Penasihat Medis China: Pandemi Corona Bisa Berakhir Pada Bulan Juni

Reza Gunadha | Farah Nabilla | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2020 | 13:49 WIB
Penasihat Medis China: Pandemi Corona Bisa Berakhir Pada Bulan Juni
Karyawan pabrik masker di Changyuan, Provinsi Henan, memeriksa hasil pekerjaannya di tengah tingginya permintaan masker di China selama berjangkitnya wabah COVID-19. (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)

Suara.com - Penasihat medis senior Beijing mengatakan bahwa pandemi global COVID-19 bisa berakhir pada bulan Juni mendatang jika negara-negara memberlakukan penanganan ketat mengatasi corona.

Menyadur Straits Times, China mengklaim bahwa puncak pandemi di negeri tersebut telah mengalami penurunan. Keadaan ini didukung dengan turunnya angka kasus hingga satu digit untuk pertama kalinya di Hubei.

Sekitar 2/3 kasus corona di dunia terjadi di pusat provinsi Hubei, China. Namun, pada pekan terakhir, sebagian besar kasus justru terjadi di luar Tiongkok.

Otoritas China memberlakukan penanganan ketat termasuk melakukan isolasi total di provinsi Hubei untuk mencegah meluasnya wabah di kota lainnya.

Pemerintah China juga mengatakan negara lain saiknya belajar dari upaya yang mereka lakukan.

"Secara umum, puncak epidemi di China telah terlewati. Peningkatan kasus baru sudah turun." kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China.

Sementara itu, Dr Zhong Nanshan, penasihat medis senior yang pernah menangani wabah SARS pada 2003 lalu mengatakan, selama negara-negara menangani pandemi ini secara serius dan siap untuk mengambil langkah-langkah tegas, maka pandemi di seluruh dunia akan berakhir dalam hitungan bulan.

"Saran saya kepada seluruh negara adalah mengikuti instruksi dari WHO dan melaksanakannya pada skala nasional. Jika semua negara ikut bergerak, (pandemi) ini akan berakhir pada Juni mendatang." kata Nanshan.

Ketika penyebaran virus secara global mengalami kenaikan, sebaliknya, China telah mengalami penurunan yang signifikan dalam tujuh hari terakhir.

Tercatat 15 kasus baru terjdai di China pada Rabu (11/3/2020) lalu, angka ini turun dari 24 kasus yang terjadi hari berikutnya. Tujuh dar kasus baru tersebut terjadi di luar Hubei, dan enam diantaranya adalah imported case atau kasus berasal dari luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Menyebar, Obat Tradisional China Diserbu Pembeli

Virus Corona Menyebar, Obat Tradisional China Diserbu Pembeli

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:50 WIB

Wabah Corona Menurun di China, Sekolah Mulai Buka Lagi

Wabah Corona Menurun di China, Sekolah Mulai Buka Lagi

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 08:08 WIB

Warga China Baru Injak Kaki di Garut, Langsung Diperiksa Corona

Warga China Baru Injak Kaki di Garut, Langsung Diperiksa Corona

Jabar | Kamis, 12 Maret 2020 | 20:48 WIB

Sebelum Corona, Kapan Terakhir Kali WHO Menetapkan Kasus Pandemi?

Sebelum Corona, Kapan Terakhir Kali WHO Menetapkan Kasus Pandemi?

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 18:59 WIB

Corona Pandemi Global, CONMEBOL Desak FIFA Tunda Kualifikasi Piala Dunia

Corona Pandemi Global, CONMEBOL Desak FIFA Tunda Kualifikasi Piala Dunia

Bola | Kamis, 12 Maret 2020 | 16:56 WIB

Mengapa WHO Baru Menetapkan Pandemi Corona Sekarang?

Mengapa WHO Baru Menetapkan Pandemi Corona Sekarang?

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 17:08 WIB

Terkini

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB