Jokowi Libatkan Intelijen Tangani Corona, Disebut Bisa Bikin Sakit Publik

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Sabtu, 14 Maret 2020 | 11:05 WIB
Jokowi Libatkan Intelijen Tangani Corona, Disebut Bisa Bikin Sakit Publik
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (ketiga kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (keempat kiri) dan Menteri Agama Fachrul Razi meninjau pembersihan Masjid Istiqlal dengan cairan desinfektan di Jakarta Pusat, Jumat (13/3). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Politikus Partai Gerindra Iwan Sumule menyoroti kebijakan Presiden Joko Widodo yang melibatkan badan intelijen dalam menangani pandemi virus corona di Indonesia.

Iwan membandingkan strategi yang diterapkan pemerintah dengan negara lain, yang mana menunjukkan perbedaan mencolok. Hal itu disampaikannya lewat cuitan di Twiter.

Menurut Iwan, negara lain yang terdampak virus corona menitikberatkan pada penanganan medis dan keilmuan, tanpa melibatkan intelijen seperti Indonesia.

"Di semua negara, untuk menghadapi virus corona, pemerintahnya melibatkan dan memobilisir dokter, ilmuwan dan Lab RS, disini yang terjadi kayak begini, libatkan intelijen," tulis Iwan seperti dikutip Suara.com, Sabtu (14/3/2020).

Lebih lanjut, Iwa menyebut klaim Jokowi yang melibatkan badan intelijen untuk menangani kasus virus corona justru membuat warga menderita.

"Lama-lama publik dibikin sakit (jiwanya). Iya gak sih? (emoji menutup mata)," imbuh Iwan.

Cuitan Iwan tersebut merupakan tanggapan tautan artikel CNN.com berjudul "Libatkan Intelijen, Jokowi Tangani Corona Tanpa Suara".

Cuitan Iwan Sumule soal Jokowi libatkan intelijen tangani corona. (Twitter/@iwansumule)
Cuitan Iwan Sumule soal Jokowi libatkan intelijen tangani corona. (Twitter/@iwansumule)

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim dirinya sendiri yang memimpin tim satuan tugas dalam menanggulangi virus corona.

"Sejak awal saya sampaikan organisasi task force ini sudah ada dan saya komandani sendiri," jelas Jokowi di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Jakarta, Jumat (13/3).

baca juga

Mantan Wali Kota Solo juga menyebut organisasi task force selalu bergerak cepat dalam mengambil keputusan terkait penanganan virus corona. Hal tersebut sudah dilakukan saat evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Wuhan, Kapal Diamond Princess dan World Dream.

Evakuasi diputuskan dengan sangat cepat yakni di Pulau Natuna dan Pulau Sebaru.

"Saya berikan contoh saat evakuasi di Wuhan hanya dalam dua hari kita putuskan. Kemudian langsung bisa disiapkan tempatnya oleh TNI di Natuna, Disiapkan oleh BNPB. Saya kira kecepatan itu yang ingin saya sampaikan," tutur dia.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan bagian organisasi task force yakni Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BIN, TNI dan Polri.

"BNPB mengkoordinatori tim reaksi cepat. Tim ini dibantu oleh intelijen dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI/Polri," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Seperti Jokowi dan Jakarta, Solo KLB Corona Patut Diapresiasi

Tak Seperti Jokowi dan Jakarta, Solo KLB Corona Patut Diapresiasi

News | Sabtu, 14 Maret 2020 | 09:52 WIB

Kampung Halaman Presiden Jokowi Lockdown, Codot di Pasar Depok Dimusnahkan

Kampung Halaman Presiden Jokowi Lockdown, Codot di Pasar Depok Dimusnahkan

News | Sabtu, 14 Maret 2020 | 07:59 WIB

Top 5 Olahraga: Penundaan dan Pembatalan Event Olahraga, Hasil All England

Top 5 Olahraga: Penundaan dan Pembatalan Event Olahraga, Hasil All England

Sport | Sabtu, 14 Maret 2020 | 07:26 WIB

Setelah Australia Dibatalkan, Giliran F1 GP Bahrain dan Vietnam Ditunda

Setelah Australia Dibatalkan, Giliran F1 GP Bahrain dan Vietnam Ditunda

Sport | Sabtu, 14 Maret 2020 | 05:50 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×