Diminta Buktikan 689 Eks ISIS Masih WNI, Fadli Zon: Diverifikasi Satu-satu

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 13 Februari 2020 | 13:46 WIB
Diminta Buktikan 689 Eks ISIS Masih WNI, Fadli Zon: Diverifikasi Satu-satu
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon menyebut 689 orang eks ISIS di Suriah menjadi tanggungjawab Indonesia lantaran berstatus WNI. Namun, ia tampak kebingungan saat diminta membuktikan bila ratusan orang tersebut masih WNI.

Momen tersebut terjadi saat keduanya menjadi pembicara di acara Mata Najwa bertajuk 'Menangkis ISIS', Rabu (13/2/2020). Awalnya, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwan menyebut bila para eks ISIS yang ada di Suriah sudah tidak lagi berstatus WNI.

"Bapak presiden Jokowi hari ini sudah menyampaikan bahwa beliau menolak pemulangan terhadap anggota ISIS eks WNI," kata Hikmahanto seperti dikutip Suara.com, Kamis (13/2/2020).

Menanggapi hal itu, Fadli meminta agar semua pihak menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin. Meski demikian, Fadli tetap bersikeras menyebut 689 orang eks ISIS masih berstatus sebagai WNI.

"Masalah ini harus didekati dengan kepala dingin karena bagaimanapun 689 orang di sana itu menurut saya adalah Warga Negara Indonesia," ujar Fadli.

Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Iqbal Asaputro)
Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Mendengar pernyataan Fadli, Hikmahanto menantang Fadli untuk membuktikan status kewarganegaraan tersebut. Fadli juga balik menantang Hikmahanto untuk membuktikan mereka bukan lagi WNI.

"Buktikan kalau itu Warga Negara Indonesia, pak Fadli Zon," ungkap Hikmahanto.

"Dan harus dibuktikan juga bahwa mereka bukan Warga Negara Indonesia," jawab Fadli Zon.

Hikmahanto langsung membeberkan bukti. Ia mengutip UU Nomor 2 Tahun 2007 pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan status kewarganegaraan akan hilang dengan sendirinya. Ia juga mencontohkan kasus eks Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar yang kehilangan kewarganegaraan WNI setelah memiliki paspor AS.

baca juga

"Kalau di undang-undang jelas dengan sendirinya, terbukti ada pak Arcandra Tahar," jawab Hikmahanto.

Fadli tak menjawab tantangan dari Hikmahanto yang telah membuktikan pernyataannya. Fadli justru meminta agar tidak menyamaratakan ratusan orang itu merupakan anggota ISIS dan memverifikasi satu per satu untuk membuktikannya.

"Bukan, bagaimana mau membuktikaan 689 itu sebagai generalisasi, semua harus diverifikasi satu-satu," jawab Fadli.

Mendengar jawaban Fadli, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman balik bertanya kepada Fadli Zon mengenai tanggapan ratusan orang itu masuk dalam keanggotaan ISIS atau tidak.

Fadli Zon tak menjawab, ia justru meminta pemerintah membuktikannya. Jawaban Fadli tersebut ditangapi dengan senyuman oleh Fadjroel.

"ISIS itu sudah jelas salah. Kita harus buktikan. Ada juga mereka korban, ada anak-anak," ungkap Fadli.

Komisi III Dukung Pemerintah Buka Peluang Pulangkan Anak-anak WNI Eks ISIS

11 Potensi Ancaman WNI eks ISIS, Diabaikan Jadi Liar, Dipulangkan Bisa Kambuh. (Suara.com/Iqbal Asaputro)
11 Potensi Ancaman WNI eks ISIS, Diabaikan Jadi Liar, Dipulangkan Bisa Kambuh. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

BACA JUGA: WNI Eks ISIS Tak Dipulangkan? Ini 5 Potensi Ancaman yang Patut Diwaspadai

Komisi III DPR RI sepakat dengan pemerintah yang menolak memulangkan WNI eks kombatan ISIS dari Timur Tengah. Menurut Komisi III langkah pemerintah tersebut sudah tepat.

Meski begitu, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa mengatakan pemerintah perlu memberikan kebijakan khusus dengan membuka peluang untuk memulangkan anak-anak WNI eks kombatan ISIS.

"Kalimat awal pemerintah sudah betul agar sikapnya jelas, kalau kalian paham tentang hukum perang itu kombatan yang terlibat dalam serdadu negara lain atau kegiatan tentara bayaran di negara lain. Sikap pemerintah sudah betul, tapi kan yang lain anak-anaknya, istrinya, apakah semuanya kombatan? Kan tidak. Ada istri, anaknya," kata Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Desmond menuturkan, dalam hal ini pemerintah perlu pro aktif untuk mendata dan mendeteksi WNI eks ISIS khususnya bagi mereka yang masih anak-anak, apakah mereka berpulang dipulangkan atau tidak.

BACA JUGA: Jika WNI Eks ISIS Dipulangkan ke Indonesia, Ini 6 Potensi yang Bisa Terjadi

"Di sini lah aku pikir kearifan pemerintah untuk mendeteksi sejak awal agar ada kebijakan khusus terhadap mereka. Toh kebijakan-kebijakan ini terjadi, misalnya banyak orang yang diusulkan karena punya prestasi jadi WNI karena ahli sepak bola," kata Desmond.

Sementara itu, terkait pemerintah yang mewacanakan kepulangan anak-anak WNI eks ISIS, Desmond mengatakan bahwa Komisi III setuju atas wacana tersebut.

"Oh iya mendukung lah. WNA saja dalam rangka kepentingan nasional untuk bola, basket, didukung. Ini WNI bapaknya melepas tapi anak ini kan masih ada masa dia mau balik kita tidak bisa terima," ujar Desmond.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Nama Prabowo Jadi Perdebatan dalam Bahasan Terorisme

Saat Nama Prabowo Jadi Perdebatan dalam Bahasan Terorisme

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 12:28 WIB

Wacana Anak WNI Eks ISIS Dipulangkan, Pemerintah Diminta Waspadai Hal Ini

Wacana Anak WNI Eks ISIS Dipulangkan, Pemerintah Diminta Waspadai Hal Ini

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:51 WIB

Dicecar Janji DPR Bikin Tim Pengawas Terorisme, Fadli Zon dan Ace Geragapan

Dicecar Janji DPR Bikin Tim Pengawas Terorisme, Fadli Zon dan Ace Geragapan

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:16 WIB

Jokowi Sebut Pemerintah Hanya Mau Pulangkan Anak WNI Eks ISIS yang Yatim

Jokowi Sebut Pemerintah Hanya Mau Pulangkan Anak WNI Eks ISIS yang Yatim

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 17:14 WIB

Sah! WNI Eks ISIS Tak Dipulangkan, Apa Potensi Dampaknya untuk Pemerintah?

Sah! WNI Eks ISIS Tak Dipulangkan, Apa Potensi Dampaknya untuk Pemerintah?

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 16:43 WIB

Ogah Pulangkan WNI Eks ISIS, Pemerintah Bakal Verifikasi Kewarganegaraan

Ogah Pulangkan WNI Eks ISIS, Pemerintah Bakal Verifikasi Kewarganegaraan

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 14:03 WIB

Tak Dipulangkan, Intelektual NU: Jangan Matikan Impian Anak WNI Eks ISIS

Tak Dipulangkan, Intelektual NU: Jangan Matikan Impian Anak WNI Eks ISIS

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 14:37 WIB

Terkini

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:15 WIB

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:11 WIB

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 18:10 WIB

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:05 WIB

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:03 WIB

×