Klaim Sudah Buka Papua untuk Jurnalis, Jokowi Akui Sempat Putus Internet

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio | Suara.com

Jum'at, 14 Februari 2020 | 15:42 WIB
Klaim Sudah Buka Papua untuk Jurnalis, Jokowi Akui Sempat Putus Internet
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim selama lima tahun pertama ia menjabat, pemerintah sudah membuka akses seluas-luasnya bagi jurnalis untuk mewartakan seluruh peristiwa yang terjadi di Papua.

Jokowi mengatakan seluruh akses informasi tentang Papua yang dicari wartawan akan mudah ditemukan di Papua baik media luar ataupun dalam negeri.

"Lima tahun yang lalu, supaya diingat, saya buka Papua untuk seluruh jurnalis, baik di dalam negeri maupun jurnalis asing. Kami buka," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan bbc -jaringan suara.com- di Candi Prambanan, Yogyakarta, Selasa (12/2/2020).

Namun, jika terjadi konflik seperti kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat pada pertengahan tahun 2019 lalu, maka pemerintah akan membatasi akses jurnalis demi menjaga iklim ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan di sana tetap berlangsung.

"Tapi kemarin ada peristiwa kerusuhan. Tentu saja negara harus mengamankan rakyat di Papua karena kita sedang membangun ekonomi di Papua, kita sedang membangun infrastruktur Papua," tegasnya.

Oleh sebab itu, dia menyebut pemutusan akses internet yang dilakukan pemerintah melalui Kemenkominfo saat terjadi kerusuhan sudah merupakan hal yang tepat untuk melindungi iklim ekonomi di Papua.

"Saya kira biasalah kita menghentikan dalam sehari, 2 hari, atau seminggu tapi ya setelah normal fasilitas itu kita buka kembali. Tidak hanya di papua kok di Jakarta waktu terjadi kerusuhan juga kita lakukan sehari, 2 hari," ucap Jokowi.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak memungkiri bahwa ada sebagian orang yang tidak terima dengan pembangunan yang dilakukan di Bumi Cendrawasih.

"Tapi juga diingat dalam Pilpres kemarin Papua memberi kontribusi, 90 persen memilih saya," kata Jokowi.

Jokowi mengingat sudah sekitar 13 kali mengunjungi Papua, beberapa proyek pembangunan nasional seperti jalan Trans-Papua sepanjang 4330 Km menjadi program prioritasnya yang disebutnya bisa digunakan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Papua.

Sementara, di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, Jokowi tengah digugat oleh Tim Pembela Kebebasan Pers yang terdiri dari penggugat Aliansi Jurnalis Independen, SAFEnet, YLBHI, LBH Pers, Elsam, ICJR dan KontraS.

Objek gugatan yang diajukan adalah tindakan pemutusan jaringan internet yang dilakukan pada 19 hingga 20 Agustus 2019, tindakan pemutusan akses internet sejak 21 Agustus sampai 4 September 2019, dan lanjutan pemutusan akses internet sejak 4 sampai 11 September 2019.

Tim menganggap tindakan pemerintah ini telah melanggar UU 40/1999 tentang Pers dan UU 12/2005 yang mengatur kebebasan mencari, menerima, serta memberi informasi.

Para penggugat menilai hakim perlu menyatakan keputusan pemerintah tersebut 'melawan hukum' agar tidak menjadi preseden buruk bagi demokrasi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bilang Non Muslim Bisa Jadi Presiden, Jokowi: Dulu Wakil Saya Orang Kristen

Bilang Non Muslim Bisa Jadi Presiden, Jokowi: Dulu Wakil Saya Orang Kristen

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 13:55 WIB

Sebut WNI Non Muslim Bisa Jadi Presiden, Jokowi: Kalau Rakyat Menghendaki

Sebut WNI Non Muslim Bisa Jadi Presiden, Jokowi: Kalau Rakyat Menghendaki

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 13:53 WIB

Bantah Dinasti Politik, Jokowi Janji Tak Akan Kampanye untuk Gibran

Bantah Dinasti Politik, Jokowi Janji Tak Akan Kampanye untuk Gibran

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 13:27 WIB

Jokowi: Prioritas Saya Infrastruktur dan SDM, Lingkungan Sama HAM Nanti

Jokowi: Prioritas Saya Infrastruktur dan SDM, Lingkungan Sama HAM Nanti

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 13:10 WIB

Terkini

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB