RS Selektif Rawat Pasien Usia Rentan, Jubir Covid-19: Jangan Diskriminasi

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Minggu, 29 Maret 2020 | 18:51 WIB
RS Selektif Rawat Pasien Usia Rentan, Jubir Covid-19: Jangan Diskriminasi
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. (BNPB)

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan layanan perawatan rumah sakit secara selektif diperuntukan bagi pasien yang tidak dapat melakukan isolasi diri.

Yuri lantas meminta masyarakat tidak mendiskriminasi orang dengan status positif Covid-19 dan diharapkan dapat memberi dukungan kepada mereka saat menjalani proses isolasi diri.

Menurut Yuri, rumah sakit secara selektif akan merawat pasien terindikasi Covid-19 yang dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan proses isolasi diri. Misalnya, kelompok rentan lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung, paru-paru dan sebagainya.

"Kita tidak punya cara lain. Perawatan di rumah sakit akan selektif dilakukan untuk yang memang betul-betul terindikasi penyakit dan tidak memungkinkan melaksanakan isolasi diri," katanya dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube BNPB pada Minggu (29/3/2020) sore.

"Inilah yang kami siapkan di rumah sakit. Memang kekuatan terbesar kita adalah bagaimana bersama masyarakat bisa memutuskan rantai penularan dengan sebaiknya."

Berkenaan dengan itu, Yuri lantas mengingatkan masyarakat untuk tidak mendiskriminasi atau mengucilkan orang dengan status positif Covid-19 yang tengah menjalani masa isolasi diri. Dia justru meminta masyarakat untuk membantu dengan memberi dukungan dan perlindungan kepada mereka.

"Kita lindungi yang sakit. Jangan didiskriminasikan. Jangan distigmatisasi. Lindungi dia agar bisa melakukan isolasi diri dengan baik di rumahnya. Bukan untuk dikucilkan, tetapi dibantu agar dia betul-betul bisa melaksanakan isolasi diri dengan sebaik-baiknya," katanya.

Sebelumnya, Yuri menyampaikan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia kian bertambah sebanyak 130 orang. Hingga Minggu (29/3/2020) sore tadi tercatat sebanyak 1.285 orang dinyatakan positif Covid-19.

Disisi lain jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah sebanyak 5 menjadi total 64 orang. Meski, angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah 12 dengan total keseluruhan berjumlah 114 orang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2,5 Juta WNI Berpotensi Tertular Covid, Jika Tak Ada Intervensi Pemerintah

2,5 Juta WNI Berpotensi Tertular Covid, Jika Tak Ada Intervensi Pemerintah

Jabar | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Angka Kasus Positif Covid-19 Terbesar di Jakarta dan Jawa Barat

Angka Kasus Positif Covid-19 Terbesar di Jakarta dan Jawa Barat

News | Minggu, 29 Maret 2020 | 18:15 WIB

Lockdown di Tegal, Pedagang Sayur: Kalau Tidak Ada Kompensasi Mau Gimana?

Lockdown di Tegal, Pedagang Sayur: Kalau Tidak Ada Kompensasi Mau Gimana?

Jawa Tengah | Minggu, 29 Maret 2020 | 18:10 WIB

Aksi Peduli Pemberantasan Corona

Aksi Peduli Pemberantasan Corona

Foto | Minggu, 29 Maret 2020 | 18:30 WIB

WHO Pilih Malaysia sebagai Negara Pertama yang Menguji Obat Corona Covid-19

WHO Pilih Malaysia sebagai Negara Pertama yang Menguji Obat Corona Covid-19

Health | Minggu, 29 Maret 2020 | 17:54 WIB

Terkini

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

×