Jokowi Jawab Kritikan Soal Dampak Lingkungan Pembangunan Ibu Kota Baru

Bangun Santoso | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Jum'at, 14 Februari 2020 | 12:50 WIB
Jokowi Jawab Kritikan Soal Dampak Lingkungan Pembangunan Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Rencana pemindahan ibu kota baru Indonesia terus digodok. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan gambaran baru mengenai pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Saat menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Kamis (6/2/2020) lalu, Jokowi menyinggung beban yang ada di Pulau Jawa, khususnya di DKI Jakarta sudah sangat besar. Jokowi menyebut, populasi di Pulau Jawa mencapai 149 juta jiwa.

Namun demikian, rencana pemindahan ibu kota ke Penajam Pasar Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mendapat kritikan dari aktivis lingkungan. Contohnya, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang menilai pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur berpotensi mengancam kehidupan flora dan fauna yang tinggal di pulau Borneo.

Dalam wawancara eksklusif BBC Indonesia yang tayang pada 13 Februari 2020, Jokowi angkat bicara terkait kritikan itu. Menurutnya, kawasan Kalimantan Timur merupakan hutan produksi, buka hutan alam maupun tropical land forest.

Jokowi menyebut, dari luas 256 ribu hektare di sana, lokasi ibu kota baru hanya memakai 56 ribu. Menurutnya, banyak lahan-lahan kosong yang nantinya akan dihijaukan.

"Dari 56.000 hektare yang kita pakai, mulai sekarang ini hanya (dipakai) 5.000 hektare, artinya justru banyak lahan-lahan yang ingin kita perbaiki dan kita hijaukan. Lingkungan yang kita perbaiki, karena di sana terus terang hutannya juga sudah rusak, ini tugas kita di situ," kata Jokowi seperti dikutip dari wawancara eksklusif BBC Indonesia.

Jokowi mengaku, dirinya telah memerintahkan para meterinya untuk membangun kebun bibit. Total, kurang lebih 17 ribu bibit tanaman disiapkan untuk perbaikan.

"Kemudian di situ juga ada hutan mangrove yang akan kita pagari, kita proteksi karena konsep ibu kota ini adalah negara rimba nusa. Rimba artinya forest, jungle, nusa artinya pulau, jadi kita ingin justru memproteksi, melindungi dan memperbaiki hutan yang ada," sambungnya.

Wartawan BBC News, Karishma Vaswani juga sempat menanyakan soal jaminan untuk masyarakat adat dan hak lingkungan mereka akan terlindungi. Jokowi menjawab karena konsep ibu kota adalah konsep rimba nusa.

"Ya, karena memang konsep ibu kota ini adalah konsep rimba nusa. Konsep very green city, smart city, compact city, dan zero emission. Beda," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Merah Johansyah mempresiksi jika sebagain flora dan fauna di Kalimantan Timur terancam punah akibat proyek pembangunan ibu kota baru.

Hal itu dikatakan Merah dalam diskusi bertajuk 'Ibu Kota Baru untuk Siapa?' di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019). Merah menyampaikan bahwa flora dan fauna tersebut terancam punah lantaran habitat mereka hilang karena adanya pembangunan.

"Kalau habitatnya rusak mereka akan masuk ke daerah pemukiman, nah itu dampaknya bisa seperti itu. Yang kedua, kepunahan, ada beberapa endangered species yang dapat hilang," kata Merah.

Merah lantas menyebutkan salah satu fauna endemik pulau Borneo yang terancam punah akibat mega proyek pembangunan ibu kota baru adalah bekantan. Selain itu, beberapa fauna lainnya yang terancam punah yakni pesut, beruang madu, dan orangutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Minta WNI eks Wuhan di Natuna Diterima saat Pulang

Jokowi Minta WNI eks Wuhan di Natuna Diterima saat Pulang

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 11:27 WIB

Cerita Jokowi Kerja Keras Agar Virus Corona Tak Masuk Indonesia

Cerita Jokowi Kerja Keras Agar Virus Corona Tak Masuk Indonesia

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 11:20 WIB

238 WNI Siap Dipulangkan dari Karantina, Jokowi: Tak Ada Masalah

238 WNI Siap Dipulangkan dari Karantina, Jokowi: Tak Ada Masalah

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 11:16 WIB

KPK Hormati Hasil Survei Kepercayaan Publik Turun

KPK Hormati Hasil Survei Kepercayaan Publik Turun

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 06:35 WIB

Hari Ini Jokowi ke Yogyakarta, Tanam Pohon sampai ke Merapi

Hari Ini Jokowi ke Yogyakarta, Tanam Pohon sampai ke Merapi

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 06:30 WIB

Mendarat di Jogja, Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Taman Nasional Gunung Merapi

Mendarat di Jogja, Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Taman Nasional Gunung Merapi

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 23:55 WIB

Status Stateless WNI Eks ISIS Bisa Disahkan Melalui Keppres

Status Stateless WNI Eks ISIS Bisa Disahkan Melalui Keppres

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:07 WIB

Terkini

Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!

Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:42 WIB

Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!

Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:32 WIB

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:28 WIB

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:19 WIB

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:09 WIB

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:06 WIB

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:01 WIB

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:44 WIB

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:28 WIB

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB