-
Korban luka kebakaran hebat di restoran Bangkok melonjak drastis mencapai 72 orang.
-
Pemerintah Thailand menyelidiki dugaan adanya hambatan pada akses pintu keluar darurat restoran.
-
Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada warga negara Indonesia menjadi korban kebakaran.
Suara.com - Pusat Bantuan dan Koordinasi Administrasi Kota Bangkok melaporkan lonjakan drastis jumlah korban cedera akibat amukan api di sebuah restoran.
Sebanyak 72 orang kini menderita luka-luka dan 45 pengunjung lainnya dilaporkan masih hilang misterius.
"Jumlah korban luka dalam kebakaran di restoran bir Rong Beer Na Lat Phrao saat ini mencapai 72 orang, 25 di antaranya dalam kondisi serius. Sebanyak 45 orang masih dianggap hilang," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Sputnik, Selasa (14/7/2026).

Angka tragis ini melampaui laporan awal media lokal yang sebelumnya mencatat 63 korban luka.
Dari total korban cedera tersebut, sebanyak 22 individu sempat dikabarkan berada dalam kondisi sangat kritis.
Catatan resmi pemerintah menunjukkan tempat hiburan tersebut sebenarnya mengantongi izin operasional restoran dengan sajian musik hidup.
Fasilitas publik ini juga telah dirancang dengan dilengkapi oleh dua akses keluar untuk situasi darurat.
Aparat berwenang kini memfokuskan penyelidikan pada potensi adanya sumbatan pada salah satu pintu evakuasi.
Kelalaian pengamanan jalur penyelamatan diduga kuat memicu tingginya angka penonton yang terjebak di dalam bangunan.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan sebagian besar korban meninggal karena menghirup asap setelah “asap dari pemutus sirkuit di dekat panggung, diikuti oleh pemadaman listrik dan ledakan.”
“Sebagian besar korban berlari ke belakang, ke toilet tanpa jalan keluar, mungkin karena panik akibat api dan asap,” katanya.
Gumpalan asap pekat yang bersumber dari kerusakan arus listrik langsung memicu pemadaman lampu seketika.
Suasana gelap gulita yang diiringi suara ledakan keras membuat kerumunan pengunjung didera kepanikan luar biasa.
Para korban yang ketakutan dilaporkan berlarian ke area toilet belakang demi menghindari kobaran api.
Nahas, ruangan sudut tersebut tidak memiliki akses keluar alternatif sehingga justru menjebak puluhan orang di dalamnya.