Jika Lockdown Diterapkan, 5 Profesi Ini yang Paling Merasakan Imbasnya

Dany Garjito, Farah Nabilla

Kamis, 19 Maret 2020 | 18:20 WIB
Jika Lockdown Diterapkan, 5 Profesi Ini yang Paling Merasakan Imbasnya
Ilustrasi Lockdown. (Shutterstock)
ilustrasi pedagang kaki lima, jajanan pinggir jalan [shutterstock]
ilustrasi pedagang kaki lima, jajanan pinggir jalan [shutterstock]

Pedagang menggantungkan pendapatan dari hasil jualan mereka sehari-hari. Pedagang di pasar, tukang sayur, pedagang kaki lima, bahkan pedagang dengan toko yang lebih besar pun akan terkena imbas lockdown.

Kalaupun mereka boleh keluar rumah untuk berjualan, mereka tetap tak akan bertemu pembeli. Lalu apa artinya penjual ketika tak ada pembeli? 

Ira Suwito (45), seorang pedagang yang menyediakan beragam masakan sehari-hari di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan ini menegaskan tidak setuju kalau pemerintah menerapkan lockdown.

BACA: Setuju Jakarta Lockdown? Pedagang: WFH Saja Pendapatan Turun 50 Persen

Dia berpendapat, seandainya pemerintah menerapkan lockdown, artinya bakal mematikan segala aktivitas masyarakat sehari-hari.

Ira khawatir, karena laku atau tidak dagangannya sangat bergantung kepada konsumen yang datang untuk makan.

"Saya enggak setuju. Kalau lockdown kan otomatis Jakarta mati, kami enggak bisa ngapa-ngapain. Mata pencaharian saya kan di sini yah, kalau lockdown, berarti mata pencaharian saya keputus," kata Ira saat dihubungi Suara.com, Rabu (18/3/2020).

Ibu dari dua orang anak itu baru bisa menerima adanya keputusan lockdown, kalau kondisi penyebaran Covid-19 sudah merebak dan masuk ke dalam tahap sangat darurat.

Namun, untuk saat ini, dia merasa dbelum perlu sampai lockdown. Kata Ira, kondisi di Jakarta saat ini belum begitu berbahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, meskipun ia tidak menampik ada rasa ketakutan lantaran penyebaran Covid-19 yang begitu cepat.

baca juga

Selain itu, Ira juga menceritakan pengalamannya ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau perusahaan untuk menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang dimulai pada Senin (16/3) awal pekan ini.

Ira mengaku mendapatkan imbas negatif, yakni pendapatannya berkurang. Hal itu dikarenakan banyak karyawan yang sudah menjadi pelanggan tidak datang ke tempatnya lantaran WFH tadi.

"Pendapatan jadi berkurang jauh. Ada kali sampai 50 persen. Karyawan-karyawan di sini pada libur semua.”

3. Sopir angkutan

Angkutan kota (angkot) melintas di kawasan terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (26/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Angkutan kota (angkot) melintas di kawasan terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (26/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Nasib sopir angkutan hampir mirip dengan nasib para tukang ojek. Mereka akan kehilangan penumpang.

Kondisi ini berlaku untuk sopir taksi, bus, mikrolet, atau pun angkot. Jangankan untuk memberi setoran kepada pemilik armada, mendapat penumpang pun akan kesulitan karena orang-orang dilarang keluar rumah.

Irwansyah (31) salah satu sopir taksi konvensional di Jakarta mengaku cukup prihatin atas situasi di Jakarta akibat wabah virus corona saat ini. Ia ikut resah dibuatnya.

Bukan hanya khawatir tertular virus yang sudah membunuh ribuan jiwa itu, penghasilannya dari bekerja sebagai sopir juga sangat terpengaruh.

"Menurut saya melihat situasi di Jakarta saat ini kacau, rekan-rekan pengemudi yang lain. Sebelum ada Covid-19 aja, situasi narik sudah parah ditambah sekarang ramai virus corona makin parah. Pengaruhnya besar banget ke penghasilan sebagai pengemudi taksi," kata Irwansyah saat dihubungi, Rabu (18/3/2020).

Ia pun tak menampik atau menolak jika nantinya pemerintah benar-benar melakukan lockdown atau mengunci wilayah, khususnya Jakarta.

"Untuk memutus mata rantai Covid-19 salah satu caranya ya dengan me-lockdown Jakarta, itu menurut saya," kata Irwan.

Ia berharap, jika benar-benar lockdown dilakukan, pemerintah pusat harus memikirkan warganya. Lantaran mempengaruhi sejumlah pekerjaan nantinya bakal terganggu akibat opsi itu.

"Setuju saja. Dengan catatan pemerintah menjamin semua segala kebutuhan dasar rakyatnya, karena kan gak boleh kerja atau kemana-mana," kata dia.

Hal sama turut disampaikan Doni Saputra (28), salah satu pengemudi ojek online di Jakarta. Ia mengaku telah membatasi mengambil sejumlah penumpang di Jakarta.

"Virus corona ini buat saya jaga-jaga juga buat narik. Saya ngambil penumpang juga nggak banyak sekarang," kata Doni.

Ia juga mengaku bakal mendukung langkah pemerintah apabila benar-benar melakukan opsi lockdown untuk wilayah DKI Jakarta.

"Jakarta kan sekarang terdampak banyak ya virus corona ini, setuju kalau pemerintah menutup akses warganya buat aktivitas," ujar Doni.

Meski begitu, Doni berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk masyarakat yang bekerja memang penghasilannya di jalan.

"Ya, perhatiannya harus ada. Kan kasihan yang kerja nyari duitnya di jalan kan," imbuh Doni.

4. Buruh harian

Buruh harian yang akan terdampak lockdown adalah para kuli panggul, kuli bangunan, bahkan pekerja harian di pabrik atau perusahaan. Upah yang biasa mereka dapatkan setiap harinya setelah bekerja akan lenyap.

Kuli panggul akan menemui pasar yang sepi, kuli bangunan tak boleh bekerja karena larangan keluar dan berkerumun, dan buruh pabrik tak akan mendapat upah karena karyawan diminta work from home.

5. Pegiat pariwisata dan perjalanan

Ilustrasi pesawat. (Unsplash/Shaun Darwood)
Ilustrasi pesawat. (Unsplash/Shaun Darwood)

Kelesuan pasar yang dialami pegiat pariwisata tak harus menunggu lockdown diterapkan. Saat ini saja para agen travel wisata telah mendapat imbas dari larangan masuk wisatawan ke negara-negara terdampak corona. Maskapai penerbangan juga akan lesu karena hal yang sama.

Saat COVID-19 saja, perusahaan konsultan memprediksi bisnis penerbangan bisa bangkrut.

Menurut ahli penerbangan Australia, pandemi virus corona (COVID-19) diprediksi bakal membuat bangkrut bisnis penerbangan di seluruh dunia hanya dalam hitungan minggu. Prediksi ini disampaikan langsung oleh CAPA - Centre of Aviation, perusahaan konsultan maskapai yang berbasis di Sydney, Australia pada Senin (16/3/2020).

Menurut CAPA - Centre of Aviation, sejak virus corona meluas hingga hampir ke seluruh dunia, para calon penumpang maskapai saling bergegas membatalkan jadwal penerbangan. Jika otoritas penerbangan tidak segera mengambil langkah yang tepat maka seluruh penerbangan di dunia diprediksi akan bangkrut pada bulan Mei mendatang.

BACA: COVID-19 Ancam Bisnis Penerbangan, Prediksi: Bangkrut dalam Hitungan Minggu

"Sebagai dampak dari virus corona dan langkah pemerintah dalam membatasi penerbangan, banyak maskapai telah masuk ke jurang kebangkrutan secara teknis atau setidaknya secara substansial telah melanggar hutang," demikian pernyataan CAPA - Centre of Aviation, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (16/3/2020).

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison telah memerintahkan masyarakat Australia agar tidak berpergian jarak jauh. Penerbangan internasional juga telah ditunda selama 14 hari ke depan semenjak COVID-19 semakin meluas hingga ke seluruh dunia.

"Jumlah pembatalan pemesanan akan semakin besar setiap kali ada rekomendasi baru dari pemerintah untuk menunda penerbangan. Permintaan menyusut dengan cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dan hal ini tak akan kembali normal dalam waktu cepat," lanjut CAPA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Lockdown, Inflasi Bisa Tak Terkendali

Jakarta Lockdown, Inflasi Bisa Tak Terkendali

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 12:49 WIB

Angka Kematian Covid-19 Tertinggi di Dunia, Tagar Indonesia Lockdown Viral

Angka Kematian Covid-19 Tertinggi di Dunia, Tagar Indonesia Lockdown Viral

Health | Kamis, 19 Maret 2020 | 10:43 WIB

Begini Suasana Malaysia Usai Di-Lockdown

Begini Suasana Malaysia Usai Di-Lockdown

Foto | Kamis, 19 Maret 2020 | 09:56 WIB

Wah! Neymar Buru-buru Mudik ke Brasil Sebelum Prancis Lockdown

Wah! Neymar Buru-buru Mudik ke Brasil Sebelum Prancis Lockdown

Bola | Kamis, 19 Maret 2020 | 08:45 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Jika Lockdown Benar-benar Diterapkan

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Jika Lockdown Benar-benar Diterapkan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 07:40 WIB

Setuju Jakarta Lockdown? Pedagang: WFH Saja Pendapatan Turun 50 Persen

Setuju Jakarta Lockdown? Pedagang: WFH Saja Pendapatan Turun 50 Persen

News | Rabu, 18 Maret 2020 | 21:31 WIB

Terkini

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:15 WIB

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:56 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:42 WIB

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:30 WIB

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:45 WIB

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:05 WIB

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:45 WIB

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:31 WIB

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:14 WIB

×