Tentara Ikut Bubarkan Kerumunan Massa di Makassar selama Wabah Corona

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2020 | 04:05 WIB
Tentara Ikut Bubarkan Kerumunan Massa di Makassar selama Wabah Corona
Pemerintah Kota Makassar melibatkan unsur tripika atau pimpinan mulai tingkat Camat untuk membubarkan kerumunan masyarakat di masa darurat virus corona. (Antara)

Suara.com - Pemerintah Kota Makassar melibatkan unsur tripika atau pimpinan mulai tingkat Camat. Aparat keamanan yakni Komandan Rayon Militer atau Danramil, serta Polsek setempat untuk membubarkan kerumunan masyarakat di masa darurat virus corona.

Guna mengefektifkan hal tersebut, pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan aparat TNI-Polri serta seluruh camat untuk memetakan daerah mana yang masih terdapat kerumunan orang. Selain itu, pertemuan koordinasi dilakukan malam ini. Aparat gabungan akan menindak tegas warga yang masih berkeliaran di tempat-tempat keramaian untuk segera pulang ke rumahnya.

"Sesuai surat edaran agar masyarakat untuk sementara tinggal di rumah, tidak berkeliaran apalagi di tempat keramaian, dan acara lain tempat berkumpulnya massa," kata Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, Selasa (24/3/2020).

Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai penyebarannya. Sebab saat ini Indonesia dalam kondisi tanggap darurat non-bencana COVID-19.

Bahkan ini diperkuat dalam surat imbauan yang dikeluarkan pemerintah disampaikan untuk sementara lokasi tempat berkumpul banyak orang seperti tempat wisata, THM, kafe, warung kopi, tempat jajanan.

Kemudian acara pesta pernikahan, acara keluarga, seminar, konser, karnaval dan lainnya ditunda atau ditiadakan sementara mulai 23 Maret-5 April 2020.

"Ada koramil, dan polsek-polsek mengimbau warga untuk tidak berkumpul-kumpul sementara, mereka akan dibubarkan sebagai langkah tegas bila tidak mengindahkan," ujarnya menegaskan.

Tidak hanya itu, Pemkot Makassar pun secara resmi sudah mengeluarkan surat imbauan untuk menutup seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) sementara di Makassar mulai 23 Maret-5 April 2020.

Pantauan di lapangan sejumlah aparat gabungan TNI-Polri sudah bergerak meminta pengunjung kafe dan warung kopi untuk segera pulang lebih awal sebagai langkah antisipasi memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBNU: Orang yang Meninggal karena Virus Corona Covid-19 Mati Syahid

PBNU: Orang yang Meninggal karena Virus Corona Covid-19 Mati Syahid

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:14 WIB

Eksklusif, Kegiatan WNI di Roma Selama Masa Lockdown

Eksklusif, Kegiatan WNI di Roma Selama Masa Lockdown

Video | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:07 WIB

Ini Imbauan Ketum PSSI Guna Menekan Penyebaran Virus Corona

Ini Imbauan Ketum PSSI Guna Menekan Penyebaran Virus Corona

Bola | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:15 WIB

Viral, Pengusaha Ini Rela Jual Mobil untuk Ditukar Masker Perangi Corona

Viral, Pengusaha Ini Rela Jual Mobil untuk Ditukar Masker Perangi Corona

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:07 WIB

Terkini

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB