Julian Tang, seorang ahli virus dan profesor di Universitas Leicester di Inggris yang meneliti coronavirus dengan Profesor Kwok, ikut mengamini pendapat tersebut.
"Jika kamu bisa mencium apa yang seseorang makan. Kamu menghirup apa yang mereka hirup, termasuk virus apa pun yang ada di napas mereka," kata dia.
3. Seberapa saya dekat dengan si pembawa virus?
Christian Lindmeier, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menjaga jarak tiga kaki dari orang yang sakit.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan bahwa berdiri dalam jarak enam kaki dapat membawa risiko tertular virus Corona atau Covid-19.
4. Berapa lama saya berada di dekat orang yang terinfeksi?
Belum jelas, tetapi sebagian besar pakar sepakat bahwa lebih banyak waktu bersama si pembawa virus lebih menimbulkan banyak risiko tertular.
5. Bagaimana saya tahu seseorang sakit?
Belum tentu. Ingatlah, jika kamu sakit, sebagian besar gejalanya ringan seperti pilek atau flu. Namun, orang lain yang terinfeksi coronavirus tidak pernah jatuh sakit sama sekali.
Secara teknis, COVID-19 adalah nama untuk penyakit yang disebabkan oleh virus pernapasan.
Tetapi dari sisi sebaliknya, adalah sulit untuk mengatakan siapa yang mampu menyebarkan coronavirus. Dalam semakin banyak kasus, orang tanpa gejala telah menginfeksi orang lain.
WHO masih percaya bahwa sebagian besar dari mereka yang telah menyebarkan virus Corona jelas sakit pada saat penularan, kata Lindmeier.
6. Apakah merek atau jenis sabun yang saya pakai penting?
Tidak, kata beberapa pakar.
7. Tetangga saya batuk. Haruskah saya khawatir?