Penting Diperhatikan! Cara Mengafani Jenazah PDP Virus Corona Covid-19

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Kamis, 02 April 2020 | 19:07 WIB
Penting Diperhatikan! Cara Mengafani Jenazah PDP Virus Corona Covid-19
Petugas bersiap menaruh peti jenazah pasien suspect Corona ke dalam liang lahat di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pedoman mengkafani dan menguburkan jenazah covid-19 telah dirilis melalui Fatwa MUI, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengafani jenazah.

Adapun fatwa MUI tentang pengurusan jenazah covid-19 berbunyi sebagai berikut:

"Pengurusan jenazah (tajhiz al-jana'uz) yang terpapar covid-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syari'at.

Sedangkan untuk menyalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar covid-19".

Cara mengafani jenaah covid-19. (Instagram/ bpbd_diy)
Cara mengafani jenaah covid-19. (Instagram/ bpbd_diy)

Membungkus jenazah covid-19 pun memerlukan beberapa langkah agar aman bagi penguburnya.

Berikut adalah langkah mengafani jenazah, baik pasien dalam pengawasan maupun pasien positif covid-19 sesuai anjuran BPBD DIY:

  1. Jenazah telah melalui proses pemulasaran di rumah sakit. Jenazah disucikan dengan cara tayamum oleh petugas.
  2. Tubuh jenazah didekontaminasi kemudian dibungkus plastik terlebih dahulu, lalu didekontaminasi lagi.
  3. Jenazah dibungkus kain kafan dan dilakukan dekontaminasi lagi. Setelah itu, jenazah dibungkus plastik dan kembali didekontaminasi.
  4. Jenazah yang telah dibungkus kafan dan plastik kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Resleting ditutup dan dilakban agar tak tembus air serta dilakukan dekontaminasi lagi.
  5. Jenazah dimasukkan ke dalam peti yang telah dibuat khusus. Peti ditutup dengan dan disegel dengan silikon dan paku.
    Peti kemudian didekontaminasi sebelum dan setelah dimasukkan ke dalam ambulan.
  6. Jika akan menyalati jenazah, keluarga bisa meminta rohaniawan untuk melakukannya.
  7. Jenazah langsung diantar ke pemakaman tanpa disemayamkan terlebih dahulu, mengingat sejak dinyatakan meninggal sampai waktu pemulasaran memakan waktu cukup lama, maka masyarakat dapat melakukan salat ghaib untuk mendoakannya.
  8. Masyarakat bisa membantu proses pemakaman seperti biasa. Jika masih merasa khawatir, dapat menggunakan jas hujan sebagai pelindung.
    Jas hujan wajib didekontaminasi dan/atau dimusnahkan setelah dipakai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinyatakan Sembuh, PDP yang Positif COVID-19 Ini Sempat Mau Kabur dari RS

Dinyatakan Sembuh, PDP yang Positif COVID-19 Ini Sempat Mau Kabur dari RS

Jogja | Kamis, 02 April 2020 | 15:10 WIB

Klarifikasi BPBD DIY soal Pemberitaan 4.000 APD Mangkrak

Klarifikasi BPBD DIY soal Pemberitaan 4.000 APD Mangkrak

Jogja | Kamis, 02 April 2020 | 14:09 WIB

TRC BPBD DIY Kritik Pemerintah Soal Prosedur Pemakaman PDP di Sleman

TRC BPBD DIY Kritik Pemerintah Soal Prosedur Pemakaman PDP di Sleman

Jogja | Kamis, 02 April 2020 | 09:14 WIB

Tak Dapat Kamar di RS, PDP di Sleman Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Tak Dapat Kamar di RS, PDP di Sleman Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Jogja | Rabu, 01 April 2020 | 18:38 WIB

Ketum PBNU Said Aqil Minta Warga Tidak Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

Ketum PBNU Said Aqil Minta Warga Tidak Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

Video | Rabu, 01 April 2020 | 14:29 WIB

Ketua Umum PBNU Minta Masyarakat Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

Ketua Umum PBNU Minta Masyarakat Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

News | Rabu, 01 April 2020 | 13:10 WIB

TPU Bedahan Depok Jadi Pemakaman Jasad Pasien Corona, Warga: Kami Resah

TPU Bedahan Depok Jadi Pemakaman Jasad Pasien Corona, Warga: Kami Resah

Jabar | Rabu, 01 April 2020 | 12:54 WIB

Sempat Ditangani di Ruang Darurat PDP, Rujukan RS Nur Hidayah Meninggal

Sempat Ditangani di Ruang Darurat PDP, Rujukan RS Nur Hidayah Meninggal

Jogja | Selasa, 31 Maret 2020 | 15:56 WIB

TRC BPBD DIY Sebut APD Corona Mangkrak, Ini Klarifikasi dari Dinkes

TRC BPBD DIY Sebut APD Corona Mangkrak, Ini Klarifikasi dari Dinkes

Jogja | Selasa, 31 Maret 2020 | 12:45 WIB

TRC BPBD DIY Soroti 4.000 APD di Gudang

TRC BPBD DIY Soroti 4.000 APD di Gudang

Jogja | Selasa, 31 Maret 2020 | 11:46 WIB

Terkini

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:35 WIB

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:33 WIB

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:30 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 14:29 WIB

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:28 WIB

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:24 WIB

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

×