21 WNI Pulang Dari China, Kemenkes Minta Pemda Ikut Pantau Kesehatan

Chandra Iswinarno | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Senin, 10 Februari 2020 | 18:46 WIB
21 WNI Pulang Dari China, Kemenkes Minta Pemda Ikut Pantau Kesehatan
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes) Anung Sugihantono. [Suara.com/Julianto]

Suara.com - Sebanyak 21 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan China daratan dipulangkan ke tanah air pada Senin (10/2/2020) pagi tadi. Rencananya, mereka akan tiba di Indonesia pada sore ini.

Merespon hal tersebut, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihartono menyatakan telah berkoordinasi untuk memantau kondisi kesehatan mereka. Koordinasi tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah tempat tinggal 21 WNI tersebut.

Anung menjelaskan, pihaknya meminta agar pemerintah daerah setempat untuk memberi edukasi dan akses pada 21 WNI tersebut. Hal itu dilakukan, jika dalam 14 hari ke depan ada keluhan dari para WNI tersebut.

"Sudah kami sampaikan ke daerah untuk memberikan edukasi dan akses seandainya di dalam masa 14 hari atau berapa puluh hari ke depan ada keluhan dari yang bersangkutan agar dapat respons dari layanan kesehatan," kata Anung di Kantor Staf Presiden, Senin (10/2/2020).

Anung mengklaim, pihaknya telah mengantongi identitas 21 WNI yang dipulangkan dari China tersebut. Untuk itu, pihaknya akan tetap memonitor 21 WNI itu agar terpantau kesehatannya.

"Kami sudah dapat 21 nama WNI yang akan pulang dan kami siapkan teman-teman di daerah untuk melakukan notifikasi ke daerah dan daerah. Melakukan survaillance atau pengamatan di rumah masing-masing atau di mana, melalui head alert card dan kami monitor agar terus dapat akses layanan kesehatan," sambungnya.

Lebih jauh, Anung menyebut jika 21 WNI itu akan pulang melalui Malaysia. Sebab, penerbangan dari dan ke China kekinian masih ditutup.

Untuk itu, Anung mengatakan para WNI tersebut akan mengisi Head Alert Card di masing-masing bandara tujuan. Hal tersebut menjadi prosedur dalam pemulangan mereka ke Tanah Air.

"Terhadap mereka yang pulang melalui Malaysia, 21 WNI, prosedur kami, persis dengan prosedur lain. Cuma ada notifikasi yang berbeda, mengisi head alert card di tingkat bandara masing-masing. Malaysia ini banyak masuknya ada Bandung, Jogja, Surabaya, di pintu masuk embarkasi mereka isi head alert card dan ini yang sudah kami sampaikan, 21 WNI ini masuk ke provinsi mana," tutup Anung.

Sebelumnya, Pusat Informasi Terpadu 2019-nCoV Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar video telekonferensi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, China, Senin (10/2/2020). Kegiatan tersebut dihelat guna mengetahui kondisi termutakhir para WNI di China terkait kasus virus corona.

Dalam video telekonfrensi di Kantor Staf Presiden, Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menyebut sebanyak 1.890 WNI masih berada di kawasan China daratan. Angka tersebut menurun dari total 16.500 WNI yang sebelumnya berada di sana pada Desember 2019.

Termutakhir, sebanyak 21 WNI dipulangkan ke Indonesia pagi tadi. Mereka dipulangkan dari Beijing dan dipastikan sore ini mendarat di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan WNI di China Dipulangkan, Kemenlu: Bukan Dari Kawasan Terisolasi

Puluhan WNI di China Dipulangkan, Kemenlu: Bukan Dari Kawasan Terisolasi

News | Senin, 10 Februari 2020 | 18:36 WIB

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Atlet Tak Diwajibkan Salaman di BATC

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Atlet Tak Diwajibkan Salaman di BATC

Sport | Senin, 10 Februari 2020 | 18:33 WIB

Kemenkes RI Sanggah Tuduhan Indonesia Tak Mampu Deteksi Virus Corona

Kemenkes RI Sanggah Tuduhan Indonesia Tak Mampu Deteksi Virus Corona

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 18:27 WIB

Dokter Peringatkan Pasien yang Pulih Masih Bisa Tularkan Virus Corona

Dokter Peringatkan Pasien yang Pulih Masih Bisa Tularkan Virus Corona

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 18:11 WIB

Masih Diisolasi, Kondisi WNI Positif Corona di Singapura Berangsur Stabil

Masih Diisolasi, Kondisi WNI Positif Corona di Singapura Berangsur Stabil

News | Senin, 10 Februari 2020 | 17:52 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB