Bullying Purworejo, Gubernur Jateng Respons Cepat Surat Terbuka Aktivis

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 17 Februari 2020 | 08:59 WIB
Bullying Purworejo, Gubernur Jateng Respons Cepat Surat Terbuka Aktivis
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Kasus bullying atau perundungan yang menimpa seorang siswi di SMP Purworejo, Jawa Tengah, menyita perhatian publik. Sejumlah aktivis advokasi difabel bahkan menuliskan surat terbuka yang disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengan (Jateng), Ganjar Pranowo.

Tak disangka, hal-hal yang mereka utarakan tersebut langsung direspons secara cepat oleh Ganjar, hanya selang beberapa jam.  Mereka langsung dihubungi dan diajak berdiskusi untuk menyelesaikan persoalan.

Mereka  menuliskan uneg-unegnya tentang penanganan kasus bullying yang diketahui, ternyata korbannya adalah seorang penyandang disabilitas. Selain menulis surat terbuka, ada juga pemerhati yang memperlihatkan kepedulian mereka dan mengunggahnya di media sosial.

Kasus ini telah dibawa ke ranah hukum. Ketiga pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak Pasal 76c, yaitu tentang tindak kekerasan terhadap anak. Pidana yang disangkakan Pasal 80 dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan.

Siswi korban perundungan yang juga berkebutuhan khusus tersebut kini mengalami trauma, bahkan tidak mau lagi ke sekolah. Ganjar lantas merayu agar siswi tersebut berkenan pindah ke sekolah inklusif yang menunjang para difabel.

Salah satu yang diajukan Ganjar adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Purworejo.

"Rayuan kita kepada si anak ini, sampai tadi malam, Insyaallah berhasil. Saya ingin karena dia berkebutuhan khusus maka sekolahnya di tempat yang bisa memfasilitasi itu," kata Ganjar.

Rencana tersebut justru ditolak oleh para aktivis difabel. Mereka menolak jika korban dimasukkan ke SLB, karena selama ini sudah masuk sekolah biasa. Bahkan Arif Maftuhin, pemimpin Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta menulis surat terbuka di website pribadinya, yang juga ditujukan kepada Ganjar.

Menurut Maftuhin, memasukkan siswi berkebutuhan khusus ke SLB bukanlah solusi. Dia menganalogikan dengan perempuan korban pemerkosaan yang dituntut mengenakan pakaian tertutup, yang mana dia sudah jadi korban, masih pula disalahkan.

"Anak itu harus dipindah ke SMP Negeri. Kalau SMP Negeri tidak siap menerima difabel, ya keterlaluan. Soal SMP Negeri di Butuh yang mungkin belum inklusif, maka tugas semua pihak untuk membuatnya menjadi inklusif. Inklusif itu harus menjadi ruh pendidikan di mana pun, apalagi di sekolah negeri," tulis Maftuhin, dalam suratnya yang diunggah Sabtu (15/2/2020).

Surat terbuka itu ternyata langsung mendapat respons dari Ganjar. Hal itu tampak dari unggahan di akun Facebook milik Maftuhin, Arif Maftuhin.

Dalam statusnya, Maftuhin mengatakan bahwa ia mendapat telpon dari Ganjar dua kali. Pertama, pukul 24.00 namun tidak diangkat, dan kembali telepon pada Minggu (16/2/2020) pagi.

"Surat terbuka saya untuk Pak Ganjar sudah dibalas. Kontan, hanya selang dua jam dari publikasi, Pak Ganjar nelpon saya. Tetapi saya sudah tidur. Siapa mengira jam 12:00 malam, Pak Gub kersa (berkenan) nelpon. Kemudian tadi pagi menelpon lagi. Lama sekali kami ngobrol. Sampai saya hampir lupa kalau yang nelpon saya itu "Ndoro" Gubernur. Dua jam kemudian, atas perintah beliau juga, Kadisdikbud Jateng menelpon saya. Kami diskusikan apa yang bisa dan perlu dilakukan di Purworejo. Saya bukan warga Jateng, tetapi Jateng itu rumah kedua saya, rumah mertua saya, jadi saya akan nyumbang sebisa saya. Gitu dulu. Besok saya cerita lagi," tulisnya.

Sebelum Maftuhin, aktivis difabel dari Semarang, Yuktiasih Probirini juga menyuarakan penolakannya. Selain menulis status di media sosial dan menandai akun Ganjar Pranowo, dia juga mengirim pesan langsung ke nomor pribadi Ganjar. Lagi-lagi, dia mengunggah komunikasinya dengan Ganjar di media sosial.

"Kami dialog lewat WA, kemudian Mas @ganjar_pranowo menelpon saya. Penugasan yang diberikan kepadaku dan kawan-kawan aktivis advokasi adalah datang ke Purworejo, meneliti dan melakukan advokasi di sana. Koordinasi dengan aktivis disabilitas sudah kulakukan. Insyaallah pekan depan kami bergerak. Untuk apa? Untuk menuju Indonesia lebih baik dan ramah disabilitas. Bismillah," tulisnya.

Berikut surat terbuka yang ditulis Arif Maftuhin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Jateng Bertanding Lawan Kesebelasan Pemkot Surakarta

Gubernur Jateng Bertanding Lawan Kesebelasan Pemkot Surakarta

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 06:02 WIB

Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng Tanam Pohon di Desa Jatisari

Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng Tanam Pohon di Desa Jatisari

News | Sabtu, 15 Februari 2020 | 18:37 WIB

Mau Pindahkan Siswi Korban Bully ke SLB, Perdik Kecewa Pola Pikir Ganjar

Mau Pindahkan Siswi Korban Bully ke SLB, Perdik Kecewa Pola Pikir Ganjar

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Februari 2020 | 13:16 WIB

Muhammadiyah Protes Sekolahnya Akan Ditutup Ganjar Pranowo karena Bully

Muhammadiyah Protes Sekolahnya Akan Ditutup Ganjar Pranowo karena Bully

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Februari 2020 | 10:29 WIB

Ganjar Bantu Warga Jateng yang Dikarantina Virus Corona di Natuna

Ganjar Bantu Warga Jateng yang Dikarantina Virus Corona di Natuna

News | Sabtu, 15 Februari 2020 | 05:05 WIB

Ganjar Rayu Anak Korban Bullying Pindah Ke SLB

Ganjar Rayu Anak Korban Bullying Pindah Ke SLB

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 18:04 WIB

Terkini

Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran

Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:50 WIB

Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap

Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:50 WIB

Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra

Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:43 WIB

Legislator PKB: Pemotongan Gaji Pejabat adalah Pesan Kepemimpinan Moral di Tengah Krisis Global

Legislator PKB: Pemotongan Gaji Pejabat adalah Pesan Kepemimpinan Moral di Tengah Krisis Global

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:36 WIB

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:32 WIB

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:30 WIB

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:27 WIB

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Lee Kah Hin, Status Tersangka Direktur PT WKM Gugur

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Lee Kah Hin, Status Tersangka Direktur PT WKM Gugur

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:27 WIB

Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit

Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:19 WIB