Fahri Hamzah Sebut Tuhan Kirim Virus Corona Sebagai Juru Damai

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Kamis, 12 Maret 2020 | 12:31 WIB
Fahri Hamzah Sebut Tuhan Kirim Virus Corona Sebagai Juru Damai
Salah satu insiator Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menduga wabah virus corona sengaja didatangkan Tuhan untuk mendamaikan dunia. Sebab, kekinian kondisi warga jauh lebih tenang dibandingkan sebelum kemunculan virus corona.

Pernyataan Fahri Hamzah tersebut disampaikan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah. Ia berujar virus corona muncul untuk meredam situasi dunia yang rusuh beberapa waktu terakhir.

"Mungkin karena dunia rusuh lalu Tuhan kirim corona sebagai juru damai," tulis Fahri Hamzah seperti dikutip Suara.com, Kamis (12/3/2020).

Lebih lanjut, Fahri Hamzah mengatakan semenjak wabah virus corona mengancam dunia, warga menjadi lebih tenang karena kalau bertindak frontal takut tertular.

"Rasanya sekarang semua tenang...mau gampar orang takut dia kena virus...Alhamdulillah (emoji tertawa)," imbuhnya.

Tak ayal cuitan Fahri Hamzah ini memancing respons warganet. Tak sedikit dari mereka yang memprotes cuitan tersebut.

"Postingan receh dari mantan anggota DPR dengan prestasi recehan," kata @DadBorneo.

"Lha iya, apa gak ada yang lebih baik lagi cara berfikir menyikapi musibah corona," timpal @watu_dakon.

"Siapin mental baja aja gulet di pengadilan," balas @ASamroji.

baca juga
Cuitan Fahri Hamzah soal virus corona. (Twitter/@fahrihamzah)
Cuitan Fahri Hamzah soal virus corona. (Twitter/@fahrihamzah)

Sementara dalam cuitan selanjutnya, Fahri Hamzah mengungkit nasihat seseorang yang disebut sebagai Tuan Corona.

"Satu perintah tuan corona ke kita, "menyepilah, menepilah". Kurangi pesta dan perbanyak doa. Doa pun utamakan yang sendiri. Kembalilah ke rumah," kata Fahri Hamzah

WHO Ketok Palu Nyatakan Virus Corona sebagai Pandemik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan virus corona baru atau COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 sebagai pandemik. 

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut penetapan corona sebagai pandemik ini dilakukan menyusul adanya kasus penularan yang menjangkiti lebih dari 118 ribu orang di lebih dari 110 negara saat ini.

Meski demikian, penyebutan wabah corona sebagai pandemik tidak akan mengubah kebijakan WHO terkait penanganannya.

Ghebreyesus mendesak pemerintah di berbagai negara untuk segera mengubah kebijakan penanganan pandemik corona ini menjadi lebih serius dan agresif. Keputusan ini ia buat setelah menyaksikan beberapa negara berhasil menunjukkan bahwa virus tersebut dapat ditekan.

"Beberapa negara telah menunjukkan bahwa virus ini dapat ditekan dan dikendalikan," ujarnya pada saat konferensi pers kemarin, Rabu (11/3/2020) seperti dilansir dari BBC.

Ia juga mengingatkan agar penanganan COVID-19 tetap mengedepankan hak asasi manusia. Menurut Ghebreyesus dalam menangangi virus ini harus ada kesinambungan antara pemenuhan layanan kesehatan, tindakan meminimalisir gangguan, dan tetap menghormati hak asasi manusia.

"Kita akan bersama-sama menghadapi hal ini, melakukan hal yang benar dengan tenang dan melindungi masyarakat dunia. Kita bisa melakukannya," tambah Ghebreyesus.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa sejumlah negara yang mengikuti saran dari WHO telah melakukan pembatasan yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petinggi Negara, Artis Dunia hingga Tentara Bertumbangan karena Corona

Petinggi Negara, Artis Dunia hingga Tentara Bertumbangan karena Corona

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 11:28 WIB

Corona Telah Jadi Pandemi, Apa Beda Pandemi, Wabah dan Epidemi?

Corona Telah Jadi Pandemi, Apa Beda Pandemi, Wabah dan Epidemi?

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 12:02 WIB

Umumkan Kasus Pertama Corona, Kuba Minta Warganya Bikin Masker Sendiri

Umumkan Kasus Pertama Corona, Kuba Minta Warganya Bikin Masker Sendiri

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 10:56 WIB

Donald Trump Tak Takut Corona, Dahlan Iskan: Dia Sedang Kampanye Besar

Donald Trump Tak Takut Corona, Dahlan Iskan: Dia Sedang Kampanye Besar

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 11:38 WIB

Terkini

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:44 WIB

PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak

PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:41 WIB

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:24 WIB

Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna

Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:23 WIB

Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M

Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:19 WIB

Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!

Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:18 WIB

Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa

Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:45 WIB