- Program MBG kembali berjalan pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 setelah masa libur selesai.
- BGN mewajibkan sajian protein hewani guna menjamin kebutuhan gizi seimbang serta mendukung tumbuh kembang seluruh siswa.
- Pihak pengelola meningkatkan pengawasan dan memberdayakan pangan lokal untuk menunjang kualitas program serta pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 setelah sempat terhenti selama 18 hari masa libur.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kualitas menu tetap menjadi prioritas, dengan memastikan protein hewani hadir secara konsisten dalam makanan yang diterima peserta didik.
Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan setiap menu MBG harus mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara lengkap dan seimbang guna mendukung tumbuh kembang mereka.
"Menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah," kata Trenggono dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
![Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/52477-badan-gizi-nasional-bgn-trenggono.jpg)
Selain memastikan kualitas menu, Trenggono mengingatkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra pelaksana agar menjalankan program sesuai standar operasional.
Mereka diminta aktif melakukan pendampingan saat monitoring, membangun komunikasi rutin dengan sekolah, serta menghimpun masukan dari kepala sekolah, guru, siswa, dan penerima manfaat sebagai bahan evaluasi penyusunan menu.
Menurutnya, BGN terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala di berbagai daerah agar pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai target.
Pada hari pertama pelaksanaan MBG setelah libur sekolah, Trenggono bersama Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati juga meninjau langsung pelaksanaan program di sejumlah sekolah dan dapur SPPG di Jakarta Pusat.
Lokasi yang dikunjungi meliputi SDN Cikini 01, SDN Cikini 02, SMA Muhammadiyah 1, SPPG Menteng Pegangsaan 1, serta SPPG Johar Baru Kampung Rawa 2.
Trenggono menambahkan, manfaat MBG tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
"Kita perlu memanfaatkan buah-buahan lokal yang kualitasnya yang berkualitas, mengurangi ketergantungan pada bahan baku produksi pabrikan, serta mengutamakan pasokan dari UMKM. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh petani, pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar," katanya.