Array

Kecam soal Rapid Test, AII: DPR Bukan Kelompok Rentan Terinfeksi Corona!

Selasa, 24 Maret 2020 | 11:44 WIB
Kecam soal Rapid Test, AII: DPR Bukan Kelompok Rentan Terinfeksi Corona!
Pegiat HAM Usman Hamid di Jakarta. [Suara.com/Lily Handayani]

Suara.com - LSM Amnesty Internasional Indonesia (AII) mengecam rencana rapid test virus corona COVID-19 yang akan dijalani oleh seluruh anggota DPR beserta keluarganya.

DPR dinilai bukan kelompok rentan terinfeksi virus corona.

Direktur Eksekutif AII, Usman Hamid mengakui memang pelayanan kesehatan merupakan hak asasi setiap orang tanpa memandang jabatan, tapi untuk saat ini ada kelompok rentan yang lebih membutuhkan rapid test corona.

"Semua orang bisa mendapatkan COVID-19. Namun, menurut kami kelompok-kelompok tertentu tampaknya berisiko lebih besar terkena penyakit parah dan itu termasuk risiko kematian," kata Usman saat dihubungi Suara.com, Selasa (24/3/2020).

AII mendesak pemerintah untuk mengutamakan kelompok-kelompok rentan yang dikategorikan WHO dan orang terpinggirkan seperti orang yang hidup dalam kemiskinan atau dalam pekerjaan yang tidak aman, difabel, migran dan orang-orang yang sedang ada dalam tahanan.

"Mereka semuanya itu sangat mungkin menghadapi kerentanan dan risiko tambahan dalam mengakses perawatan pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif)," kata dia.

AII juga menyarankan kepada presiden Joko Widodo atau Jokowi agar sadar akan dampak khusus virus corona ini pada kelompok tertentu dan memastikan bahwa kebutuhan dan pengalaman mereka sepenuhnya diperhitungkan dalam rencana dan strategi.

Anggota DPR dan Keluarga Tak Perlu Antre Rapid Test

Sebanyak 560 anggota DPR RI dan anggota keluarganya bakal menjalani rapid test guna mengetahui apakah terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak.

Baca Juga: Soal Rapid Test Anggota DPR dan Keluarga, Buruh: Elite Jangan Egois!

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan, nantinya anggota DPR akan dilakukan pemeriksaan secara bergilir sesuai jadwal yang telah dibuat. Pemeriksaan dilakukan dalam waktu dekat, yakni Kamis dan Jumat (26-27/3) pekan ini.

"Ini kan tenaga kami terbatas, jadi akan dilakukan di aula di kompleks Kalibata dan Ulujami," kata Indra, Senin (23/3/2020).

Ia menjelaskan pemeriksaan hanya dilakukan dengan metode rapid test, bukan PCR. Kendati begitu, dewan yang kedapatan positif corona melalui rapid test bakal dirujuk ke rumah sakit.

"Iya. Jadi yang kami lakukan itu rapid test kalau itu negatif langsung dirujuk ke bbrapa rumah sakit untuk divaksin anti flu dan anti phenomia. Kami pada rumah sakit rujukan kita sudah sampaikan nanti akan ditangani sesuai prosedur penanganan virus," ujar Indra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI