Kerusuhan Delhi, Anak 8 Tahun Alami Luka Bakar Karena Cairan Asam

Pebriansyah Ariefana, Fita Nofiana

Sabtu, 07 Maret 2020 | 17:01 WIB
Kerusuhan Delhi, Anak 8 Tahun Alami Luka Bakar Karena Cairan Asam
Situasi Ibu Kota New Delhi pasca kerusuhan (Anandolu Agency)

Suara.com - Kerusuhan di Delhi menyisakan kekhawatiran Geeta, ibu dari anak 8 tahun yang menjadi korban. Putrinya menderita luka bakar di mata kanannya akibat dilempri cairan asam saat kerusuhan.

Melansir dari Indiatoday, peristiwa itu bermula saat mereka ingin pulang kampung ke Shiv Shirat.

"Saya pikir lebih baik pulang ke kampung daripada tinggal di daerah yang dilanda kerusuhan. Tetapi ketika kami berjalan menghindari kerumunan di jalan-jalan, putri saya menjerit," kata Geeta.

"Itu sejenis zat asam. Saya tidak yakin siapa yang melemparkannya tetapi itu berasal dari sebuah rumah sekitar," tambahnya.

Meskipun perjalanan pulang mereka sempat tersendat, Geeta dan putrinya bisa sampai di rumah,

"meskipun demikian, kami berhasil mencapai rumah kami. "

Geeta menyatakan, polisi dan dokter di rumah sakit menolak menangani putrinya karena cedera terjadi akibat kerusuhan.

"Saya akhirnya mengoleskan minyak di rumah, kemudian seorang dokter datang meresepkan salep," ujar Geeta.

"Kulit di atas matanya melorot dan dia tidak bisa membukanya dengan benar," tambanya.

Akibat tragedi itu, putri Geeta tidak mau makan apa pun dan merasa sulit untuk tidur.

"Aku kehilangan napsu makan," kata anak itu pada Indiatoday.

"Aku melihat orang-orang dengan tongkat dan pedang di jalan-jalan. Kami berjalan dan tiba-tiba seseorang melemparkan cairan ke arahku," katanya.

"Aku berteriak pada ibuku ketika kulitku mulai terbakar dan melorot, kami segera lari dari sana. Saya takut sekarang. Saya tidak ingin makan apa pun, " tambahnya lagi.

Teman-temannya di lingkungan itu datang menghibur dan bermain dengannya, mengalihkan pikirannya dari tragedi itu.

Dampak Psikologi

Anak-anak yang mengalami kekerasan atau kejadian tak menyenangkan sejak kecil, sangat bepotensi mengalami Post Traumatic Disorder (PTSD).

Profesional Medis India, Samir Parikh menyatakan, potensi PTSD pada anak-anak sangat tinggi.

"Anak-anak yang menyaksikan langsung kekerasan massa dapat menghadapi dampak trauma jangka panjang. Peristiwa kekerasan itu bisa tertanam dalam ingatan dan akan muncul berulang. Beberapa anak di bawah umur menjadi takut dan menyendiri," kata Parikh.

Menurut Parikh, pentin bagi orangtua terus berinteraksi dengan anak dan membuatnya berekspresi sebaik mungkin. "Ekspresi perasaan adalah hal penting dan orang tua harus selalu menjaga interaksi," kata dia.

Para penasihat menyarankan bahwa terapi seni dan interaksi rutin dengan anak-anak dapat membantu mereka mengatasi tekanan kekerasan masa lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres Maruf Amin Sarankan India Tiru Toleransi Indonesia, Sudah Pantaskah?

Wapres Maruf Amin Sarankan India Tiru Toleransi Indonesia, Sudah Pantaskah?

News | Sabtu, 07 Maret 2020 | 11:53 WIB

Aksi Protes di Depan Kedubes, Bendera India Dibakar Pendemo FPI

Aksi Protes di Depan Kedubes, Bendera India Dibakar Pendemo FPI

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 16:50 WIB

Doakan Muslim India, Massa FPI Salat Gaib di Tengah Jalan Rasuna Said

Doakan Muslim India, Massa FPI Salat Gaib di Tengah Jalan Rasuna Said

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 15:59 WIB

Orasi FPI ke Jokowi: China Corona Bersikap, Muslim Dibantai Cicing Wae!

Orasi FPI ke Jokowi: China Corona Bersikap, Muslim Dibantai Cicing Wae!

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 15:10 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB