Pemerintah Optimis 2020 Pertumbuhan Ekonomi RI Meningkat, Ini Alasannya

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Senin, 10 Februari 2020 | 21:51 WIB
Pemerintah Optimis 2020 Pertumbuhan Ekonomi RI Meningkat, Ini Alasannya
Staf Khusus Presiden Arif Budimanta (dua dari kiri) di Wisma Negara, Jakarta, Senin (10/2/2020). (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Staf Khusus Presiden Arif Budimanta mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat tahun 2020. Hal tersebut merespon pertumbuhan ekonomi yang naiknya hanya 5,02 persen pada tahun 2019 lalu.

Sesuai terget, peningkatan ekonomi Indonesia akan naik sebesar 5,3 persen pada tahun ini. Ia menyebut ada ada beberapa faktor yang disebut Arif akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Tahun 2020 kita punya asumsi PE di APBN 5,3 persen, maka kemudian ada faktor eksternal yang akan menopang sehingga bisa tumbuh baik," kata Arif di Wisma Negara, Kompleks Kepresidenan, Senin (10/2/2020).

Faktor pertama adalah rezim suku bunga rendah yang terjadi disejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, serta Uni Eropa. Hal tersebut diklaim Arif dapat membuat terjadi capital inflow ke Indonesia.

"Pertama adalah rezim suku bunga rendah yang di banyak negara maju apakah Jepang, AS, UE, dan ini yang membuat kapital inflow ke Indonesia relatif menarik. Di sana rezim suku bunga negatif dan di sini seven days reponya 5. Lalu obligasi suku bungs rata-rata 7 persen. Ini faktor eksternal yang mendorong perekonomian Indonesia," jelasnya.

Kemudian faktor selanjutnya kata Arief adalah membaiknya harga komoditas, salah satunya Crude Palm Oli (CPO) dalam sektor ekspor. Ekspor minyak kelapa sawit diklaim ampuh sebagai andalan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kemudian membaiknya harga komoditas. Salah satu yang membaik adalah CPO yang merupakan andalan ekspor Indonesia," kata Arif.

Meski demikian, ia menyebut ada beberapa risiko yang disinyalir dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mislanya, melambatnya mitra dagang.

Kemudian kontribusi dagang Indonesia dan China terhadap neraca dagang.

baca juga

"Dari sisi eksternal kita juga hadapi risiko, melambatnya ekonomi mitra dagang. Misalnya China. Kontribusi perdagangan Indonesia-China, terhadap neraca dagang kurang lebih 17 persen. Jadi kalau China bergejolak dari sisi demand maka akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia," kata Arif.

Hal itulah yang melandasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengarahkan ekspor ke pasar tradisional. Selain itu, pemerintah akan membangun hubungan ekonomi ke negara lain seperti Australia.

"Arahan presiden, kita arahkan ekspor ke pasar nontradisional. Ini sebagai sebuah harapan kalau di Aussie ada semacam action plan untuk 5 tahun ke depan dalam IA-CEPA, kita harapkan bisa memperbaiki neraca dagang kita dengan Aussie dan neraca dagang lebih positif," tutup Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Papua Minus, Istana: Sektor Pertambangan Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Papua Minus, Istana: Sektor Pertambangan Penyebabnya

News | Senin, 10 Februari 2020 | 20:18 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,02 Persen, Stafsus Jokowi: Nilai Ekspor Turun

Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,02 Persen, Stafsus Jokowi: Nilai Ekspor Turun

News | Senin, 10 Februari 2020 | 20:01 WIB

Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Your Say | Senin, 10 Februari 2020 | 16:26 WIB

Akui Wabah Corona Bikin Ekonomi Rapuh, Jokowi: Negara-negara Lain Juga Kena

Akui Wabah Corona Bikin Ekonomi Rapuh, Jokowi: Negara-negara Lain Juga Kena

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 03:00 WIB

Terkini

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:29 WIB

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:25 WIB

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:24 WIB

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:22 WIB

×