alexametrics

Klaim Sudah Buka Papua untuk Jurnalis, Jokowi Akui Sempat Putus Internet

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Klaim Sudah Buka Papua untuk Jurnalis, Jokowi Akui Sempat Putus Internet
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

"Jika terjadi konflik seperti kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat pada pertengahan tahun 2019 lalu, maka pemerintah akan membatasi akses jurnalis."

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim selama lima tahun pertama ia menjabat, pemerintah sudah membuka akses seluas-luasnya bagi jurnalis untuk mewartakan seluruh peristiwa yang terjadi di Papua.

Jokowi mengatakan seluruh akses informasi tentang Papua yang dicari wartawan akan mudah ditemukan di Papua baik media luar ataupun dalam negeri.

"Lima tahun yang lalu, supaya diingat, saya buka Papua untuk seluruh jurnalis, baik di dalam negeri maupun jurnalis asing. Kami buka," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan bbc -jaringan suara.com- di Candi Prambanan, Yogyakarta, Selasa (12/2/2020).

Namun, jika terjadi konflik seperti kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat pada pertengahan tahun 2019 lalu, maka pemerintah akan membatasi akses jurnalis demi menjaga iklim ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan di sana tetap berlangsung.

Baca Juga: Menpora Bangga Arena Akuatik PON 2020 Papua Berstandar Internasional

"Tapi kemarin ada peristiwa kerusuhan. Tentu saja negara harus mengamankan rakyat di Papua karena kita sedang membangun ekonomi di Papua, kita sedang membangun infrastruktur Papua," tegasnya.

Oleh sebab itu, dia menyebut pemutusan akses internet yang dilakukan pemerintah melalui Kemenkominfo saat terjadi kerusuhan sudah merupakan hal yang tepat untuk melindungi iklim ekonomi di Papua.

"Saya kira biasalah kita menghentikan dalam sehari, 2 hari, atau seminggu tapi ya setelah normal fasilitas itu kita buka kembali. Tidak hanya di papua kok di Jakarta waktu terjadi kerusuhan juga kita lakukan sehari, 2 hari," ucap Jokowi.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak memungkiri bahwa ada sebagian orang yang tidak terima dengan pembangunan yang dilakukan di Bumi Cendrawasih.

"Tapi juga diingat dalam Pilpres kemarin Papua memberi kontribusi, 90 persen memilih saya," kata Jokowi.

Baca Juga: Berjalan Sesuai Rencana, Papua Berbenah Menyambut PON 2020

Jokowi mengingat sudah sekitar 13 kali mengunjungi Papua, beberapa proyek pembangunan nasional seperti jalan Trans-Papua sepanjang 4330 Km menjadi program prioritasnya yang disebutnya bisa digunakan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Papua.

Komentar