Array

AHY Tak Sepakat PT Jadi Tujuh Persen Jika untuk Kepentingan Pihak Tertentu

Minggu, 15 Maret 2020 | 19:40 WIB
AHY Tak Sepakat PT Jadi Tujuh Persen Jika untuk Kepentingan Pihak Tertentu
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 terpilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyikapi wacana usulan kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dari empat persen menjadi tujuh persen.

AHY menyatakan ketidaksepakatannya, karena menurutnya usulan tersebut menurut AHY semata-mata untuk mengeliminasi partai-partai yang dinilai tidak bersahabat oleh pihak tertentu. 

AHY mengemukakan bahwa semangat demokrasi itu sendiri ialah merepresentasikan suara rakyat Indonesia yang jumlahnya sekira 250 juta lebih dengan latar belakang yang beragam.

"Tentu mekanisme partai politik yang ada di negeri kita ini boleh-boleh saja kalau ada semangat untuk lebih sederhana supaya enggak terlalu ribet kebanyakan partai. Tapi yang tidak atau harus kita hindari adalah jika ada upaya sekedar mengeliminasi partai-partai yang dianggapnya tidak terlaku bersahabat dengan pihak-pihak tertentu, kita tidak ingin itu terjadi," kata AHY usai Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Kendati begitu putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu menegaskan bahwa Partai Demokrat akan terus berjuang untuk dapat melampaui parliamentary threshold berapapun. Dia pun mengajak kader partainya untuk sama-sama melampaui ambang batas tersebut nantinya.

"Bagi kami tujuannya adalah bukan sekadar melampaui PT (parliamentary threshold) tapi juga bagaimana kita juga bisa lebih memenangkan suara dan hati rakyat, termasuk untuk memperluas pengabdian kami di masyarakat," katanya.

Sebagaimana diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Ailangga Hartarto sempat mengungkapkan adanya usulan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dari 4 persen menjadi 7 persen.

Hal itu disampaikan Airlangga usai melangsungkan pertemuan antara Partai Golkar dan Partai Nasdem di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

"Terkait undang-undang politik, terkait dengan parliamentary threshold ada usulan dari Pak Surya bahwa parliamentary threshold 7 persen," ujar Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (9/3/2020).

Baca Juga: Keberatan Usulan Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen, PKS Tawar 5 Persen

Airlangga mengatakan, Surya Paloh hanya sebatas mengusulkan kenaikkan ambang batas parlemen. Namun, untuk ambang batas presiden atau presidential threshold tetap 20 persen.

Kendati begitu, Airlangga mengatakan bahwa Partai Golkar sepakat dengan usulan Nasdem.

"Partai Golkar juga lihat ini suatu yang bagus dan Partai Golkar akan mendukung konsep tersebut dan juga terkait dengan presidential treshold yang tetap presidential threshold 20 persen dan ada tambahan usulan Pak Surya bahwa 7 persen ini berlaku secara nasional," kata Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI