Buat Prank Virus Corona di Kereta, Pria Rusia Dipenjara 5 Tahun

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Buat Prank Virus Corona di Kereta, Pria Rusia Dipenjara 5 Tahun
Prank virus corona di kereta bawah tanah Moskow (instagram/@pranks.rus)

Pengacaranya mengklaim bahwa lelucon itu hanya untuk meningkatkan kesadaran terhadap virus corona.

Suara.com - Karomatullo Dzhaborov, ditangkap setelah melakukan prank virus corona di dalam kereta bawah tanah di Moskow, Rusia. Ia pura-pura pingsan di tengah penumpang yang ramai.

Dalam rekaman video yang beredar, Dzhaborov memakai masker, tiba-tiba pingsan dan mulai kejang-kejang.

Dilaporkan Daily Mail, Selasa (11/2/2020), awalnya, penumpang lain terlihat bergegas membantu Dzhaborov. Tetapi ketika pria itu mulai kejang-kejang, penumpang berlarian dan bergegas keluar dari gerbong.

Terdengar orang berteriak bahwa pria itu terjangkit virus corona dalam video yang viral tersebut.

Baca Juga: Pemkab Akan Kirim Bantuan Masker jika Ada TKI dari Gunungkidul di Hong Kong

Rekaman kejadian itu pertama kali diposting pada 2 Februari, tetapi kekinian telah dihapus. Tidak jelas kapan tepatnya itu prank ini dilakukan.

Polisi kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan pria yang melakukan prank tersebut. Dzhaborov ditangkap pada hari Senin (10/2).

Tersangka utama ditahan atas dugaan perilaku mengganggu di muka umum. Tindakan ini dapat diganjar dengan hukuman maksimum lima tahun penjara dan denda 500.000 rubel atau setara Rp 108 juta.

Pengacara Dzhaborov, Aleksey Popov mengatakan kliennya menyerahkan diri kepada polisi setelah surat perintah dikeluarkan.

Pelaku mengaku tidak pernah berharap situasinya menjadi begitu tidak terkendali.

Baca Juga: Tangkal Kepulangan WNI Eks ISIS, Pemerintah Awasi Jalur Tikus

Popov juga mengklaim bahwa lelucon kliennya hanya untuk meningkatkan kesadaran terhadap virus corona.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS