Di Tengah Antisipasi Corona, Sumbar Bakal Kebanjiran TKI dari Malaysia

Chandra Iswinarno | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:12 WIB
Di Tengah Antisipasi Corona, Sumbar Bakal Kebanjiran TKI dari Malaysia
Penumpang bus di perbatasan Riau-Padang dilakukan pemeriksaan suhu tubuh antisipasi corona. [Foto: Covesia]

Suara.com - Warga perantauan asal Sumatera Barat (Sumbar) yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia mulai pulang ke kampung halamannya. Dari pantauan tim gabungan Kabupaten Limpuluh Kota disebutkan

TKI tersebut kembali ke kampung halaman menggunakan transportasi darat melalui Provinsi Riau pada Jumat (27/3/2020). Hal tersebut diketahui saat tim gabung tersebut melakukan pemeriksaan terhadap salah satu bus NPM BA 7334 NU pada Jumat pagi di depan Puskesmas Tanjung Pati, Kecamatan Harau.

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah tim gabungan terdiri dari Pemkab Limapuluh Kota, TNI dan Polri mendapat info mengenai adanya salah satu bus NPM jurusan Dumai–Padang yang dikabarkan membawa tujuh orang TKI asal Malaysia.

Sesampainya bus tersebut di depan Puskesmas Tanjung Pati pada pukul 05.18 WIB, tim gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan dengan didampingi ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra langsung menghentikan bus.

Saat petugas medis melakukan pemeriksaan, ada salah seorang penumpang dalam keadaan sakit dari total sembilan penumpang. Penumpang yang sakit ini berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 60 tahun lebih. Ia naik bus dari Kandis (Riau) hendak menuju Padang.

Petugas medis tidak bisa melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang karena tidak bisa turun dari bus. Sedangkan didalam bus AC tengah hidup dan membuat pengukur suhu tubuh tidak bisa bekerja.

Setelah pengecekan kesehatan, petugas menanyakan satu persatu-satu penumpang tentang riwayat perjalanannya masing-masing. Namun, tidak ditemukan satu penumpang yang memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia. Hanya satu penumpang perempuan yang baru saja dari Batam hendak pulang kampung ke Padang Panjang.

Namun Supir Bus NPM, Hendra mengaku mengenai informasi TKI dari Malaysia yang pulang kampung ke Sumbar memang benar. Di Dumai sudah banyak TKI asal Sumbar yang mulai berdatangan dan sudah masuk ke Sumbar. Ada yang menggunakan bus, travel dan mobil pribadi.

“Kalau informasi itu memang ada, pak. Sekarang pun sudah mulai berdatangan. Hanya saja yang di dalam bus saya sekarang tidak ada yang dari Malaysia. Mereka pulang tidak hanya dengan Bus NPM. Di Dumai banyak bus dan travel untuk bisa pulang ke Sumbar. Bahkan ada juga yang pakai mobil pribadi,” sebut Hendra saat ditanya oleh Wabup seperti dilansir Covesia.com-jaringan Suara.com pada Jumat (27/3/2020).

Hendra juga mengatakan, diminta kembali lagi hari ini kembali ke Dumai oleh NPM. Kemungkinan besar, lusa mendatang dia akan mengangkut sekitar 30 orang TKI untuk pulang kampung ke Sumbar.

“Kalau saya narik lagi ke Dumai hari ini, terus Lusa balik lagi ke Padang. Mungkin ada TKI yang saya bawa. Di Dumai mungkin sudah ratusan yang datang. Mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan mungkin banyak TKI yang akan pulang ke Sumbar,” jelasnya.

Mendengar hal ini, Wabup akan meminta Bupati untuk memanggil seluruh OPD Kabupaten Limapuluh Kota dan melakukan evaluasi. Lantaran, pada Kamis (26/3/2020), pengecekan terhadap pengendara dan penumpang di posko di perbatasan Sumbar sudah dihentikan.

“Informasi ini akan saya sampaikan ke Bupati agar mengevaluasi kebijakan yang diambil kemarin. Jika ini tidak ada tindakan dan pencegahan seperti ini, dua juta kesehatan penduduk Sumbar bisa terancam. Kebijakan kemarin jelas kebijakan yang salah diambil oleh Pemkab Limapuluh Kota."

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Desak Pemerintah Tutup Kunjungan Penjara dan Panti Wreda

Ilmuwan Desak Pemerintah Tutup Kunjungan Penjara dan Panti Wreda

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:59 WIB

Virus Corona, Social Distancing, dan Sikap Pemerintah

Virus Corona, Social Distancing, dan Sikap Pemerintah

Your Say | Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:49 WIB

Setelah Kota Tegal, Desa di Banjarnegara Ini Juga Memutuskan 'Lockdown'

Setelah Kota Tegal, Desa di Banjarnegara Ini Juga Memutuskan 'Lockdown'

Jawa Tengah | Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:00 WIB

Partisipasi Tanggulangi COVID-19, Forwot Serahkan APD ke RSUD Cengkareng

Partisipasi Tanggulangi COVID-19, Forwot Serahkan APD ke RSUD Cengkareng

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:09 WIB

Resepsi Kawinan di Nganjuk Dibubarkan, Polisi: Hanya Ijab Kabul yang Boleh

Resepsi Kawinan di Nganjuk Dibubarkan, Polisi: Hanya Ijab Kabul yang Boleh

Jatim | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:07 WIB

Sebelum Meninggal, Pasien PDP Corona Aceh Sempat Dirawat di Ruang Umum

Sebelum Meninggal, Pasien PDP Corona Aceh Sempat Dirawat di Ruang Umum

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:04 WIB

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39 WIB

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB