Cara Unik Inggris Lawan Covid-19: Biarkan Virus Corona Menyapu Semua Orang

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Selasa, 17 Maret 2020 | 18:43 WIB
Cara Unik Inggris Lawan Covid-19: Biarkan Virus Corona Menyapu Semua Orang
Perempuan menggunakan kotak plastik (Twitter/baby goat)

Suara.com - Inggris menggunakan cara yang sedikit berbeda untuk meredam wabah virus corona Covid-19 di negaranya. Mereka memiliki rencana untuk menggunakan herd immunity.

Menyadur Syndey Morning Herald, metode ini dianggap berisiko dan melawan saran yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, metode ini bisa jadi keputusan yang paling memungkinkan untuk diambil Inggris.

Pendekatan yang dilakukan oleh Inggris meliputi tiga langkah. Pertama, menerapkan social distancing lebih lambat dari negara lain.

Kedua, melindungi kelompok berisiko seperti orang tua dan orang sakit dari berkontak dengan orang lain.

Ketiga, membiarkan virus corona Covid-19 perlahan menyapu semua orang. Cara terakhir inilah yang disebut dengan herd immunity.

Herd immunity merupakan skenario ketika banyak orang kebal terhadap sebuah penyakit, baik melalui vaksinasi ataupun melalui paparan.

Metode ini dilakukan dengan membiarkan penyakit menyebar di masyarakat. Setelahnya, masyarakat diyakini bakal memiliki kekebalan baru terhadap penyakit menular tersebut.

Metode ini disinyalir dapat menghambat penyebaran virus ke seluruh populasi.

baca juga

Herd immunity bisa secara efektif membakar virus dalam satu atau dua musim, serta lebih efisien sambil menunggu vaksin corona bisa dikembangkan dan didistribusikan.

Kepala Penasihat Ilmiah, Sir Patrick Vallance dan Kepala Petugas Medis Chris Whitty yang bertugas untuk menangani penyebaran virus di Inggris mengatakan butuh sekitar 60-70 persen dari populasi penduduk yang perlu terinfeksi dalam metode herd immunity ini.

"Kami pikir virus ini kemungkinan akan ada setiap tahunnya... seperti virus musiman," kata Sir Patrick pada Sabtu (14/3/2020).

"Masyarakat akan menjadi kebal terhadapnya dan itu akan menjadi hal yang penting dalam pengendalian penyebaran penyakit jangka panjang." Imbuhnya.

Meski begitu, pemerintah Inggris tidak mengatakan bahwa herd immunity adalah strategi yang aktual.

"Herd Immunity bukan tujuan atau kebijakan resmi kami. Ini adalah konsep ilmiah," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Minggu (15/3/2020).

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson penyebaran wabah saat ini dalam posisi yang jauh memungkinkan orang untuk terinfeksi.

Potensi penularan infeksi mencapai 70 persen dari jumlah populasi di negara tersebut, yakni sekitar 47 juta orang.

Lantas, apakah Indonesia juga menerapkan metode ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JK: Jumlah Pasien Corona Naik 40 Orang per Hari, Bagaimana Kalau Sebulan?

JK: Jumlah Pasien Corona Naik 40 Orang per Hari, Bagaimana Kalau Sebulan?

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 18:31 WIB

Dua Warga Australia Positif Corona Punya Riwayat Perjalanan ke Indonesia

Dua Warga Australia Positif Corona Punya Riwayat Perjalanan ke Indonesia

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 18:24 WIB

Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan, Pemprov Banten Serahkan ke Wilayah

Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan, Pemprov Banten Serahkan ke Wilayah

Banten | Selasa, 17 Maret 2020 | 18:24 WIB

Menteri Kesehatan Prancis Ingatkan Ibuprofen Bisa Perburuk Pasien Corona

Menteri Kesehatan Prancis Ingatkan Ibuprofen Bisa Perburuk Pasien Corona

Health | Selasa, 17 Maret 2020 | 18:18 WIB

Keterlaluan, Fans Celtic Bikin Pesta Minum Bir di Tengah Pandemi Corona

Keterlaluan, Fans Celtic Bikin Pesta Minum Bir di Tengah Pandemi Corona

Bola | Selasa, 17 Maret 2020 | 18:25 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×