8 Jawaban atas Pertanyaan soal Virus Corona yang Sering Diajukan

Rendy Adrikni Sadikin

Selasa, 24 Maret 2020 | 10:01 WIB
8 Jawaban atas Pertanyaan soal Virus Corona yang Sering Diajukan
Pasien Covid-19 sulit dapat kamar di RS rujukan pemerintah. (Suara.com/Iqbal)

3. Berapa lama virus bertahan hidup di udara atau benda?

Virus corona menular terutama lewat cairan tubuh, dan dilepas ke udara lewat batuk atau bersin. Virus corona menyebabkan penyakit saluran pernafasan yang memicu batuk-batuk.

Tes laboratorium yang dilakukan institut federal Jerman untuk asesmen risiko BfR menunjukkan, virus corona tetap berbahaya dan bisa menginfeksi selama tiga jam di udara, jika kontaminasinya amat berat.

Di permukaan tembaga, bisa hidup empat jam, pada permukaan karton bisa hidup 24 jam, dan dua sampai tiga hari di permukaan plastik atau besi.

Kabar bagusnya, virus perlu inang hidup untuk bisa berkembang biak. Tanpa makhluk hidup, virus tidak bisa membiak dan mati, karena tidak bisa mengkopi diri.

Jadi, walaupun bisa bertahan hidup beberapa jam atau bahkan hari pada permukaan tertentu, tanpa peluang memperbanyak diri virusnya menjadi lemah dan berkurang bahayanya.

Lebih jauh lagi, penelitian ketahanan hidup virus ini dilakukan di laboratorium dengan kondisi ideal. Padahal di luar banyak faktor lain mempengaruhi, misalnya perubahan temperatur dan cahaya matahari. Faktor-faktor itu bisa mempengaruhi stabilitas virus.

4. Bagaimana saya melindungi diri?

Jika batuk atau bersin, tutup dengan tisu atau ke lengan bagian dalam. Cuci tangan secara teratur dengan cara yang benar. Jaga jarak aman dengan orang lain dan lakukan social distancing.

baca juga

Dengan cara ini kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi sekaligus juga membantu memperlambat penyebaran virus.

Karena virus menyebar secara eksponensial, tindakan-tindakan tersebut diperlukan, untuk mencegah meledaknya jumlah pasien yang melumpuhkan sistem kesehatan negara, ujar Lothar Wieler, presiden Robert Koch Institute yang merupakan jawatan federal Jerman untuk pencegahan dan pengendalian penyakit.

5. Mengapa sejauh ini belum ada vaksinnya?

Pengembangan dan pembuatan vaksin yang efektif dan aman, normalnya perlu waktu beberapa tahun. Ada sedikitnya 47 proyek pengembangan vaksin virus corona yang saat ini dijalankan di seluruh dunia. Salah satu perusahaan terdepan dalam riset bidang ini adalah CureVac dari Jerman.

Walaupun para ilmuwan bekerja ekstra keras dalam tekanan waktu untuk mengembangkannya, vaksin virus corona diyakini tidak mungkin diluncurkan ke pasar tahun ini juga. Pasalnya uji klinis perlu banyak waktu.

Para ilmuwan juga mengembangkan apa yang disebut imunisasi pasif, paralel dengan pengembangan vaksinnya. Mereka mengambil antibodi dari serum darah pasien COVID-19 yang sembuh dari infeksi.

Disebut imunisasi pasif, karena pasien hanya “meminjam“ kekebalan tubuh yang dikembangkan pasien lainnya. Keuntungannya, metode ini menolong dengan cepat. Tapi kelemahannya, tubuh tidak memproduksi antibodi sendiri, sehingga rentan infeksi susulan.

6. Bagaimana dengan obat ibuprofen?

Banyak kerancuan muncul terkait konsumsi ibuprofen dengan infeksi virus corona. Sebuah penelitian yang dilancir Lancet Resoiratory Medicine 11 Maret 2020 menyebutkan, pasien yang terinfeksi virus corona yang mengkonsumsi ibuprofen atau satu jenis obat diabetes, justru bisa memperkuat efek dari virus corona.

Riset menyebutkan, ibuprofen dan thiazolidinediones yakni obat untuk diabetes tipe 2, memicu naik regulasi reseptor ACE2 yang memungkinkan virus SARS memasuki sel. Tapi teori tersebut sejauh ini belum dikonfirmasi.

Kebingungan bertambah, ketika WHO melontarkan peringatan resmi, melarang pasien virus corona mengkonsumsi ibuprofen. Sebaliknya WHO menyarankan konsumsi paracetamol. Tapi dua hari kemudian WHO mencabut kembali peringatan resmi tentang ibuprofen itu.

7. Apakah binatang peliharaan bisa terinfeksi corona?

Jawabannya: Ya. Tapi sejauh ini diketahui bahwa anjing atau kucing tidak menunjukkan simtom infeksi. Hewan ini tidak menunjukkan gejala sakit. Semua ini membuat asesmen risiko sangat sulit.

Institut federal Jerman untuk assesmen risiko BfR menyebutkan, binatang yang terinfeksi, secara teoritis bisa menularkan virusnya lewat nafas atau kotoran. Perlu diingat, bahwa virus corona jenis baru juga berasal dari dunia fauna.

8. Apakah berbahaya bagi janin pada ibu hamil?

Ilmuwan menyebutkan, sejauh yang mereka ketahui hingga saat ini, bayi atau anak-anak bukan kelompok risiko infeksi virus corona. Dalam arti, anak-anak yang terinfeksi, biasanya hanya menunjukkan gejala ringan.

Tapi juga ada laporan, bayi yang baru lahir terinfeksi virus corona, walau belum diketahui pasti, transmisi infeksinya terjadi saat dalam kandungan, ketika dilahirkan atau setelahnya.

WHO dan pusat edukasi kesehatan federal Jerman BZgA menegaskan, ibu hamil tidak berarti meningkatnya risiko pada penyakit tersebut. Akan tetapi calon ibu tetap harus ekstra waspada.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits: 6 Dokter Meninggal Karena Covid-19, Hoaks Kumur Air Garam dan Cuka

Hits: 6 Dokter Meninggal Karena Covid-19, Hoaks Kumur Air Garam dan Cuka

Health | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:58 WIB

Bantu Perangi Corona, Muncul Usulan Potong Gaji Anggota DPR

Bantu Perangi Corona, Muncul Usulan Potong Gaji Anggota DPR

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:55 WIB

Covid-19 dan Teori Modal Sosial

Covid-19 dan Teori Modal Sosial

Your Say | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:55 WIB

Imbas Virus Corona, Mal Grand Indonesia Sepi Pengunjung

Imbas Virus Corona, Mal Grand Indonesia Sepi Pengunjung

Foto | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:38 WIB

Seorang Warga Jambi Positif Corona, Menyasar Seorang Pejabat?

Seorang Warga Jambi Positif Corona, Menyasar Seorang Pejabat?

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:35 WIB

Pria Ini Lupa Copot Masker saat Makan, Warganet: Untung Kamu Ganteng!

Pria Ini Lupa Copot Masker saat Makan, Warganet: Untung Kamu Ganteng!

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:32 WIB

Lawan Virus Corona, Inul Daratista Tuai Pujian Tutup Bisnis Karaoke

Lawan Virus Corona, Inul Daratista Tuai Pujian Tutup Bisnis Karaoke

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:35 WIB

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan

Tekno | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:47 WIB

Update Corona Covid-19 Global: Pasien Sembuh 102.423, Terinfeksi 379.080

Update Corona Covid-19 Global: Pasien Sembuh 102.423, Terinfeksi 379.080

Health | Selasa, 24 Maret 2020 | 10:00 WIB

Orang Tuanya Kena Corona, Dede Curhat ke Kang Emil: Aku Kangen Ayah Bunda

Orang Tuanya Kena Corona, Dede Curhat ke Kang Emil: Aku Kangen Ayah Bunda

Jabar | Selasa, 24 Maret 2020 | 09:28 WIB

Terkini

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:43 WIB

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:32 WIB

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:29 WIB

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

×