Jemaat Tablig, Kelompok Persaudaraan Tua Dituding Sebarkan Corona di India

Reza Gunadha, Ruhaeni Intan

Jum'at, 03 April 2020 | 15:37 WIB
Jemaat Tablig, Kelompok Persaudaraan Tua Dituding Sebarkan Corona di India
ILUSTRASI - Suasana pertemuan Tablighi Jamaat di India pada 2002. (Foto: AFP)

Suara.com - Pemerintah India menutup sejumlah tempat yang terafiliasi dengan kelompok Islam, Jamaat Tabligh pada Selasa (31/3/2020).

Organisasi muslim yang telah berusia lebih dari 100 tahun itu diduga menjadi klaster pertama penyebaran virus corona di India.

Jamaat Tablighi adalah organisasi muslim Deobandi Sunni yang telah memiliki puluhan ribu pengikut dari seluruh penjuru dunia. Setiap tahun, puluhan ribu orang menghadiri acara tahunan mereka.

Terakhir, pada bulan Maret lalu kelompok tersebut melangsungkan acara besar yang diikuti oleh separuh penduduk muslim India. Akibatnya, ratusan orang yang ikut dalam acara itu dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Mengutip Washington Post, lebih dari 400 kasus corona di India terhubung dengan acara tersebut. Dari total kasus itu, 10 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Pemerintah langsung menyegel markas Jamaat Tablighi yang berada di dekat kuil bersejarah di ibukota India.

Saat penyegelan, petugas mendapati ratusan pengikut masih berjejalan di dalam gedung seolah aturan lockdown tak berlaku.

"Rasanya aturan jaga jarak dan protokol karantina tidak diterapkan di sini," kata seorang petugas dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Straits Times.

Pemerintah lantas mendatangkan sejumlah bus untuk mengangkut mereka menuju pusat karantina.

"Para administrator telah melakukan pelanggaran dan beberapa kasus pasien positif corona juga ditemukan di sini. Kelalaian seperti ini menyebabkan banyak nyawa terancam. Ini namanya tindakan kriminal," lanjutnya.

Diduga seperlima dari total kasus corona di India berasal dari klaster ini. Pemerintah India berupaya melacak setiap orang yang baru-baru ini melakukan kontak dengan kelompok tersebut.

Tak hanya itu, kasus Jamaat Tablighi yang ada di India juga diduga kuat terhubung dengan acara keagamaan yang digelar di Malaysia oleh kelompok yang sama.

Pada akhir bulan Februari, sebanyak 16 ribu orang dari berbagai negara menghadiri tabligh akbar di sebuah masjid besar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pertemuan itu diduga menjadi sumber dari ratusan kasus positif corona di Malaysia dan negara lainnya seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Juventus Ogah Terima Trofi Jika Serie A Dibatalkan karena Virus Corona

Juventus Ogah Terima Trofi Jika Serie A Dibatalkan karena Virus Corona

Bola | Jum'at, 03 April 2020 | 15:28 WIB

Imbas Penyebaran Virus Corona, PBSI Izinkan Atlet Pulang ke Rumah

Imbas Penyebaran Virus Corona, PBSI Izinkan Atlet Pulang ke Rumah

Sport | Jum'at, 03 April 2020 | 13:56 WIB

Tak Percaya Negara Atasi Corona, Daerah Kumuh di Brasil Sewa Dokter Sendiri

Tak Percaya Negara Atasi Corona, Daerah Kumuh di Brasil Sewa Dokter Sendiri

News | Jum'at, 03 April 2020 | 12:39 WIB

Update Peta Sebaran Virus Corona di Surabaya 3 April 2020

Update Peta Sebaran Virus Corona di Surabaya 3 April 2020

Jatim | Jum'at, 03 April 2020 | 09:03 WIB

Bhayangkara FC Amini Skema Gaji 25 Persen yang Ditetapkan PSSI

Bhayangkara FC Amini Skema Gaji 25 Persen yang Ditetapkan PSSI

Bola | Kamis, 02 April 2020 | 17:34 WIB

Patuhi Keputusan PSSI, Persik Kediri Bayar Gaji Pemain Sebesar 25 Persen

Patuhi Keputusan PSSI, Persik Kediri Bayar Gaji Pemain Sebesar 25 Persen

Bola | Kamis, 02 April 2020 | 17:22 WIB

Virus Corona Membuat Ibrahimovic Lebih Peduli dan Bahagia Bersama Keluarga

Virus Corona Membuat Ibrahimovic Lebih Peduli dan Bahagia Bersama Keluarga

Bola | Kamis, 02 April 2020 | 16:45 WIB

Cristiano Ronaldo Minta Warga Dunia Sadar Diri di Tengah Ancaman Corona

Cristiano Ronaldo Minta Warga Dunia Sadar Diri di Tengah Ancaman Corona

Bola | Kamis, 02 April 2020 | 14:55 WIB

Korban Corona di Indonesia Terus Bertambah, PSSI Sunat Gaji Shin Tae-yong?

Korban Corona di Indonesia Terus Bertambah, PSSI Sunat Gaji Shin Tae-yong?

Bola | Kamis, 02 April 2020 | 14:02 WIB

Diusir Warga Satu Kampung, 7 TKA China Diterbangkan Kembali ke Jakarta

Diusir Warga Satu Kampung, 7 TKA China Diterbangkan Kembali ke Jakarta

News | Kamis, 02 April 2020 | 12:47 WIB

Terkini

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:30 WIB

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:27 WIB

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:15 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:51 WIB

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:10 WIB