Kewalahan, Begini Cara Kota Wuhan Olah Sampah Medis Akibat Virus Corona

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Rabu, 04 Maret 2020 | 18:05 WIB
Kewalahan, Begini Cara Kota Wuhan Olah Sampah Medis Akibat Virus Corona
Ilustrasi pengelolaan sampah medis. (Shutterstock)

Suara.com - Banyaknya jumlah pasien virus corona Covid-19 di Wuhan, China, ternyata juga menimbulkan masalah baru, yakni meningkatnya sampah medis di kota tersebut.

Pemerintah Kota Wuhan pun kewalahan mengelola sampah-sampah medis ini.

Salah satu perwakilan otoritas Kota Wuhan, Yan Zuhai mengatakan kepada media lokal Sixth Tone, "Menghadapi musuh besar ini, saat ini kapasitas penanganan sampah (medis) di kota sudah tidak memenuhi lagi."

Sebelum wabah melanda, Wuhan mampu mengolah 50 ton sampah medis per harinya menggunakan sistem yang mereka miliki.

Namun, sejak 24 Januari lalu sampah medis tersebut meningkat hingga empat kali lipat.

Membludaknya jumlah suspek corona di Wuhan membuat rumah sakit juga memproduksi sampah medis yang menumpuk. Bagaimana mereka mengelola sampah medis tersebut?

South China Morning Post menelusuri proses pengolahan sampah medis di Pusat Manajemen dan Pencegahan Polusi Radioaktif dan Sampah Padat Berbahaya Wuhan.

Di tempat tersebut,  jumlah sampah medis yang terkumpul mencapai 100 ton per harinya.

Perusahaan pengelola sampah medis lokal turut membantu menyingkirkan sampah-sampah tersebut.

baca juga

Selain menghancurkannya secara hati-hati, aturan ketat juga diberlakukan kepada para petugas agar mereka tak terpapar virus corona dari sampah yang dikelola.

Jenderal Manajer Perusahaan Wuhan Beihuyunfeng Environmental Protection Technology, Mei Gang mengatakan, "Kami harus saling membantu. Kami adalah pemain utama disini. Sampah dari seluruh distrik dikirim ke sini."

Para petugas harus mengolah 400 kontainer sampah setiap harinya di perusahaan ini.

Sampah medis tersebut harus diolah secara manual sebelum diinsenerasi atau proses pembakaran hingga jadi abu.

Pengolahan secara manual dilakukan karena sampah medis berukuran kecil dan mudah pecah sehingga sulit untuk diproses menggunakan alat.

Selain itu, jika tidak diurai secara manual, sampah yang rentan pecah bisa mudah menginfeksi para petugas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurangi Sampah Plastik Lautan, Apa Strategi Indonesia?

Kurangi Sampah Plastik Lautan, Apa Strategi Indonesia?

Your Say | Rabu, 04 Maret 2020 | 12:59 WIB

Tips Hidup Bersih Agar Tercegah dari Virus Corona

Tips Hidup Bersih Agar Tercegah dari Virus Corona

Video | Rabu, 04 Maret 2020 | 12:26 WIB

Tengku Zul Kritik Pemerintah, Beda Perlakuan Turis China dan WNI dari Wuhan

Tengku Zul Kritik Pemerintah, Beda Perlakuan Turis China dan WNI dari Wuhan

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 09:42 WIB

Virus Corona Merebak, Satelit Potret Perubahan Dramatis Langit Wuhan

Virus Corona Merebak, Satelit Potret Perubahan Dramatis Langit Wuhan

Tekno | Selasa, 03 Maret 2020 | 18:26 WIB

6 Pasien Corona Sembuh, Dua Tenaga Medis China Menari di Depan RS

6 Pasien Corona Sembuh, Dua Tenaga Medis China Menari di Depan RS

News | Senin, 02 Maret 2020 | 18:22 WIB

Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk

Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 07:10 WIB

Terkini

11 Tuntutan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Tolak Outsourcing hingga Aturan Cuti Haid

11 Tuntutan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Tolak Outsourcing hingga Aturan Cuti Haid

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:16 WIB

Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI

Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 19:16 WIB

Sinopsis Seisei no Uzume, Drama Slice of Life Jepang Dibintangi Imoto Ayako

Sinopsis Seisei no Uzume, Drama Slice of Life Jepang Dibintangi Imoto Ayako

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:15 WIB

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 19:11 WIB

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:10 WIB

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:09 WIB

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:05 WIB

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 19:03 WIB

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:00 WIB

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:58 WIB

×