2 Bayi Kembar Lahir di Chhattisgarh, Dikasih Nama Corona dan Covid

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 05 April 2020 | 14:52 WIB
2 Bayi Kembar Lahir di Chhattisgarh, Dikasih Nama Corona dan Covid
Ilustrasi bayi kembar identik (Pixabay/3194556)

Suara.com - Sepasang bayi kembar lahir di negara bagian tengah India, Chhattisgarh di tengah wabah corona. Uniknya, sang orangtua menamakan mereka Corona dan Covid.

Mereka lahir di tengah nasional oleh perintah Narendra Modi dengan tujuan mengekang penyebaran virus corona.

Corona dan Covid lair di rumah sakit pemerintah di ibu kota negara bagian Raipur pada 27 Maret 2020 kemarin. Begitu lahir, bayi kembar itu langsung dikarantina.

"Pemberian nama itu terjadi setelah kami menghadapi kesulitan dan oleh karena itu saya dan suami saya ingin membuat hari itu berkesan," ujar sang ibu dari kembar, Preeti Verma dikutip Aljazirah, Minggu (5/4/2020).

Pasangan itu mengatakan nama-nama tersebut akan mengingatkan mereka tentang kesulitan yang mereka hadapi selama mulai berlakunya karantina dan sebelum proses bersalin yang sukses di rumah sakit pemerintah pekan lalu. Verma bercerita dia tidak memiliki bantuan pada saat ingin melahirkan dan pergi ke rumah sakit. Sebab, anggota keluarga tidak dapat pergi mencapai Raipur karena kota dikunci.

"Dengan gerakan kendaraan berhenti, kami berdua berhasil sampai ke rumah sakit pada malam hari setelah banyak penderitaan. Karena proses menuju rumah sakit terjadi setelah kesulitan seperti itu, kami ingin nama-nama itu berkesan dan unik," katanya mengisyaratkan bahwa staf rumah sakit telah menyarankan nama-nama itu.

"Selain itu, nama-nama ini sangat cantik. Corona adalah bahasa Latin untuk mahkota," kata sang ayah Vinay Verma.

"Kami juga ingin rasa takut yang terkait dengan nama-nama ini berakhir dan publik untuk fokus pada sanitasi dan kebersihan," ujarnya menambahkan.

Pasangan itu mengatakan terdapat tekanan dari para penatua keluarga. Namun, mereka menenangkan dengan menyatakan dapat mengubah keputusannya nanti dan mengganti nama anak-anak mereka. India berada di bawah masa karantina tiga pekan hingga 14 April mendatang.

Pemerintah menangguhkan layanan transportasi dan mengimbau dengan tegas untuk rakyat berada di rumah kecuali untuk perjalanan penting ke tempat-tempat seperti pasar atau apotek. Hal ini berlaku untuk 1,3 miliar penduduk negara itu.

India telah mencatat lonjakan kasus corona yang dikonfirmasi di negara itu dengan infeksi mendekati tiga ribu dan 68 kematian.

Jumlah keseluruhan kasus yang diketahui di India memang kecil dibandingkan dengan Amerika Serikat, Italia, dan China. Akan tetapi para ahli kesehatan menilai dalam beberapa pekan lagi India dapat menghadapi lonjakan besar yang dapat membanjiri sistem kesehatan masyarakat yang sudah kekurangan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov Jatim Minta Perhutani Kasih Lahan Makam Jenazah Corona

Pemprov Jatim Minta Perhutani Kasih Lahan Makam Jenazah Corona

Jatim | Minggu, 05 April 2020 | 14:34 WIB

Pemerintah China Akhirnya Berikan Penghargaan pada Dokter Li Wenliang

Pemerintah China Akhirnya Berikan Penghargaan pada Dokter Li Wenliang

Health | Minggu, 05 April 2020 | 14:47 WIB

Kampung di Semarang Lockdown, Tapi Sediakan Sabun untuk Cuci Tangan Warga

Kampung di Semarang Lockdown, Tapi Sediakan Sabun untuk Cuci Tangan Warga

Jawa Tengah | Minggu, 05 April 2020 | 14:32 WIB

Penghuni Nine Residence Pasang Spanduk Penolakan RS Darurat Corona

Penghuni Nine Residence Pasang Spanduk Penolakan RS Darurat Corona

Foto | Minggu, 05 April 2020 | 14:35 WIB

Pemerintah Sebut OTG Positif Bikin Kasus Covid-19 Meluas, Apa Sih Itu?

Pemerintah Sebut OTG Positif Bikin Kasus Covid-19 Meluas, Apa Sih Itu?

Health | Minggu, 05 April 2020 | 14:37 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB