'Istri Pakai Suara Doraemon', Saran Menteri Malaysia Agar Keluarga Harmonis

Rendy Adrikni Sadikin

Selasa, 31 Maret 2020 | 19:30 WIB
'Istri Pakai Suara Doraemon', Saran Menteri Malaysia Agar Keluarga Harmonis
Poster Kementerian Malaysia yang dinilai seksis.[Facebook]

Suara.com - Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Pengembangan Masyarakat (KPWKM) Malaysia menyarankan istri agar menggunakan suara tokoh kartun Doraemon saat minta tolong ke suami.

Ya, kementerian tersebut dikritik karena mempublikasikan unggahan yang bernada seksis serta mengandung stereotip terhadap gender di laman media sosial mereka.

Sebagai contoh, kementerian secara gamblang memajang di media sosial mengenai bagaimana peran perempuan menciptakan suasana damai di rumah selama pandemi Covir-19 dan 'lockdown' di Malaysia.

Dalam unggahannya, mereka menuliskan kebahagiaan rumah tangga bukan tanggung jawab perorangan, melainkan dilakukan oleh keluarga bersama-sama.

"Hindari pertengkaran dan penghinaan terhadap pasangan, pastikan untuk saling kompromi dan saling menghargai satu sama lain," demikian dituliskan kementerian tersebut seperti dikutip dari laman World of Buzz, Selasa (31/3/2020).

Kementerian tersebut menuliskan, "KPWKM berkesempatan untuk menasihati semua penduduk Malaysia untuk mengendalikan emosi, baik itu di dalam maupun luar rumah."

Perempuan, dalam unggahan itu, diminta untuk berbicara kepada suami dengan kata-kata sarat humor dan manja.

Kendati kementerian menyebutkan bahwa membangun rumah tangga harmonis bukan tanggung jawab perorangan, gambar yang mereka bagikan malah menceritakan kisah berbeda.

Di gambar itu, perempuan diperintahkan berbicara dengan suami mereka dengan kata dan suara manja serta lucu, terutama saat minta tolong ke suami. Tujuannya menghindari argumen domestik.

baca juga

“Jika Anda melihat pasangan Anda tidak membantu pekerjaan rumah, hindari menghina mereka. Minta bantuan dan beri tahu. Kadang pasangan kita perlu 'diberitahu' tentang tugas mereka, hanya dengan begitu mereka akan tahu apa yang harus dilakukan," tulis kementerian tersebut.

Bahkan, kementerian tersebut menyarankan istri agar menirukan suara Doraemon dengan manja sambil memberikan contoh permintaan tolong kepada suami.

“Ketika Anda melihat pasangan Anda melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang Anda inginkan, hindari obrolan. Gunakan kata-kata lucu seperti 'Ini adalah bagaimana kamu menggantung pakaian, sayang' (menirukan suara Doraemon sambil diikuti tawa genit)," tulis kementerian itu.

Poster Kementerian Malaysia yang dinilai seksis.[Facebook]
Poster Kementerian Malaysia yang dinilai seksis.[Facebook]

Selain itu, dalam kampanye lainnya, kementerian juga memberikan tips para perempuan saat bekerja dari rumah. Kementerian menyarankan perempuan tidak menggunakan pakaian rumahan.

Mereka menyarankan agar para perempuan yang bekerja dari rumah juga bersolek dan berpakaian rapi seperti ke kantor.

"Hindari mengenakan pakaian rumah. Merias diri seperti biasa, bersolek dan berpakaian rapi," tulis kementerian tersebut.

Imbauan kementerian Malaysia itu membuat warganet tidak habis pikir. Bahkan, tak jarang yang menganggap saran tersebut sekadar lelucon belaka.

Gara-gara saran tersebut kementerian dikritik mengingat fakta banyak perempuan dan laki-laki yang menderita pelecehan dalam rumah tangga selama masa-masa seperti ini.

Menurut warganet, seharusnya departemen pemerintah seperti KPWKM membantu orang yang membutuhkan, bukan memberi mereka saran yang terbilang konyol.

"Kami benar-benar berharap bahwa KPWKM meningkatkan program penjangkauan komunitas mereka dan dengan serius mencari konten media sosial yang lebih cerdas," ujar salah seorang warganet.

Posting mereka sejak itu telah dihapus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kamis, 2.948 Warga Bandung Tes Corona di Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Kamis, 2.948 Warga Bandung Tes Corona di Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Jabar | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:12 WIB

Bosch Kembangkan Rapid Test Kit Covid-19

Bosch Kembangkan Rapid Test Kit Covid-19

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:10 WIB

Kronologi Perempuan Positif Corona Kabur dan Berkeliaran di Tebet

Kronologi Perempuan Positif Corona Kabur dan Berkeliaran di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:08 WIB

Canal Plus Tahan Pembayaran, Klub Peserta Ligue 1 Terancam Krisis Keuangan

Canal Plus Tahan Pembayaran, Klub Peserta Ligue 1 Terancam Krisis Keuangan

Bola | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:04 WIB

Bersifat Represif, Yusril Tak Ingin Darurat Sipil Dipakai untuk Atasi Wabah

Bersifat Represif, Yusril Tak Ingin Darurat Sipil Dipakai untuk Atasi Wabah

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:14 WIB

Tak Pakai Bra selama WFH, Para Ahli Ingatkan Risiko Payudara Kendur

Tak Pakai Bra selama WFH, Para Ahli Ingatkan Risiko Payudara Kendur

Health | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:08 WIB

Nasib Indonesia Open 2020 Bergantung Pandemi Corona di Tanah Air

Nasib Indonesia Open 2020 Bergantung Pandemi Corona di Tanah Air

Sport | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:05 WIB

Poster soal Corona Dianggap Seksis, Menteri Perempuan Malaysia Disemprot

Poster soal Corona Dianggap Seksis, Menteri Perempuan Malaysia Disemprot

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:10 WIB

Polres Kulon Progo Minta Karantina Wilayah Jangan Tutup Akses Masuk Kampung

Polres Kulon Progo Minta Karantina Wilayah Jangan Tutup Akses Masuk Kampung

Jogja | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:10 WIB

Malaysia Tetap Gelar Bazar Ramadhan Selama Pandemi Corona

Malaysia Tetap Gelar Bazar Ramadhan Selama Pandemi Corona

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:04 WIB

Terkini

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×