WNI Positif Virus Corona, Ferdinand PD: Saling Serang, Tak Membuat Kebal

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Senin, 02 Maret 2020 | 19:37 WIB
WNI Positif Virus Corona, Ferdinand PD: Saling Serang, Tak Membuat Kebal
Petugas medis beda memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen menilai mestinya publik tak saling menyalahkan atas temuan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia. Pasalnya, hal itu dinilai tidak ada gunanya.

Ferdinand mengimbau khalayak untuk berhenti saling mencaci atau melontarkan klaim soal virus corona lantaran tindakan tersebut tidak akan membuat seseorang kebal virus.

Pernyatan tersebut disampaikan Ferdinand melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean2.

"Sudahlah...! Berhentilah saling menyalahkan, saling serang, saling caci, saling klaim soal corona ini. Tak perlu dan tak berguna karena semua tak akan menjadikanmu kebal corona," tulis Ferdinand, seperti dikutip Suara.com, Senin (3/2/2020).

Ia pun mengatakan, mestinya publik bersatu,  fokus melindungi diri masing-masing dari wabah virus corona, daripada menyesal di kemudian hari.

"Jangan sampai diri kita sendiri yag kena kemudian menyesal tak berguna. Satukan hati, pikiran dan tindakan..!!," imbuhnya.

Dalam cuitan sebelumnya, Ferdinand pun mengusulkan agar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengeluarkan kebijakan untuk memeriksa kesehatan tetangga pasien virus corona di Depok, Jawa Barat.

Usulan ini semata-mata bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Tanah Air.

"Pak Terawan @KemenkesRI, ada baiknya segera turunkan tim kesehatan ke Depok untuk memeriksa kesehatan seluruh warga setidaknya yang tinggal berdekatan dgn korban, atau satu kelurahan minimal 1 RW. Ini penting untuk menekan penyebaran corona @jokowi", terang Ferdinand.

baca juga
Cuitan Ferdinand soal WNI terjangkit virus corona. (Twitter/@FerdinandHaean2)
Cuitan Ferdinand soal WNI terjangkit virus corona. (Twitter/@FerdinandHaean2)

Dua WNI Positif Virus Corona

Presiden Joko Widodo membeberkan jika sudah ada dua warga yang sudah terpapar virus corona atau Covid-19.

"Seorang ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun. Kami cek pada posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan dua orang tersebut terjangkit virus corona dari WNA asal Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia.

Jokowi menuturkan berdasarkan laporan Menkes, WNA asal Jepang tersebut kata Jokowi sudah terjangkit virus corona.

Dua pasien merupakan warga Depok, Jawa Barat yang kekinian diisolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Terawan: Masker Untuk Orang Sakit, yang Penting Imunitas Tubuh

Menkes Terawan: Masker Untuk Orang Sakit, yang Penting Imunitas Tubuh

News | Senin, 02 Maret 2020 | 19:23 WIB

2 Warganya Positif Virus Corona, Wali Kota Depok: Setop Merokok

2 Warganya Positif Virus Corona, Wali Kota Depok: Setop Merokok

Jabar | Senin, 02 Maret 2020 | 19:22 WIB

Asosiasi Ojol Minta Gojek dan Grab Sediakan Masker Gratis

Asosiasi Ojol Minta Gojek dan Grab Sediakan Masker Gratis

Tekno | Senin, 02 Maret 2020 | 19:22 WIB

Indonesia Positif Corona, UGM Batalkan Semua Program Internasional

Indonesia Positif Corona, UGM Batalkan Semua Program Internasional

Jogja | Senin, 02 Maret 2020 | 19:20 WIB

Terkini

KY Siap Usut Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim yang Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara

KY Siap Usut Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim yang Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:09 WIB

92 WN Tiongkok Pelaku Penipuan Investasi Dideportasi, Dicekal Masuk Indonesia Seumur Hidup

92 WN Tiongkok Pelaku Penipuan Investasi Dideportasi, Dicekal Masuk Indonesia Seumur Hidup

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:09 WIB

Bahas Isu Global Bersama PM Singapura, Prabowo Tegaskan ASEAN Utamakan Diplomasi

Bahas Isu Global Bersama PM Singapura, Prabowo Tegaskan ASEAN Utamakan Diplomasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:05 WIB

Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi

Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:02 WIB

Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi

Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:59 WIB

Sahroni Sentil Polisi Soal Pemotor Ninja 'Sok Jago': Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak

Sahroni Sentil Polisi Soal Pemotor Ninja 'Sok Jago': Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:55 WIB

Survei IndexMundi Sebut Polri Korup, Boni Hargens Ungkap Kelemahan Metodologi dan Bias Data

Survei IndexMundi Sebut Polri Korup, Boni Hargens Ungkap Kelemahan Metodologi dan Bias Data

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:48 WIB

Geger! Pria di Jagakarsa Pukul Orang Secara Acak Karena 'Bisikan', Polisi: Dia Positif Sabu

Geger! Pria di Jagakarsa Pukul Orang Secara Acak Karena 'Bisikan', Polisi: Dia Positif Sabu

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:37 WIB

Komisi Yudisial Mulai Pelajari Laporan Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim Kasus Nadiem Makarim

Komisi Yudisial Mulai Pelajari Laporan Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim Kasus Nadiem Makarim

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:32 WIB

Dugaan Manipulasi Fakta Sidang hingga Ketiduran, Empat Hakim yang Vonis Nadiem Dilaporkan ke KY

Dugaan Manipulasi Fakta Sidang hingga Ketiduran, Empat Hakim yang Vonis Nadiem Dilaporkan ke KY

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:25 WIB

×