279 Orang di DKI Suspect Corona, 26 Orang Masih Dirawat

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 04 Maret 2020 | 14:27 WIB
279 Orang di DKI Suspect Corona, 26 Orang Masih Dirawat
Penampakan plang penunjuk arah ruang isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Jumlah warga DKI Jakarta yang menjadi suspect atau terduga terjangkit corona semakin bertambah. Dari 1 Januari hingga Rabu (4/3/2020), 279 orang telah dinyatakan sebagai suspect virus mematikan dari China itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan tidak seluruh warga suspect corona itu masih ditangani. Sebagian di antaranya sudah dinyatakan negatif corona.

Ia menyebutkan 121 orang yang sempat menjalani pemantauan sudah dinyatakan sehat. Sementara 120 orang lainnya masih menjalani masa pemantauan.

"120 orang dalam pemantauan masih dipantau," ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Suara.com, Rabu (4/3/2020).

Selain itu, dari 56 pasien yang menjalani masa pengawasan, 30 orang sudah selesai diperiksa dan dinyatakan bebas dari corona. Meski demikian, masih ada 26 orang yang mendapatkan pengawasan.

"26 pasien dalam pengawasan masih dirawat," jelasnya.

Selain itu, Dwi menyatakan, berdasarkan dari data Kementerian Kesehatan, jumlah pasien positif corona belum bertambah. Terhitung masih dua orang yang dinyatakan terjangkit virus itu dan dirawat di RSPI Sulianto Saroso.

Ia meminta masyarakat turut aktif dan tanggap dalam mencegah penularan virus ini di lingkungannya.

"Bagi masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait COVID-19 dapat menghubungi 112/119 atau Posko Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di nomor 081388376955," pungkasnya.

baca juga

Diketahui, pemantauan ditujukan kepada orang yang memiliki riwayat infeksi dan suhu tubuhnya hangat. Selain itu, mereka yang baru pulang dari negara-negara China, Singapura, atau Malaysia (atau negara- negara yang telah terinfeksi lainnya) juga ikut dipantau.

Adapun, Pengawasan ditujukan kepada orang dalam pemantauan yang gejalanya bertambah dengan adanya sesak napas. Apabila memiliki gejala tersebut, akan dibawa ke rumah sakit dan diisolasi.

Sebanyak 175 orang di Jakarta diduga terkena virus corona (Covid-19) atau suspect. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disebut telah melakukan penelusuran terkait interaksi dari seluruh warga itu atau penyelidikan epidemiologi.

Klaim itu dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penelusuran ini dikerjakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Anies menyebut kebijakan ini sebagai salah satu upaya menangani virus dari China ini di Jakarta.

"Dinas Kesehatan sudah melakukan yang disebut dengan penyelidikan epidemiologi, dimana setiap orang-orang yang dipantau (akan) dibentuk susunan pattern (pola) interaksinya," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Depok Positif Corona, Kemenkes Minta Orang yang Kontak Langsung Lapor

Warga Depok Positif Corona, Kemenkes Minta Orang yang Kontak Langsung Lapor

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:23 WIB

Berita Palsu Virus Corona Bikin Gaduh, Tagar #LawanHoaxVirusCorona Bergema

Berita Palsu Virus Corona Bikin Gaduh, Tagar #LawanHoaxVirusCorona Bergema

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:25 WIB

Hanya Gunakan Dua Bahan, Ini Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah

Hanya Gunakan Dua Bahan, Ini Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah

Health | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:15 WIB

Stok Masker Kosong, Ganjar Pranowo: Jangan Memancing di Air Keruh!

Stok Masker Kosong, Ganjar Pranowo: Jangan Memancing di Air Keruh!

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:22 WIB

Kocak, Lelaki Ini Gunakan Celana Dalam Segitiga Sebagai Pengganti Masker!

Kocak, Lelaki Ini Gunakan Celana Dalam Segitiga Sebagai Pengganti Masker!

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:11 WIB

Merebak Virus Corona, Allianz Justru Dapat Berkah

Merebak Virus Corona, Allianz Justru Dapat Berkah

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:10 WIB

Warga Tulungagung Diduga Terinfeksi Virus Corona, Diisolasi di RSUD Iskak

Warga Tulungagung Diduga Terinfeksi Virus Corona, Diisolasi di RSUD Iskak

Jatim | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:06 WIB

Aming Geram Identitas Pasien Corona Tersebar

Aming Geram Identitas Pasien Corona Tersebar

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2020 | 13:57 WIB

Waspada Virus Coruna, Ini Pesan Pelatih Persebaya ke Pemainnya

Waspada Virus Coruna, Ini Pesan Pelatih Persebaya ke Pemainnya

Bola | Rabu, 04 Maret 2020 | 13:52 WIB

Ngeri, Pabrik Ilegal Daur Ulang Masker: Disetrika, Dilipat Lalu Masuk Kotak

Ngeri, Pabrik Ilegal Daur Ulang Masker: Disetrika, Dilipat Lalu Masuk Kotak

Health | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Lembaga Meteorologi Membuat Prakiraan Cuaca Esok Hari?

Bagaimana Cara Lembaga Meteorologi Membuat Prakiraan Cuaca Esok Hari?

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 11:09 WIB

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:05 WIB

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 11:04 WIB

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:02 WIB

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Web Series Horor Komedi "Penghuni Rumah Warisan", Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Web Series Horor Komedi "Penghuni Rumah Warisan", Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:58 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

×