Rusuh Kelompok Hindu dan Islam di India Tewaskan 20 Orang

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 27 Februari 2020 | 05:09 WIB
Rusuh Kelompok Hindu dan Islam di India Tewaskan 20 Orang
Puluhan wanita berbicara kepada polisi saat aksi duduk di wilayah terdampak kerusuhan setelah bentrokan terjadi antara warga yang mendukung dan menentang uu kewarganegaraan baru di New Delhi, India, Selasa (25/2/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pd/djo)

Suara.com - Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu (26/2/2020) meminta masyarakat untuk tenang setelah kerusuhan antara kelompok mayoritas Hindu dan minoritas Islam terjadi dalam beberapa hari terakhir, mempersoalkan undang-undang kewarganegaraan kontroversial yang baru disahkan oleh pemerintah.

Kerusuhan antar-kelompok itu, menurut seorang dokter, telah menewaskan 20 jiwa dan melukai setidaknya 200 orang. Insiden itu terjadi bersamaan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, selama dua hari di India.

Usai kerusuhan, anggota kepolisian dan pasukan paramiliter pada Rabu berpatroli di jalanan-jalanan ibu kota dalam jumlah besar. Beberapa wilayah yang terdampak konflik pun ditinggalkan oleh warga.

"Perdamaian dan harmoni adalah inti dari etos kita sebagai warga negara. Saya memohon kepada para saudari dan saudara di Delhi untuk senantiasa menjaga perdamaian dan persaudaraan," kata Modi dalam unggahannya di media sosial Twitter.

Pernyataan Modi disampaikan setelah kelompok oposisi melontarkan banyak kritik terhadap kegagalan pemerintah mengendalikan dan mencegah kerusuhan, meskipun saat insiden berlangsung, aparat telah menggunakan gas air mata, peluru karet, dan bom asap untuk membubarkan massa.

Ketua Partai Kongres, Sonia Gandhi, salah satu oposisi PM Modi, mendesak agar Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengundurkan diri. Pasalnya, Shah merupakan orang yang diyakini bertanggung jawab menjaga hukum dan ketertiban masyarakat.

Ribuan demonstran dari kubu penolak dan pendukung UU Kewarganegaraan bentrok setelah pemerintahan di bawah PM Modi mengesahkan beleid tersebut. UU Amandemen Kewarganegaraan (The Citizenship Amandment Act) akan memudahkan mereka yang bukan pemeluk Islam dari negara tetangga bermayoritas Muslim mendapatkan status kewarganegaraan dari Pemerintah India.

Penolak beleid mengatakan UU Kewarganegaraan bias terhadap para Muslim. Aturan itu juga diyakini mengancam konstitusi India yang sekuler.

Namun, pendukung beleid, di antaranya Partai Bharatiya Janata (BJP) mengatakan UU Kewarganegaraan tidak memuat standar ganda terhadap lebih dari 180 juta umat Muslim di India.

Dari keterangan sejumlah saksi, massa membawa tongkat dan pipa terlihat berjalan di wilayah utara New Delhi, Selasa, di tengah aksi pembakaran dan penjarahan. Asap hitam tebal ikut mengepul dari sebuah pasar khusus jual-beli ban yang dibakar massa.

Banyak korban selamat kena luka tembak, demikian keterangan dari rumah sakit. Saat kerusuhan berlangsung, dua masjid di wilayah utara New Delhi terbakar.

Terkait kerusuhan itu, Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) lewat unggahannya di Twitter, Rabu, mengatakan pihaknya prihatin terhadap aksi kekerasan di New Delhi dan meminta Pemerintah India "mengendalikan massa serta melindungi kelompok minoritas dan mereka yang jadi sasaran".

Sumber: Antara/Reuters

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Dilanda Kerusuhan Rasis, 24 Warga Tewas dan 1 Masjid Dibakar

India Dilanda Kerusuhan Rasis, 24 Warga Tewas dan 1 Masjid Dibakar

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 21:05 WIB

Disambut Meriah Warga India, Presiden Trump Bicara Soal Dagang dan Senjata

Disambut Meriah Warga India, Presiden Trump Bicara Soal Dagang dan Senjata

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 14:22 WIB

India Bangun Tembok Demi Sembunyikan Permukiman Kumuh dari Donald Trump

India Bangun Tembok Demi Sembunyikan Permukiman Kumuh dari Donald Trump

News | Senin, 24 Februari 2020 | 17:26 WIB

Sambut Kunjungan Trump, India Bangun Tembok Tutupi Kawasan Kumuh

Sambut Kunjungan Trump, India Bangun Tembok Tutupi Kawasan Kumuh

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:57 WIB

Pria Ini Ciptakan Patung Donald Trump untuk Disembah

Pria Ini Ciptakan Patung Donald Trump untuk Disembah

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 05:17 WIB

Dikecam, Rektor Perintahkan 60 Mahasiswi Buka Celana saat Menstruasi

Dikecam, Rektor Perintahkan 60 Mahasiswi Buka Celana saat Menstruasi

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 12:59 WIB

Semifinal BATC 2020: Susunan Pemain Tim Putra Indonesia vs India

Semifinal BATC 2020: Susunan Pemain Tim Putra Indonesia vs India

Sport | Sabtu, 15 Februari 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:07 WIB

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:49 WIB

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB