ada WNI Kena Virus Corona

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Minggu, 09 Februari 2020 | 12:30 WIB
Mahfud MD Ucap Syukur, Tak Ada WNI Kena Virus Corona
Menkopolhukam Mahfud MD saat ditemui wartawan di kantornya. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Wabah virus corona yang mengancam sejumlah negara terus menjadi perhatian khalayak dunia. Tak terkecuali dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mah fud MD yang turut memberi tanggapan.

Mahfud mengucapkan syukur, lantaran hingga kekinian tidak ada warga negara Indonesia yang terjangkit virus mematikan tersebut. Hal itu disampaikan Mahfud melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd.

"Kita harus bersyukur sampai kini Indonesia tidak terserang oleh virus corona. Tidak ada seorangpun terinfeksi corona," cuitnya seperti dikutip Suara.com, Minggu (9/2/2020).

Selain Iaman dari virus corona, menurut Mahfud semua fasilitas umum di Tanah Air juga berjalan normal, sehingga warga bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik.

Bukan tanpa sebab, kata Mahfud, kondisi ini bisa tercipta lantaran pemerintah bertindak cepat mengantisipasi virus corona.

"Pusat-pusat pembelanjaan, bandara, stasiun, terminal masih berjalan normal. Alhamdulillah, Allahu akbar, kita cepat bertindak, megantisipasi, mengevakuasi, dan mengobservasi," imbuhnya.

Kontan saja, cuitan Mahfud tersebut menuai perhatian warganet. Sejak diunggah, cuitan itu telah mendapat 560 retweets dan 3,8 ribu likes.

Cuitan Mahfud MD soal virus corona. (Twitter/@mohmahfudmd)
Cuitan Mahfud MD soal virus corona. (Twitter/@mohmahfudmd)

Untuk diketahui, berdasarkan laporan Komisi Kesehatan Nasional, hingga Sabtu (8/2) jumlah korban meninggal akibat virus corona di China mencapai 811 orang.

Pasien yang meninggal pada hari itu mencapai rekor harian yakni 89 kematian. Sebanyak 81 kematian ditemukan di Provinsi Hubei, China Tengah, sebagai pusat penyebaran virus corona. Sedangkan tujuh korban lainnya ditemukan di tempat lain.

Dikutip dari laman Reuters, jumlah korban meninggal sebanyak 811 orang melebihi kematian akibat epidemik Infeksi Saluran Pernapasan Berat (SARS) pada 2002-2003. Saat itu korban meninggal karena SARS mencapai 774 orang.

baca juga

Sejak 1 Februari, terjadi penurunan kasus infeksi baru pada Sabtu, menjadi 2.656 kasus. Tercatat, sebanyak 2.147 kasus berada di Provinsi Hubei.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Virus Corona, Begini Proses Pemulangan Turis China di Bali

Wabah Virus Corona, Begini Proses Pemulangan Turis China di Bali

News | Minggu, 09 Februari 2020 | 09:04 WIB

5 Update Virus Corona di Indonesia Seminggu Terakhir

5 Update Virus Corona di Indonesia Seminggu Terakhir

Health | Minggu, 09 Februari 2020 | 08:38 WIB

Peneliti Harvard: Virus Corona Seharusnya Sudah Ada di Indonesia

Peneliti Harvard: Virus Corona Seharusnya Sudah Ada di Indonesia

Tekno | Minggu, 09 Februari 2020 | 07:15 WIB

Pendapat Ganjar dan Kang Emil Soal WNI eks ISIS dan 4 Berita Populer Lain

Pendapat Ganjar dan Kang Emil Soal WNI eks ISIS dan 4 Berita Populer Lain

News | Minggu, 09 Februari 2020 | 10:57 WIB

Terkini

Negara Gagal Biayai Wajib Belajar, Anak Miskin Malah Disandera Ijazahnya

Negara Gagal Biayai Wajib Belajar, Anak Miskin Malah Disandera Ijazahnya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:39 WIB

Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti

Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:38 WIB

Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?

Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:34 WIB

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:30 WIB

'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda

'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:21 WIB

Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi

Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:18 WIB

Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian

Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:02 WIB

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

×