Cerita Tim Lima KBRI Beijing Masuk ke Wuhan untuk Evakuasi WNI

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio | Suara.com

Rabu, 19 Februari 2020 | 06:05 WIB
Cerita Tim Lima KBRI Beijing Masuk ke Wuhan untuk Evakuasi WNI
Staf medis memindahkan pasien di rumah sakait Jinyintan, tempat para penderita pneumonia yang disebabkan virus korona jenis baru dirawat, di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 20/1/2020. (ANTARA/REUTERS/Darley Shen)

Suara.com - Arianto Surojo, perwakilan tim Aju dari KBRI Beijing, China yang mengawal WNI di Wuhan bercerita perjalanan "Tim Lima" dari Beijing menuju Kota Wuhan di Provinsi Hubei dalam misi kemanusiaan evakuasi 238 WNI dari area episentrum virus corona COVID-19 pada awal Februari 2020 lalu.

Arianto mengatakan sebelum ada keputusan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk evakuasi, mereka sudah terlebih dahulu mengirim satu orang petugas Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing, Lambang Andri Prabawa untuk membangun posko di Kota Changsha, Provinsi Hunan atau 354 kilometer dari Wuhan.

Jarak itu menurut Arianto merupakan jarak aman mengingat Provinsi Hubei sendiri sudah diisolasi sejak 23 Januari 2020.

"Kami tidak bisa masuk ke Wuhan langsung. Jadi tim memutuskan untuk kirim dulu satu orang yang advance, untuk buka posko di Changsha, karena kita harus masuk melewati Changsha yang berada di Provinsi Hunan," kata Arianto di Kemenlu, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

Arianto kemudian menggambarkan suasana Provinsi Hubei saat itu benar-benar terisolasi sehingga tidak ada aktivitas masyarakat yang terlihat di jalanan, kecuali petugas otoritas setempat.

"Lockdown itu ternyata benar-benar lockdown, jadi setiap area itu ada blok-blok, jadi mahasiswa tidak boleh keluar kampus, terus satu kota ke kabupaten lain juga tidak boleh dilewati," ungkapnya.

Kemudian pada 31 Januari 2020, Jokowi akhirnya menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan evakuasi bersama TNI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dan maskapai Batik Air.

Instruksi itu langsung sampai ke KBRI Beijing, Arianto bersama dua orang dari Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing, Budi Atyasa dan Victory Trimulia Gani langsung terbang menyusul Lambang Andri Prabawa ke posko di Kota Changsha.

Mereka terbang dengan pesawat yang dikemudikan pilot dari Atase TNI Angkatan Udara di Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel (Penerbang) Eko Adi Nugroho dan mendarat di Bandara Internasional Huanghua di Kota Changsha.

"31 Januari Bapak Presiden menginstruksikan evakuasi, sudah langsung berangkat ke Changsha, tanggal 31 pagi hari sampai jam 10 pagi," ucapnya.

Petugas medis beda memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2).  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Petugas medis beda memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Tak sempat beristirahat lama, tim yang disebut "Tim Lima" ini langsung bergerak menuju Wuhan, Hubei.

Rencana awal mereka akan masuk ke Wuhan dari Provinsi Hunan dengan menggunakan mobil, namun sesampainya di pintu perbatasan Hubei ternyata mereka harus berganti mobil dengan alasan keamanan.

"Di situ kami bernegosiasi lalu ternyata kami tidak bisa menggunakan mobil dari provinsi Hunan masuk ke Wuhan. Jadi kita harus ke perbatasan saja, sampai perbatasan kita ada check poin kita harus pindah mobil, naik mobil dari provinsi Hubei ke kota Wuhan sekitar 5 jam," terangnya.

Sesampainya di Wuhan, mereka yang sudah berkoordinasi dengan setiap ranting kelompok mahasiswa di Wuhan sudah diinstruksikan untuk berkumpul di Bandara Internasional Tianhe Wuhan pada tanggal 1 Februari, sore.

"Kita tetapkan pada tanggal 1 itu sore hari harus kumpul semua di Bandara, karena persiapan untuk berangkat malam harinya," lanjut Arianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilot Batik Air: Evakuasi WNI di Wuhan Lebih Istimewa dari Timtim dan Ambon

Pilot Batik Air: Evakuasi WNI di Wuhan Lebih Istimewa dari Timtim dan Ambon

News | Selasa, 18 Februari 2020 | 21:24 WIB

Masker Sulit Didapat, Pemprov DKI Sebut Akibat Bahan Baku dari China Langka

Masker Sulit Didapat, Pemprov DKI Sebut Akibat Bahan Baku dari China Langka

News | Selasa, 18 Februari 2020 | 21:21 WIB

Penyebab Serangan Jantung Ashraf Sinclair, Indonesia Kebal Corona Covid-19?

Penyebab Serangan Jantung Ashraf Sinclair, Indonesia Kebal Corona Covid-19?

Health | Selasa, 18 Februari 2020 | 20:15 WIB

Terkini

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:08 WIB

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:07 WIB

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:38 WIB

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:24 WIB

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

News | Sabtu, 18 April 2026 | 16:56 WIB

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:54 WIB