Fadli Zon Ungkap Alat Tes Cepat Corona dari Cina Hanya Seharga Rp 55 Ribu

Reza Gunadha, Fita Nofiana

Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:46 WIB
Fadli Zon Ungkap Alat Tes Cepat Corona dari Cina Hanya Seharga Rp 55 Ribu
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon menyatakan, harga alat tes cepat virus corona Covid-19 hanya berkisar Rp 55.000. Hal itu ia nyatakan melalui akun Twitter pribadinya, Sabtu (21/3/2020).

"Waktu saya ketemu pak @prabowo sabtu lalu, saya sudah dengar rencana impor alat tes cepat ini," tulis Fadli dengan mengutip berita dari Kumparan.com.

"Saya tanya beliau, berapa harganya? Kata pak @prabowo hanya USD 3,5 (sekitar Rp.55 ribu)," tambahnya.

Fadli Zon sebut harga alat tes cepat corona hnta Rp 55 Ribu (twitter/Fadlizon)
Fadli Zon sebut harga alat tes cepat corona hnta Rp 55 Ribu (twitter/Fadlizon)

Pemerintah Indonesia memang memutuskan untuk mengimpor 500 ribu kit alat pendeteksi virus corona.

Bukan dengan PCR, namun rapid test atau yang Fadli Zon sebut sebagai alat tes cepat.

Cuitan politikus Partai Gerindra itu mendapatkan banyak atensi dari warganet.

"Pak Prabowo kok enggak bikin statemen ya om?" komentar akun seorang warganet.

"Rp. 55.000 kan di sana, belum biaya angkut dihitung jarak, biaya yang mengurus dan biaya lain-lain yang lebih besar jadi sampai di Indonesia harganya bisa berkali-kali lipat," tambah warganet lain.

"Kalau cuma USD 3,5 (sekitar 55rb), kenapa enggak di gratiskan ke rakyat?" sahut seorang warganet di kolom komentar.

baca juga

Kelebihan rapid test

Waktu pengujian menggunakan model rapid test membutuhkan waktu relatif lebih singkat. Hanya perlu menunggu 15 hingga 20 menit, hasil tes akan keluar.

Selain waktu yang singkat, proses pengujian dengan model rapid test juga dapat dilakukan di laboratorium mana pun. Sebab, spesimen yang diuji adalah darah.

Sementara, pengujian swab yang selama ini dilakukan dengan spesimen lendir dari hindung dan tenggorokan memerlukan waktu pengujian yang lama. Selain itu, hanya laboratorium khusus saja yang bisa mengujinya.

"Salah satu keuntungan ini tidak membutuhkan sarana pemeriksaan lab pada biosecurity level II. Artinya bisa dilaksanakan di hampir semua lab kesehatan di rumah sakit di Indonesia," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto.

Kelemahan rapid test

Cara kerja rapid test adalah dengan memeriksa immunoglobulin dalam tubuh. Pasien baru bisa dites secara rapid test setelah terinfeksi corona setidaknya selama sepekan.

Bila pengujian dilakukan pada pasien yang belum terinfeksi selama sepekan, maka hasil rapid test akan menunjukkan immunoglobulin negatif.

"Adapun yang diperiksa immunoglobulin-nya maka butuh reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu karena kalau belum seminggu atau kurang dari seminggu pembacaan immunoglobulin-nya akan menampilkan gambaran negatif," ungkap Achmad Yurianto.

Sementara, pada pengujian dengan cara swab lendir diambil akan dilakukan tes reaksi berantai polimerase atau PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi materi genetik spesifik yang ada di dalam virus.

Sehingga pengujian dengan swab lebih akurat untuk mendeteksi seseorang positif corona atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Covid-19, Gedung Kemenpora Disemprot Cairan Disinfektan

Cegah Covid-19, Gedung Kemenpora Disemprot Cairan Disinfektan

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:37 WIB

Kemendagri Siapkan Tempat untuk Isolasi Pasien Covid-19, Ini Daftarnya

Kemendagri Siapkan Tempat untuk Isolasi Pasien Covid-19, Ini Daftarnya

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:28 WIB

MG Indonesia Siap Luncurkan Produk Baru Secara Virtual

MG Indonesia Siap Luncurkan Produk Baru Secara Virtual

Otomotif | Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:19 WIB

Efek Samping Covid-19: Tak Bisa Cium Bau dan Rasakan Makanan

Efek Samping Covid-19: Tak Bisa Cium Bau dan Rasakan Makanan

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:38 WIB

Dampak Virus Corona, Band Navicula Konser Tanpa Penonton

Dampak Virus Corona, Band Navicula Konser Tanpa Penonton

Foto | Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:13 WIB

Seorang Pria Gunakan Hand Sanitizer Berlebihan, Warganet: Malah Buat Wudu

Seorang Pria Gunakan Hand Sanitizer Berlebihan, Warganet: Malah Buat Wudu

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:12 WIB

Asosiasi Komponen Otomotif Dorong Pemerintah Subsidi Akibat COVID-19

Asosiasi Komponen Otomotif Dorong Pemerintah Subsidi Akibat COVID-19

Otomotif | Sabtu, 21 Maret 2020 | 12:45 WIB

Meski WHO Tidak Yakin, AS Resmi Jadikan Klorokuin untuk Pengobatan Covid-19

Meski WHO Tidak Yakin, AS Resmi Jadikan Klorokuin untuk Pengobatan Covid-19

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 12:20 WIB

Update Corona Covid-19: Rekor Kematian di Italia, 369 Positif di Indonesia

Update Corona Covid-19: Rekor Kematian di Italia, 369 Positif di Indonesia

Health | Sabtu, 21 Maret 2020 | 11:39 WIB

Persiapan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Rampung Besok

Persiapan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Rampung Besok

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 11:28 WIB

Terkini

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×