Lagi, Menhan Prabowo Akan Boyong 10 Ribu APD dari Guangzhou, China

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 02 April 2020 | 10:53 WIB
Lagi, Menhan Prabowo Akan Boyong 10 Ribu APD dari Guangzhou, China
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (21/3/2020). (ANTARA/HO-Humas Kemhan)

Suara.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan mendatangkan lagi 10.000 Alat Pelindung Diri (APD) serta alat kesehatan lainnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis yang menangani pasien virus Corona (Covid-19). Rencananya APD dan alat kesehatannya itu akan diambil dari China.

Ini kali kedua Prabowo mengambil APD dan alat kesehatan dari negeri tirai bambu tersebut. APD dan alat kesehatan lainnya pertama kali diambil dari Shanghai, China dan tiba di Indonesia pada Senin, 23 Maret 2020. Sedangkan untuk saat ini Prabowo memperolehnya dari Guangzhou, China.

"Bapak (Prabowo) perintahkan ambil APD lagi di Guangzhou, RRT," ujar juru bicara Prabowo, Dahnil Anzhar Simanjuntak saat dihubungi Suara.com, Kamis (2/4/2020).

Dahnil tidak menyebut secara pasti kapan 10 ribu APD dan alat kesehatan lainnya akan tiba di tanah air. Namun ia menyebut kalau 10 ribu APD dan alat kesehatan itu akan dijemput dengan pesawat milik TNI ataupun pesawat komersial.

"Bisa pakai pesawat Militer atau pakai Garuda. Segera beberapa hari ini," tutupnya.

Untuk diketahui, awalnya kabar itu disampaikan oleh asisten pribadi Prabowo, Rizky Irmansyah melalui akun Instagramnya @rizky_irmansyah pada Rabu (4/1/2020).

APD dan alat kesehatan lainnya tersebut akan langsung didistribusikan ke rumah sakit dan tenaga kesehatan yang membutuhkan.

Akan tetapi, ia tidak menyebut dari mana asal APD dan alat kesehatan yang akan dikirimkan ke Tanah Air tersebut.

"Dalam waktu dekat Pak Prabowo akan kembali menjemput dan mendatangkan 100.000 APD, masker, dan alat-alat pendukung kesehatan lainnya untuk didistribusikan ke rumah sakit, dokter, tenaga medis, relawan dan pihak-pihak yang turut serta berjuang dalam peperangan melawan corona," tulis Rizky.

Keputusan Prabowo itu disebutkannya sebagai langkah-langkah inisiatif selaku menteri pertahanan untuk melakukan pencegahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Lawan Corona, Suryo Prabowo: Kita Jadi Garda Depan Bukan Dokter

Perang Lawan Corona, Suryo Prabowo: Kita Jadi Garda Depan Bukan Dokter

News | Kamis, 02 April 2020 | 09:17 WIB

Lagi, Menhan Prabowo Akan Datangkan 100 Ribu APD dan Alkes Lawan Corona

Lagi, Menhan Prabowo Akan Datangkan 100 Ribu APD dan Alkes Lawan Corona

News | Rabu, 01 April 2020 | 21:54 WIB

Pengawal Pribadi Beberkan Prinsip Berbagi Ala Prabowo Subianto

Pengawal Pribadi Beberkan Prinsip Berbagi Ala Prabowo Subianto

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:33 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Prabowo Beli APD dari China Pakai Uang Pribadi?

CEK FAKTA: Benarkah Prabowo Beli APD dari China Pakai Uang Pribadi?

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 16:22 WIB

Menhan Prabowo Telepon Pabrik-pabrik untuk Segera Produksi Massal APD

Menhan Prabowo Telepon Pabrik-pabrik untuk Segera Produksi Massal APD

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:17 WIB

Terkini

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:05 WIB

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:03 WIB

Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung

Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung

News | Senin, 13 April 2026 | 16:52 WIB

Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?

Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:49 WIB

Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!

Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!

News | Senin, 13 April 2026 | 16:48 WIB

Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total

Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total

News | Senin, 13 April 2026 | 16:47 WIB

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:35 WIB

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

News | Senin, 13 April 2026 | 16:32 WIB

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:19 WIB