Maruf Jeblok Versi Survei, Fahri Hamzah: Wapres Memang Cuma Jadi Ban Serep

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Senin, 17 Februari 2020 | 17:28 WIB
Maruf Jeblok Versi Survei, Fahri Hamzah: Wapres Memang Cuma Jadi Ban Serep
Wapres Maruf Amin. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Eks Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak memandang penting hasil survei dari Indo Barometer yang diperoleh Wakil Presiden Maruf Amin.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Maruf hanya berkisar 49,6 persen.

Angka itu bahkan lebih kecil dibanding dengan hasil survei yang diperoleh Jusuf Kalla saat dirinya masih menjabat sebagai wakil presiden. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja JK saat itu ialah 53,3 persen.

Menurut Fahri, hasil survei yang tinggj juga tidak berguna bagi Maruf Amin. Mengingat tugas wakil yang memang hanya sebagai simbol dan berfungsi sebagai pengganti presiden.

"Memang Tupoksi pak Wapres itu di dalam demokrasi dalam tradisi kita ya hanya ban serep, dia (Ma'ruf) hanya fungsional kalau difungsikan. Kalau tidak difungsikan dia simbolik aja. Tapi jangan lupa, dia adalah orang yang tidak bisa diganti karena dia dipilih oleh rakyat," kata Fahri di kawasan Gelora Bung Karno, Senin (17/2/2020).

Karena dipilih langsung oleh rakyat, lanjut Fahri, Maruf memiliki kekuatan yang kuat. Untuk itu, Fahri justru menyarankan agar Maruf dapat membawa pesan rekonsiliasi kepada semua pihak seperti apa yang diucapkan Presiden Jokowi.

"Dia kuat sekali dan kekuatannya itu bisa membuat dia punya mainstream karena itu menurut saya, saya mendorong Pak Maruf itu membawa mainstream rekonsiliasi yang sudah dipidatokan Pak Jokowi waktu pelantikan," kata Fahri.

"Jadi Pak Maruf itu harusnya simbol rekonsiliasi, gak usah terlibat terlalu teknis ngurus jalan, ngurus jembatan. Sebab itu melelahkan juga. Lebih baik, dia jaga saja pikiran supaya bangsa ini jangan bertengkar gitu loh," sambungnya.

Selain itu, Fahri juga berharap, dengan posisinya sebagai Wakil Presiden, Maruf Amin dapat memilih dan memainkan peran di jalan yang netral tanpa berpihak ke manapun.

baca juga

Sementara itu, terkait hasil surveinya yang dibandingkan dengan Jusuf Kalla. Fahri Hamzah berpandangan bahwa keduanya memang berbeda. Menurutnya JK lebih bisa memainkan peran sebagai manajemen. Sedangkan Maruf sendiri lebih berperan sebagai simbol partisipasi antara muslim dan pemerintah.

"Jadi dia menjaga simbol partisipasi kelompok Islam di dalam pemerintahan dan itu yang harus beliau jaga gitu. Jadi gak usah terlalu terlibat teknis pemerintahan tapi dia jaga bahwa ada harmoni di antara pemerintahan ini dengan masyarakat secara umum dan khususnya kalangan santri dan kalangan Islam," ujar Fahri.

Diketahui, Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei “Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional dalam 100 Hari Jokowi – Maruf Amin”.

Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi lebih besar kalau diperbandingkan tingkat kepuasan terhadap wakilnya Maruf Amin.

Berdasar hasil survei Indo Barometer, sebanyak 70,1 persen masyarakat mengaku puas terhadap kinerja Jokowi.

Angka tersebut meningkat kalau diperbandingkan dengan survei tahun 2015, yang mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi hanya mencapai angka 57,5 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Sebut Ahok Lebih Baik, PDIP: Anies 2 Tahun Gak Kerja Apa-apa

Survei Sebut Ahok Lebih Baik, PDIP: Anies 2 Tahun Gak Kerja Apa-apa

News | Senin, 17 Februari 2020 | 15:16 WIB

Prabowo Teratas di Indo Barometer, PDIP: Kerja Gak Bagus yang Jelek Jokowi

Prabowo Teratas di Indo Barometer, PDIP: Kerja Gak Bagus yang Jelek Jokowi

News | Senin, 17 Februari 2020 | 14:21 WIB

Prabowo Terpopuler di Indo Barometer, Azis: Posisi 2 dan 3 Karya Golkar

Prabowo Terpopuler di Indo Barometer, Azis: Posisi 2 dan 3 Karya Golkar

News | Senin, 17 Februari 2020 | 13:07 WIB

Survei Indo Barometer:  Ada 23,7 Persen Publik Tolak Gibran Ikut Pilkada

Survei Indo Barometer: Ada 23,7 Persen Publik Tolak Gibran Ikut Pilkada

Jawa Tengah | Minggu, 16 Februari 2020 | 20:49 WIB

Survei Indo Barometer Kinerja Menteri: Prabowo Subianto Ranking Satu

Survei Indo Barometer Kinerja Menteri: Prabowo Subianto Ranking Satu

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 17:58 WIB

Ahok Dinilai Lebih Baik Atasi Masalah Banjir DKI Dibanding Anies dan Jokowi

Ahok Dinilai Lebih Baik Atasi Masalah Banjir DKI Dibanding Anies dan Jokowi

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 16:58 WIB

Survei Indo Barometer: Tingkat Kepuasan Publik ke Ma'ruf Amin Jeblok

Survei Indo Barometer: Tingkat Kepuasan Publik ke Ma'ruf Amin Jeblok

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 15:17 WIB

Wanita Dianiaya di KRL hingga Hijabnya Dicopot dan 4 Berita Heboh Lainnya

Wanita Dianiaya di KRL hingga Hijabnya Dicopot dan 4 Berita Heboh Lainnya

News | Sabtu, 15 Februari 2020 | 07:05 WIB

Picu Radikalisme, Wapres Maruf: Khatib Masjid Jangan Bangun Narasi Konflik

Picu Radikalisme, Wapres Maruf: Khatib Masjid Jangan Bangun Narasi Konflik

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 19:45 WIB

Balas Sentilan Fahri Hamzah, Faldo: Negara Ini Lebih Butuh Saran Abang

Balas Sentilan Fahri Hamzah, Faldo: Negara Ini Lebih Butuh Saran Abang

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 13:22 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×