BMKG Akui Kajian Pengaruh Iklim dan Cuaca Terhadap Covid Masih Belum Final

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Selasa, 07 April 2020 | 22:01 WIB
BMKG Akui Kajian Pengaruh Iklim dan Cuaca Terhadap Covid Masih Belum Final
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (BNPB)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan alasan penggunaan beberapa literatur yang berstatus belum final atau peer-reviewed dalam kajiannya yang berjudul 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19'.

BMKG berdalih dalam kondisi darurat Covid-19, pihaknya tidak mungkin sepenuhnya menggunakan literatur yang berstatus peer-reviewed.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, dalam kajian pihaknya juga menggunakan literatur yang telah berstatus peer-reviewed pada tahun 2011 terkait wabah SARS Covid yang terjadi sebelumnya. Dalam literatur penelitian tersebut disebutkan, bahwa penyebaran virus tersebut dikontrol oleh lintang tinggi atau suhu yang rendah dan kelembaban yang rendah.

Sementara itu, Dwikorita mengemukakan bahwa sebagian besar literatur yang dikumpulkan dalam kajian BMKG berjudul 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19' itu merupakan hasil kajian baru antara bulan Januari hingga Maret 2020.

Literatur tersebut pun telah dimasukkan untuk dilakukan review agar berstatus peer-reviewed. Hanya saja menurut Dwikorita pihaknya tidak mungkin menunggu beberapa literatur tersebut hingga berstatus peer-reviewed di dalam kondisi darurat lantaran dapat memakan waktu lama.

"Jadi sangat tidak mungkin kalau dalam kondisi darurat, emergensi, kita harus menunggu tiga bulan enam bulan lagi, saat ini adalah kondisinya darurat," kata Dwikorita dalam diskusi online lewat WhatsApp grup bertajuk 'Benarkah Iklim Berpengaruh pada Penyebaran Covid-19?' Selasa (7/4/2020).

Dalam kondisi darurat itu, Dwikorita mengklaim perlu mengambil terobosan. Terlebih, kata dia, yang terpenting ialah adanya tranparansi dalam kajian yang dilakukan BMKG tersebut.

"Kita harus melakukan terobosan, yang penting transparan. Jadi bagaimana metodenya agar dapat diberi masukan, bagaimana latar belakang teori atau kajian pustakanya dan bagaimana analisisnya," katanya.

Sebagaimana diketahui, BMKG baru saja merilis hasil kajian terkait pengaruh cuaca dan iklim terhadap penyebaran pandemi virus Corona baru Covid-19. Dalam kajian berjudul 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19' BMKG menyebut bahwa Covid-19 tidak bisa bertahan dalam iklim tropis seperti di Indonesia yang memiliki suhu udara dan kelembaban yang tinggi.

baca juga

Berdasar hasil kajian BMKG disebutkan kondisi suhu harian umumnya yang ada di Indonesia dan khususnya
Jakarta pada siang hari berkisar 30'C atau lebih. BMKG lantas menyimpulkan bahwa Covid-19 di ruang terbuka tidak bisa bertahan lebih dari 30 menit, namun pada sore hingga pagi Covid-19 bisa bertahan lebih lama.

Di sisi lain, hasil kajian BMKG juga menyebutkan bahwa temperatur dan kelembapan udara yang tinggi hampir sepanjang hari kurang mendukung virus Covid-19 bertahan di udara terbuka. BMKG juga mengungkapkan bahwa kondisi kelembaban di Jakarta cenderung “lebih lembab” bila dibandingkan dengan kota terjangkit lainnya.

Hanya saja, belakang diketahui bahwa beberapa literatur yang digunakan BMKG dalam kajian 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19' itu belum berstatus final atau peer-reviewed seperti. Misalnya, literatur penelitian dari Miguel B. Araujo dan Babak Naimi serta Dong Chen Jr dan kawan-kawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Cuaca BMKG Sabtu 4 April 2020: Jabodetabek Hujan Ringan

Prediksi Cuaca BMKG Sabtu 4 April 2020: Jabodetabek Hujan Ringan

News | Sabtu, 04 April 2020 | 06:40 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Angin di Jabodetabek Mulai Hari Ini

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Angin di Jabodetabek Mulai Hari Ini

Tekno | Rabu, 01 April 2020 | 14:29 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2020 di Indonesia Bermula di April

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2020 di Indonesia Bermula di April

Tekno | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:53 WIB

Heboh Dugaan Meteor Jatuh di Sekitar Merapi, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Heboh Dugaan Meteor Jatuh di Sekitar Merapi, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Jogja | Senin, 16 Maret 2020 | 11:10 WIB

BMKG Sebut Gempa di Sukabumi Selasa Kemarin Terkuat dalam 19 Tahun Terakhir

BMKG Sebut Gempa di Sukabumi Selasa Kemarin Terkuat dalam 19 Tahun Terakhir

Jabar | Rabu, 11 Maret 2020 | 09:50 WIB

Hadapi Cuaca Ekstrem, BMKG Rapat Khusus Bareng Kepala Daerah se-Indonesia

Hadapi Cuaca Ekstrem, BMKG Rapat Khusus Bareng Kepala Daerah se-Indonesia

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 17:56 WIB

Terkini

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:41 WIB

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:40 WIB

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:34 WIB

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:51 WIB

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

×